Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Insting Seorang Raja dan Melakukan Ikatan Saudara ( Sumpah Darah )


__ADS_3

“Untuk informasi selanjutnya, kita akan membahasnya nanti di dalam,” sambung Bai Xin yang terlihat semakin bahagia, karena setelah sekian lama tinggal di Benua Daisan, ia bisa bertemu dengan kerabat dari Leluhurnya di masa lalu yang masih memiliki ikatan hingga ke keturunan mereka saat ini.


Tap tap..!! Cklek..!!


***


Di saat yang bersamaan.


Terlihat Long Ji dan Raja Ming Lian Ji berdiri di depan pintu khusus menuju ruang VIP.


Keduanya mengenakan jubah Biru terang yang terlihat sangat mencolok, untungnya mereka mengenakan topeng untuk menutupi identitas mereka, sehingga tidak ada satu orang pun yang mengenal mereka.


“Apa kau merasakannya kakak Long?” Tanya Raja Ming Lian Ji terdengar serius.


Long Ji yang di tanya, seketika mengerutkan keningnya di balik topengnya. “Merasakan apa?” Tanya Long Ji penasaran.


Bukannya menjawab pertanyaan Long Ji, Raja Ming Lian Ji malah bergumam seorang diri. “Hemm..!! Jadi kakak Long pun tidak dapat merasakannya juga, jadi hanya aku saja yang bisa merasakan jika ada sosok yang sangat kuat di dalam sana.”


“Semoga saja sosok tersebut tidak membahayakan, maupun membawa bencana di Kerajaanku,” ucap Raja Ming Lian Ji dalam hati, karena dirinya sendiri tidak yakin apakah mampu melawan sosok tersebut, itu karena instingnya merasakan sosok tersebut benar-benar sangatlah kuat.


Entah kenapa Raja Ming Lian Ji merasa sedikit nostalgia dengan perasaan bahayanya saat ini, ia pernah merasakan ini sebelumnya sebanyak 2 kali, pertama saat bertemu ayahnya, Kaisar Ming, dan kedua saat ia bertemu kakak pertamanya yang menjadi Panglima Perang terkuat Kekaisaran Ming.


...


Di saat Raja Ming Lian Ji merenung.


Long Ji yang melihat ke arah Raja Ming, saat ini mencoba mencari tahu apa yang membuat Rajanya ini menjadi tegang.


Setelah mencoba mencari tahu, Long Ji mengerutkan keningnya saat ia merasakan adanya aura yang familiar berada di dalam rumah lelang.


“Bukankah itu aura milik Jendral Zu Hao, pengawal pribadi Pangeran Ming Yu Xin,” gumam Long Ji terlihat mengeluarkan seutas senyum tipis, lantaran mengira apa yang Rajanya rasakan mungkin adalah aura Jendral Zi Hao dan Pangeran Ming Yu Xin.


“Apa karena adik mu datang kesini yang membuatmu tegang saudara Li?” Tanya Long Ji.

__ADS_1


Sontak Raja Ming tersadar dari lamunannya dan langsung mengedarkan sedikit kesadarannya.


Tak lama setelah itu, Raja Ming mengerutkan keningnya saat ia merasakan jika adiknya Ming Yu Xin dan Jendral Zu Hao ada di Ruang VIP 1.


Dan karena Long Ji salah paham akan ucapannya tadi, Raja Ming pun mengangguk untuk menutupi rasa khawatirnya akan sosok kuat tersebut.


“Hemm..!! Aku tak menyangka jika adik ku ada di tempat seperti ini, aku juga yakin tujuannya kesini pasti untuk merekrut pemuda bernama Zang Wei itu. Itulah yang membuatku sedikit khawatir.” Ucap Raja Ming sambil mengeluarkan seutas senyum pahit.


Pfftt..!!


Long Ji seketika menutup mulutnya untuk menahan tawanya.


“Kau tak perlu khawatir saudara Li, aku yakin bocah nakal itu tidak akan mudah di pengaruhi maupun di bujuk, jadi percaya saja kepadaku,” ucap Long Ji yang mencoba menenangkan Raja Ming dan Long Ji juga sedikit mengenal karakter Zang Wei yang licik.


Menurut Long Ji, Zang Wei ini tidak akan mau menaruh dirinya dalam bahaya, ia juga yakin jika Zang Wei ini hanya mau bekerjasama jika mendapatkan keuntungan yang besar, tanpa adanya resiko yang terlalu besar.


“Ayo kita masuk,” ajak Long Ji yang kini sudah giliran mereka untuk masuk.


Tap tap..!!


“Huuf,, untung saja kakak Long masih salah paham dan tidak menyadari adanya sosok yang jauh lebih kuat dariku bersembunyi di dalam sini.” Gumam Raja Ming dalam hati.


***


Di ruangan milik Bai Xin.


Blush..!!


Terlihat saat ini Zang Wei dan Bai Xin baru saja selesai melakukan ikatan persaudaraan menggunakan darah mereka dan bersumpah satu sama lain.


“Haha,, kau merasakan juga kan saudara Zang?” Tanya Bai Xin terlihat sangat bahagia saat ini, bahkan saking bahagianya, Bai Xin ini tidak bisa mengungkapnya dengan kata-kata.


Sementara Zang Wei yang di tanya, saat ini hanya diam saja sambil termenung setelah ia melakukan sumpah saudara.

__ADS_1


Apa yang Zang Wei rasakan saat ini, sama seperti apa yang ia rasakan setelah melihat Ibunya Zang Nian tersadar dari koma,nya. Yaitu perasaan bahagia, haru, senuanya campur aduk.


Dari sini Zang Wei semakin yakin jika apa yang Bai Xin katakan, jika kedua leluhur mereka dulu memang merupakan anggota keluarga.


Bamm..!!


“Woee,, kenapa kau malah diam saat aku panggil sih,” dengus Mu Lan Jia memukul punggung Zang Wei sambil memasang wajah cemberut.


Sontak Zang Wei yang melamun, seketika tersadar.


“Apaan kau ini, tidak bisa jika saat ini aku fokus hah, dasar nenek tua.” Dengus Zang Wei terlihat sangat kesal terhadap Mu Lan Jia.


Mu Lan Jia yang di panggil nenek tua di depan orang lain pun tidak terima, ia pun langsung membalas Zang Wei dengan cercaan dan ancaman.


Tidak mau kalah, Zang Wei pun membalas ancaman Mu Lan Jia dengan kata-kata tidak akan mau mendekatinya lagi.


...


Pfftt..!!


“Kalian ini sangat akrab, aku yakin kalian pasti berjodoh,” ucap Bai Xin setelah melihat keduanya beradu mulut cukup lama dan mengabaikan Bai Xin.


Ehh..!!


“Apa benar?” Tanya Mu Lan Jia dengan wajah memerah setelah mendengar ucapan Bai Xin.


“Tentu, kalian terlihat akur, walau di luarnya selalu bertengkar, aku yakin setelah menikah nanti, kalian pasti akan saling menutupi kekurangan satu sama lain. Makanya aku bilang kalian ini pasti berjodoh.” Jawab Bai Xin sambil menganggukkan kepalanya.


Blush..!!


Kepala Mu Lan Jia seketika mengeluarkan asap saking merahnya wajahnya, setelah ia mendengar ucapan Bai Xin.


Sementara Zang Wei yang melihat tingkah Mu Lan Jia, seketika tersenyum lebar, karena ia baru saja menemukan cara untuk menangani Mu Lan Jia ini, yaitu dengan cara menyanjungnya.

__ADS_1


__ADS_2