Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Melawan Para Assasint Part 6 dan Memasuki Alam Jiwa


__ADS_3

Namun langkah santai Lu Bei sangatlah cepat, hingga terlihat seperti melesat dengan kecepatan mengerikan, dan itu adalah Langkah Naga yang telah Lu Bei kuasai hingga ke tahap menyatu dengan udara.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Langkah Lu Bei terhenti di saat ia mendengar suara dentingan pedang.


“Hemm..!! Ada yang sedang bertarung di seberang bukit,” gumam Lu Bei dalam hati.


Karena penasaran, Lu Bei pun terlihat melangkah ke tempat dimana ia mendengar suara dentingan pedang.


Tidak sampai 1 menit, Lu Bei terlihat muncul di atas puncak pucuk daun.


Trank trank..!!


Kini pandangan Lu Bei mengarah ke sosok wanita yang sedang melawan 2 Assasint mengenakan jubah merah dan 1 Assasint mengenakan jubah biru.


“Tingkat kultivasi ketiga Assasint ini setara dari segi pandangan, tapi jika di lihat secara teliti, Assasint yang menganakan jubah Biru jauh lebih kuat dari kedua rekannya.” Gumam Lu Bei.


“Lalu wanita ini terasa familiar, aku mencium jejak aura kakak dan Wei'er menempel di jubah gaun wanita ini.” Sambung Lu Bei yang kini terlihat berniat menolong Mu Lan Jia. Walau Mu Lan Jia terlihat sama sekali tidak kewalahan melawan ketiga Assasint tersebut, karena tingkat kultivasi Mu Lan Jia jauh di atas mereka.


Deg deg..!!


Namun di saat Lu Bei hendak melangkah, langkah Lu Bei seketika terhenti saat merasakan detak jantungnya berdetak jauh lebih cepat dari sebelumnya, ia juga merasakan jantungnya merasakan rasa sakit.


Sontak, tanpa sadar Lu Bei memandang ke arah Utara, dimana kata hatinya menyuruhnya untuk kesana.


Dret..!! Wuss..!!


***


Di tempat Zang Wei.


Trank..!!

__ADS_1


Dengan cepat Zang Wei mengangkat tongkatnya untuk menahan kedua Dagger Wu Jia.


Sret..!!


Terlihat Zang Wei langsung terseret 2 langkah setelah berusaha menahan serangan Wu Jie.


Melihat Zang Wei kembali mampu menahan serangannya, membuat Wu Jie semakin geram, terlebih lagi ia merasakan dirinya terkena bubuk racun pelumpuh.


“Dasar bocah licik, akan ku buat kau merasakan apa itu Neraka,” teriak Wu Jie terlihat benar-benar terbawa amarah saat ini.


Zang Wei yang melihat bubuk racun yang ia tempel di senjatanya tidak mempan, kini hanya bisa menggertakkan giginya.


“Sial, menggunakan trik juga tidak berhasil, apa boleh buat, kini aku harus serius, jika tidal nyawaku akan terancam.” Gumam Zang Wei terlihat berdiri dengan posisi terbuka, tanpa pertahanan.


Melihat Zang Wei yang terlihat seakan menyerah, membuat Wu Jie mendengus dingin.


“Heng,, kau kira aku akan mengampunimu bocah, jangan mimpi,” ucap Wu Jie dengan nada dingin.


“Pertama-tama, akan ku potong kedua lenganmu menjadi beberapa bagian,” ucap Wu Jie menyeringai lebar dan langsung melangkah ke tempat Zang Wei.


Bahkan Zang Wei juga sudah mulai tidak menanggapi apapun yang ada di sekitarnya. Karena saat ini Zang Wei fokus menjernihkan pikirannya, ia juga harus menganggap dunia tempatnya berpijak ini tidak ada.


Tap tap..!!


Setelah Zang Wei fokus, secara perlahan Zang Wei membuka matanya, kini pandangan Zang Wei melihat sekelilingnya yang hanya ruangan putih.


“Huuf,, akhirnya aku mampu ke Alam Jiwaku sendiri,” gumam Zang Wei dalam hati.


“Beruntung Alam Jiwa maupun semua yang terkait dengan Jiwaku tidak ikut hilang saat aku berpindah ke tubuh Zang Wei muda, jika tidak, akan membutuhkan ratusan tahun agar bisa mencapai tahap Jiwa Suci untuk membuka Alam Jiwa,” sambung Zang Wei sambil melangkah ke tempat ia dulu menyimpan semua barang berharganya.


Tap tap..!!


Langkah Zang Wei terhenti setelah ia melihat sebuah peti besar di depannya.


Krekk..!! Blush..!!

__ADS_1


Secara perlahan Zang Wei membuka peti tersebut dan Zang Wei langsung di perlihatkan oleh berbagai senjata, Buku Teknik, dan Pil.


“Huuff,, semuanya sangat berharga, tapi sayang sekali, aku masih tidak mampu menggunakannya,” gumam Zang Wei terdengar dengan nada pahit.


Sret sret..!!


Setelah mencari semua senjata yang paling lemah satu persatu, akhirnya kini Zang Wei menemukan sebuah Pedang yang paling rendah dari seluruh Senjata simpanan maupun koleksinya. Tapi bukannya senang, malahan wajah Zang Wei terlihat kusut.


“Hais,, apa aku mampu menggunakan Pedang Angin ini?” Gumam Zang Wei kini merenung.


Karena Pedang Angin yang Zang Wei pegang saat ini adalah terbuat dari Sisik Naga Angin dan membutuhkan Energi yang sangat besar untuk menggunakannya, setidaknya itu di Prajurit Tingkat 7 Puncak menurut Zang Wei jika ia ingin menggunakan setengah kekuatan pedang tersebut.


“Apa boleh buat, semoga saja aku mampu menggunakan 10% kekuatan Pedang Angin ini tanpa terluka terlalu parah,” terlihat Zang Wei yang tidak mempunyai pilihan langsung bertekad demi bertahan hidup.


Blush..!!


Setelah memejamkan matanya, Zang Wei pun mulai kembali ke dunia nyata.


Pada saat yang sama, di saat Zang Wei membuka mata ke dunia nyata, terlihat jelas dua bilah Dagger kini hampir berjarak 5cm di kedua tangannya.


Sret..!!


Sontak dengan cepat Zang Wei menggunakan langkah Naga dan langsung mundur.


Walau begitu, terlihat darah menetes dari kedua lengan Zang Wei.


“Urgh,, untung aku cepat, jika sedikit terlambat, akan ku bantai habis kau bersama semua dalang di balikmu,” dengus Zang Wei mengarah ke Wu Jie.


Wu Jie yang melihat Zang Wei lagi-lagi mampu menghindari teknik terkuat dan juga mendengar ucapan aneh Zang Wei, kini memiringkan kepalanya.


“Apa itu sebuah ancaman bocah?” Tanya Wu Jie yang tersadar arti ucapan Zang Wei.


“Hoho,, baru kali ini Organisasi kami di ancam, aku jadi penasaran bagaimana caramu membantai kami di saat nyawamu tinggal seujung jari,” sambung Wu Jie terlihat tertawa mengejek di sertai menyeringai lebar.


“Hooh,, aku juga ingin melihat apakah wajahmu akan tetap seperti itu setelah ini,” balas Zang Wei terlihat tak kalah menyeringai lebar.

__ADS_1


Dret..!! Blush..!!


__ADS_2