Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Sampai di Kota Janghu dan Pelelangan Pasar Gelap


__ADS_3

“Singkatnya, demi menghilangkan kecemburuan kakak serta menghilangkan kecurigaan Ibu, maka kalian bisa bertanya kepada Wen Zi, karena jika ia berbohong saat menjawab, maka ia akan merasakan rasa sakit di bawah pengaruh kontrak segel budak ini.” Sambung Zang Wei.


***


Malam harinya.


Setelah memperbaiki kesalah pahaman kakak dan Ibunya, kini Zang Wei dan Wen Zi terlihat berpamitan dengan perasaan tenang.


“Baiklah Bu, Wei'er dan Wen Zi berangkat dulu, dadah,” ucap Zang Wei melambaikan tangannya sambil melangkah keluar pintu bersama Wen Zi.


Tap tap..!!


...


10 menit kemudian, terlihat Zang Wei dan Wen Zi kini masuk ke dalam bangunan bertulis Bunga Malam.


“Salam Tuan muda, saya sudah menunggu anda dari tadi,” sapa Liu Fei yang terlihat sudah berdiri di depan pintu masuk.


“Hemm..!! Jadi bagaimana? Apakah ada balasan dari kakek tua itu?” Tanya Zang Wei dan yang ia maksud adalah Long Ji.


Mendengar pertanyaan Zang Wei, Liu Fei langsung mengangguk dan menyodorkan sebuah surat dengan segel formasi khusus yang hanya mampu di buka oleh Ranah Prajurit Tingkat 6 Puncak.


“Si kakek sialan itu, ia pasti memiliki tujuan tertentu dengan sengaja memasang segel ini,” umpat Zang Wei dalam hati.


Sontak pandangan Zang Wei pun mengarah ke Mu Lan Jia yang diam-diam mengikutinya.


“Nona Lan, keluarlah, aku tahu kau bersembunyi di atas atap,” ucap Zang Wei dengan santai.


Wuss..!! Tap tap..!!


“Huh,, setiap ada maunya, kau pasti berpura-pura baik,” dengus Mu Lan Jia, walau begitu, terlihat Mu Lan Jia langsung menyambar surat tersebut.


Blush..!!

__ADS_1


Setelah mengalirkan energinya, segel yang menempel di gulungan berisi surat tersebut langsung menghilang. Mu Lan Jia pun langsung membuka surat tersebut dan memperlihatkannya kepada semua orang isinya.


Zang Wei hanya bisa melongo saat melihat sifat Mu Lan Jia.


“Nenek tua ini, kenapa semua hal yang berbau tua-tua, selalu membuatku kesal,” umpat Zang Wei dalam hati.


Blush..!!


Tepat setelah Zang Wei selesai bergumam, aura Mu Lan Jia seketika meledak setelah membaca isi dari surat tersebut.


Tatapan Mu Lan Jia pun mengarah ke Zang Wei dengan menggebu-gebu.


“Apa hah, hanya membaca sebuah usulan dari surat saja kau cemburu, apalagi jika aku setuju akan permintaan tersebut,” dengus Zang Wei yang ikut marah.


“Jika kau tidak bisa menjaga kesabaran dan kecemburuanmu itu, lebih baik kau kembali saja, karena saat di perjalanan, tidak mungkin aku aku selalu bertemu laki-laki saja. Ada kalanya aku bertemu wanita muda nantinya. Dan juga, belum tentu aku mau dengan mereka semua yang aku temui,” sambung Zang Wei melotot ke arah Mu Lan Jia.


Glek..!!


Mu Lan Jia yang tadinya ingin marah, seketika menelan ludahnya dan berubah menjadi ciut.


Melihat Mu Lan Jia langsung seperti gadis penurut, Zang Wei pun menghela nafas lega.


Pandangan Zang Wei pun melirik ke arah surat yang kini terjatuh dan langsung memungutnya.


