
Melihat itu, wajah Liu Fei langsung bersinar cerah. “Terimakasih Yang Mulia, saya tidak akan pernah membayangkan jika mimpi saya akan bisa terwujud dalam membuka bisnis di seluruh Benua Barat ini bisa terjadi.” Ucap Liu Fei yang langsung membungkukkan badannya, tapi saat mendapat tidak ada respon, Liu Fei pun mengangkat kepalanya dan melihat Raja Ming Lian Ji sudah tidak ada di tempatnya.
***
Di wilayah Pasar Gelap.
Tap tap..!!
“Apa ayahku sudah masuk ke dalam tahap proses pencerahan?” Tanya Raja Ming yang terlihat muncul melalui jendela.
Long Ji pun terbangun dari meditasinya dan melirik Raja Ming.
“Hemm..!! Setelah di bantu oleh Leluhur Pedang Semesta dalam menyelaraskan hati agar bisa paham bagaimana cara untuk memperluas Dantian beberapa jam yang lalu, ia langsung mengalami tahap pencerahan dan kini sedang berada di ruangan yang hanya bisa di masuki oleh Leluhur Pedang Semesta saja.” Jawab Long Ji dengan nada santai.
Raja Ming yang sudah mendapat informasi ini dari Bunga Malam, tapi karena ingin memastikannya secara langsung dari mulut orang kepercayaannya, kini terlihat ia mengangguk ringan.
“Jika begitu ayo temui Patriak Wen, Patriak Xu dan yang lainnya, sebelum kita kembali, ada baiknya kita latih tanding dengan mereka agar bisa menambah pengalaman, dengan begitu aku yakin kita pasti bisa menembus Ranah selanjutnya.” Ajak Raja Ming yang kini terlihay tidak sabar untuk meningkatkan kultivasinya ke ranah selanjutnya.
Tap tap..!!
Saat melangkah, terlihat Raja Ming juga memegang sebuah selembaran kertas berisi tulisan, dan selembaran itu adalah pemberian dari Zang Wei sebelum ia pergi dari kota ini.
Namun karena Zang Wei tidak sabar ingin pulang, ia lupa memberikan Raja Ming secara langsung, jadi ia menitipnya di Cabang Bunga Malam Kota Janghu. Dan Raja Ming yang beberapa waktu lalu datang kesana pun menerimanya.
Setelah Raja Ming membaca isinya, betapa terkejutnya dirinya saat melihat jika ada cara untuk meningkatkan tingkat kultivasi dengan cepat tanpa efek samping terkikis energi, yaitu dengan cara menguatkan pondasi, setelah itu bertarung dalam keadaan hidup dan mati, barulah setelah itu mereka akan merasakan adanya gejolak energi di dalam Dantian mereka. Gejolak tersebut tak lain sebuah pusaran energi tak terkontrol yang mengakibatkan sosok yang mengalaminya menembus ranah selanjutnya.
__ADS_1
...
Kembali ke Raja Ming.
Ia yang kini melangkah, terlihat berhenti di ruangan khusus tempat biasanya bawahan Bai Xin berlatih.
Kini pandangan Raja Ming mengarah ke Patriak Wen yang bertarung dengan Patriak Xu, dan Patriak Yan yang bertarung dengan Patriak Fang.
“Apa mereka mengetahui metode ini juga?” Gumam Raja Ming dalam hati.
...
Dret..!! Tap tap..!!
“Ada apa Lian'er?” Tanya Patriak Wen yang kini memanggil Raja Ming dengan panggilan akrab.
Raja Ming yang melamun pun tersadar. “Ah, tidak ada paman,” jawab Raja Ming.
“Oh ya, apa kalian menggunakan metode Kultivasi Alam seperti yang ada di dalam selembaran tulisan ini?” Tanya Raja Ming yang terlihat penasaran.
Tap tap..!!
Langkah Raja Ming pun terhenti sambil memperlihatkan selembaran tersebut kepada Patriak Wen.
Patriak Wen yang melihat itu pun langsung mengangguk ringan. “Benar, Metode Kultivasi Alam ini sangat efektif dan Tuan muda juga berencana untuk memasarkannya dalam 6 bulan kedepan, tapi kepada orang-orang terpilih saja, dan versinya akan sedikit di buat rumit, agar orang-orang yang benar-benar jenius serta memiliki tekad dan kerja keras saja yang mampu mempelajarinya.” Jawab Patriak Wen mengangguk ringan.
__ADS_1
“Tujuannya memasarkan ini untuk membuat beberapa orang dan generasi muda yang ada di Benua Barat ini bisa menjadi pilar jika terjadi invasi dari Benua Lain. Ia juga memberitahu saya akan firasatnya yang menduga dalam 4 atau 5 tahun kedepan, akan terjadi pertumpahan darah yang sangat besar.” Sambung Patriak Wen menjelaskan tujuan Tuan mudanya kepada Raja Ming, agar Raja Ming tidak salah paham.
Tapi, malah sebaliknya, Raja Ming terlihat sangat senang dengan perjuangan Zang Wei dan akan cinta tanah kelahirannya.
Menurutnya Zang Wei ini sosok orang Bijaksana yang tidak pelit akan ilmu pengetahuan.
“Saya tidak menduga jika Nak Zang sangat begitu khawatir dengan tanah kelahirannya,” ucap Raja Ming dengan nada tulus.
“Mungkin jika ada kesempatan, saya akan mengunjungi Nak Zang secara langsung di masa depan.” Sambung Raja Ming sambil melirik Patriak Wen dan yang lainnya.
...
Setelah mengobrol beberapa saat dan menyampaikan tujuannya untuk menambah pengalaman serta ingin mencoba Metode Kultivasi Alam kepada para Patriak, kini Raja Ming pun terlihat berhadapan dengan Patriak Fang.
***
Tap tap..!!
4 Hari telah berlalu setelah kepergian Zang Wei dari Kota Janghu, kini terlihat Zang Wei bersama Mu Lan Jia, Pangeran Ming dan bawahannya menapakkan kaki di gerbang Desa yang bertulis Desa Hujan.
“Gege,, Gege,,”
Bersamaan dengan sampainya Zang Wei, terdengar suara teriakan nyaring dari seorang anak kecil berusia hampir 2 tahun yang di gendong oleh wanita awet muda.
Tap tap..!!
__ADS_1