
“Huuff..!! Semoga saja ibu tidak marah saat aku kembali nanti,” sambung Zang Wei saat melihat usianya yang kini sudah mengijak 16 tahun. Zang Wei juga sudah tahu jika 6 bulan lagi usianya akan mencapai 16 tahun sebelum berangkat. Makanya Zang Wei dapat menebak berapa lama ia berkultivasi di dalam gua.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Dengan cepat Zang Wei melesat ke arah danau yang kini terlihat sangat jernih dan indah.
Tap tap..!!
“Baiklah, sebelum kembali, aku harus mencoba apakah aku sudah bisa dengan leluasa menggunakan 10% kekuatan dari Pedang Angin,” gumam Zang Wei yang kini mengeluarkan pedang tersebut.
Terlihat Zang Wei kini memegang pedang dengan tangan kirinya dan langsung memasang kuda-kuda siap menyerang.
Dret..!!
Huuff..!! Hosss..!!
“Gerakan pertama, Tebasan Pemecah Angin,” gumam Zang Wei setelah menarik nafas dan menghembuskannya.
Slash..!!
Wung..!! Bom bom bom..!!
Duarr..!!
Terlihat bilah pedang transparan melesat ke langit dengan tenang, namun saat mengenai target, bilah pedang tersebut langsung meledak dan menyebabkan suara gemuruh hingga terdengar sampai ke Kota Han.
Zang Wei yang menggunakan Teknik khusus Klan Naga Angin, kini terlihat sedikit tersengal-sengal.
Huh huh huh..!!
“Lumayan, aku hanya kehabisan 80% energi saja, tidak sampai menyebabkan luka dalam,” gumam Zang Wei dalam hati.
***
Wuss wuss..!!
__ADS_1
Sementara tidak jauh dari lokasi Gunung tempat Zang Wei berada, terlihat beberapa sosok kini melesat menuju puncak Gunung Hutan Kematian.
“Apa kau yakin asalnya dari puncak Gunung ini?” Tanya sosok pemuda terlihat berumur 30 tahun yang mengenakan pakaian bewarna Biru Langit.
“Benar Pangeran, saya yakin pusat dari suara ledakan tadi berasal dari puncak Gunung ini.” Jawab pria tua berumur 60 tahun dan mengenakan jubah putih.
Pemuda yang di panggil Pangeran tersebut langsung mengangguk percaya dan terus melesat bersama bawahannya yang berjumlah 3 orang.
Tap tap..!!
Tidak sampai beberapa menit, kini Pangeran tersebut sampai ke puncak Gunung Hutan Kematian.
Pandangannya pun mengarah ke segala arah, lalu terhenti di sebuah Gua yang telah hancur tidak lama ini.
Tap...!!
“Gua ini baru saja hancur sekitar 15 menit yang lalu Pangeran,” ucap pria berumur 40 tahun yang bernama Zu San.
“Di sini juga, saya merasakan adanya jejak seorang berlatih dan mengarahkan tekniknya ke langit,” sambung pria berumur 40 tahun bernama Zu Hixen yang terlihat berdiri di tepat di tempat Zang Wei berdiri sebelumnya.
Namun ia sama sekali tidak menemukan jejak kemana perginya sosok yang pernah tinggal di puncak Gunung ini.
“Bagaimana paman Zu, apakah kau menemuka jejak kemana perginya orang tersebut?” Tanya Pangeran Ming Yu Xin.
Tap tap..!!
Pria tua yang berumur 60 tahun bernama Zu Hao, langsung menggelengkan kepalanya setelah sampai di hadapan Pangeran Ming Yu Xin.
“Maaf Pangeran, saya sama sekali tidak menemukan jejak sedikitpun di area sekitar Gunung, kecuali di puncak gunung ini saja.” Ucap Zu Hao sambil membungkukkan badannya.
“Hemm..!! Jika tidak ada jejak, artinya masih ada kemungkinan orang tersebut masih di area sini dan sedang bersembunyi.” Ucap Pangeran Ming Yu Xin terlihat memegangi dagunya.
Mendengar itu, mata ketiga bawahan Pangeran Ming langsung melebar.
“Pangeran sangat cerdas dan cepat menganalisa sesuatu, kami bahkan tidak sampai berpikir ke arah sana.” Ucap Zu Hao terlihat sangat senang.
__ADS_1
Pandangan Zu Hao pun mengarah ke Zu San dan Zu Hixen.
“Tunggu apa lagi, Pangeran telah memberikan kita sebuah jawaban, jadi cepat cari dimana orang yang tinggal di sini sebelumnya.” perintah Zu Hao.
Zu San dan Zu Hixen pun langsung mengangguk dan bergerak menuju dua sisi berbeda.
Sementara Zu Hao terlihat diam saja sambil mengikuti Pangeran Ming, untuk menjaga keamanannya.
Pangeran Ming yang kini melangkah menuju reruntuhan gua, terlihat berhenti di mulut gua.
“Hemm..!! Sosok tersebut pasti telah mencapai setidaknya Ranah Prajurit Tingkat 7 Awal, terlihat dari jejak auranya yang saat ini masih terasa kuat dan bukti nyatanya adalah hasil dari ledakan akibat tekniknya.” Gumam Pangeran Ming dalam hati.
“Semoga saja aku bisa bertemu dengannya dan membuatnya berpihak kepadaku. Jika tidak bisa, setidaknya aku harus berteman dengannya.” Sambung Pangeran Ming.
***
Di saat Pangeran Ming dan bawahannya mencari keberadaan Zang Wei.
Terlihat Zang Wei saat ini berada di dasar danau untuk bersembunyi.
“Hemm..!! Jadi dia adalah Pangeran Ming, jika begitu ia pasti adalah Pangeran yang termuda dari Klan Ming dan tak lain adik dari Raja Kerajaan Bintang, Raja Ming Lian Ji.” Ucap Zang Wei yang dapat mendengar pembicaraan mereka semua dari dasar danau. Zang Wei juga menggunakan sebuah Ilusi, sehingga keberadaannya tidak di ketahui.
Sret sret..!!
Setelah membolak balik buku yang Zang Wei dapat di Mansion milik bawahan Penetua ke 3 dulu.
Kini Zang Wei tersenyum tipis.
“Ketemu,” ucap Zang Wei saat melihat data milik Pangeran Ming Yu Xin.
“Aku tak menyangka jika Penetua ke 3 ini sungguh bodoh, bisa-bisanya ia meninggalkan buku yang ia tulis ini di mansion itu,” ucap Zang Wei sambil menggelengkan kepalanya dan merasa beruntung memiliki buku tersebut karena semua yang ada di dalamnya adalah data dari orang-orang penting Benua Barat.
Setelah membaca profil dan semua sifat dari Pangeran Ming Yu Xin. Zang Wei pun menutup bukunya dan memasukkannya ke dalam kantong penyimpanannya.
“Jadi namanya Pangeran Yu Xin dan seorang Pangeran terlemah, ia juga tidak memiliki hasrat untuk menjadi penerus dari klannya. Tidak ingin bersaing untuk ikut menjadi Raja seperti saudaranya, tidak ingin ikut dalam perebutan Tahta Kekaisaran.” Ucap Zang Wei terdiam sesaat.
__ADS_1
“Dia juga cukup baik di kalangan masyarakat bawah, namun kebaikannya ini di salah artikan oleh beberapa pihak, terutama para saudaranya.” Sambung Zang Wei yang kini merasa tertarik oleh Pangeran Ming Yu Xin ini.