Terlihat di dalam surat tersebut bertulis, jika kau ingin bantuan langsung dariku, maka kau harus setuju bertemu dengan Cucu ku Xing Ji di Ibukota nanti, kau juga harus menuruti keinginannya selama sehari saat bersama. Tidak boleh ada penolakan.


Terlihat jelas jika tujuan Long Ji sebenarnya ingin mengikat dirinya dengan Xing Ji, bahkan mungkin ingin menjodohkannya dengan Xing Ji, dengan cara menyamarkan niat asli mereka, yaitu berkedok jalan-jalan, agar Zang Wei terpancing mau ke Ibukota.


...


“Hemm..!! Kirim surat balasan kepada kakek bau tanah ini, bilang saja aku akan ke Ibukota setelah masalah Kota Janghu selesai, dan juga tanya kepadanya butuh berapa hari dia sampai ke Kota Janghu jika ia berangkat setelah surat yang kita kirim sampai ke tangannya.” Ucap Zang Wei melirik ke arah Liu Fei.


Liu Fei pun mengangguk dan langsung pergi menjalankan perintah Zang Wei.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Zang Wei pun kembali melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan kereta kuda. Karena jalur dari Kota Han dengan Kota Janghu cukup bagus dan cocok untuk kereta kuda, maka mereka pun menggunakan kereta kuda.


***


3 Hari kemudian.


Setelah melewati 2 Bukit dan dataran tandus, kini terlihat Kereta kuda yang Zang Wei tumpangi telah sampai tidak jauh dari Gerbang Kota Janghu.


Tap tap..!!


“Kita akan turun di sini, lepaskan kuda dan bakar keretanya untuk menyamarkan identitas kita,” ucap Zang Wei yang melompat dari dalam gerbong bersama Mu Lan Jia.


Wen Zi yang menjadi kusir pun langsung menjalankan perintah Zang Wei. Setelah melepaskan kuda dan membakar kereta, mereka pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Aku tak menyangka jika kota ini akan sangat ramai di datangi,” ucap Zang Wei melihat ke arah para pedagang dan juga orang-orang yang ingin masuk ke Kota Janghu.


Sesekali juga Zang Wei melihat budak manusia yang di rantai di dalam gerbong kereta mirip sel penjara.


“Benar Tuan muda, karena kebetulan hari ini akan ada pelelangan di Pasar Gelap, semua barang yang di lelang rata-rata barang curian, ilegal, dan budak, yang sangat jarang terlihat di Kerajaan Bintang, bahkan di Benua Barat.” Ucap Wen Zi memberitahu.


“Untuk budak yang anda lihat di sana, mereka rata-rata akan di barter dengan budak luar, kadang akan di jual secara terbuka di pasar gelap.” Sambung Wen Zi sambil mengeluarkan sebuah token.


“Kebetulan saya sudah mempunyai akses untuk memasukinya, jadi jika anda tertarik, kita akan kesana nanti sore,” ucap Wen Zi menunjukkan ada 3 token yang telah ia siapkan.


Mu Lan Jia yang melihat itu, hanya bisa mendengus kecil, karena ia sebenarnya sangat benci akan hal berbau Pasar gelap, terlebih lagi Perbudakan.


Ingin rasanya Mu Lan Jia menghancurkan Bisnis Pasar Gelap ini, tapi apa boleh buat, walau ia kuat, ia tidak akan mampu menghadapi semua orang yang ada di Pasar Gelap, terlebih sangat banyak organisasi tersembunyi di dalamnya dan banyak alhi kuat tersembunyi.


Sementara Zang Wei yang mendengar penjelasan Wen Zi, seketika tersenyum tipis.


“Kita akan mulai dari Pasar Gelap ini, jadi setelah sampai cabang, kirim beberapa Assasint nantinya kesana.” Ucap Zang Wei sambil melangkah ke penjaga dan menunjukkan identitas yang Wen Zi buat.

__ADS_1


Tap tap..!!


__ADS_2