
“Khehe,, semoga mereka sesuai harapanku dan mau di ajak bekerjasama. Yah, walau tidak mau pun, mereka tetap akan mengikuti perintahku lantaran tidak punya pilihan lain.” Kekeh Zang Wei yang langsung membuat Ma Ling sampai berkeringat dingin di saat melihat seringai lebar Seniornya.
Glek..!! Urgh..!!
Ma Ling yang kini melihat seniornya, hanya bisa menelan ludah di sertai tubuh merinding.
Awalnya Ma Ling sedikit curiga dengan seniornya yang terlihat terlalu baik kepadanya tadi. Ia pun langsung mengira jika orang yang ada di sebelahnya ini bukanlah senior yang ia kenal. Tapi setelah ia melihat seringai seniornya saat ini, kecurigaan Ma Ling langsung sirna seketika.
“Ada apa? Apa kau tidak pernah melihat seseorang tersenyum bahagia?” Tanya Zang Wei mengerutkan keningnya ke arah Ma Ling.
Sontak Ma Ling pun menggelengkan kepalanya saat di tanya.
“Ti..Tidak senior, anda salah paham, saya hanya berpikir siapa yang telah anda siksa atau bunuh saat ini, sehingga anda terlihat sangat senang.” Ucap Ma Ling yang sedikit tahu sifat dan kepribadian Jin Ha.
Eehh..!!
Langkah Zang Wei seketika terhenti dan memasang ekpresi sedikit terkejut.
“Khehe,, kau cukup tahu diriku yang sebenarnya ya,” kekeh Zang Wei yang kini ingin memanfaatkan kesalah pahaman Ma Ling.
“Hem hem..!! Tentu saja aku mengenal senior, itu karena kita sepupu jauh dan sering bersama waktu kecil. Senior adalah orang yang akan selalu menindas yang lebih lemah serta suka membalas dendam secara diam-diam.” Sambung Ma Ling.
Sstt..!!
__ADS_1
“Jangan di bahas di sini, nanti ada para anggota kita yang mendengarnya jika aku ketahuan membunuh salah satu budak yang baru datang,” ucap Zang Wei langsung membungkam mulut Ma Ling.
Ma Ling pun mengangguk-angguk paham.
...
Tap tap..!!
Setelah berjalan sambil mengobrol, kini langkah Zang Wei dan Ma Ling terhenti di sebuah lorong kecil.
Melihat Zang Wei terdiam saat melihat sebuah lorong dengan tinggi 3 meter dan lebar 2 meter. Ma Ling pun tersenyum kecil.
“Ah ya, aku lupa memberitahumu senior, lorong ini baru beberapa hari lalu di buat, lorong ini juga sudah sedalam 1 Km.” Ucap Ma Ling menjelaskan Zang Wei.
“Dan di ujung lorong ini, disanalah tempat para tahanan dari Benua Tengah sedang menggali tanah yang bercampur bebatuan untuk menemukan Batu Kristal.” Sambung Ma Ling.
...
Sementara di kedalaman lebih dari 1 km, saat ini terlihat 5 pria tua lusuh yang terlihat berumur 90 tahunan.
Ada juga 2 pria paruh baya yang terlihat berumur 50 tahunan dan terahir 1 pemuda berumur 35 tahunan.
Total dari seluruh tahanan yang ada di ujung lorong ada 8 tahanan.
__ADS_1
Tapi sebenarnta total keseluruhan mereka ada 10, namun 2 dari mereka tidak terlihat di sana.
Srek srek..!!
Bam..!!
Hah hah hah..!!
“Masih belum bisa kami tembus kakek, batu-batu yang ada di sana kebanyakan bercampur biji besi baja yang kegunaannya untuk membuat sejata dan beberapa lagi batu kristal. Jadi aku rasa akan sulit menghancurkannya tanpa menimbulkan sedikit ledakan.” Ucap sosok wanita yang sangat cantik dan seperti berusia 20 tahunan. Tapi usia aslinya telah mencapai 31 tahun.
“Benar kakek, jika kami memaksa lebih lanjut, kita pasti akan ketahuan dan pada saat itu terjadi, akan sulit untuk mengelabui para penjaga rendahan itu lagi.” Sambung sosok pemuda berusia 30 tahunan yang ikut keluar bersama wanita dari lubang kecil di sebelah kanan. Pemuda tersebut mengenakan pakaian lusuh bewarna coklat dan wanita tersebut mengenakan pakaian lusuh bewarna abu.
“Hemm..!! Sebaiknya kita menahan diri selama beberapa hari saja, karena yang paling kita takuti adalah monster itu, jika monster itu datang kesini karena mendengar berita dari pemimpin penjaga tambang di sini, maka habis sudah semua perjuangan kita selama 6 bulan ini menggali secara diam-diam.” Ucap pemuda berumur 35 tahun yang bernama Shen Ju Guang.
Mendengar saran dari ketiga yang termuda, kelima pria tua, kini saling melirik satu sama lain.
“Huuff,, kami tak apa mati di sini, asal kalian berlima bisa keluar dari sini hidup-hidup, toh kami berlima juga sudah melemah, hanya tinggal menunggu waktu lagi untuk mati. Jadi-” sebelum salah satu dari pria tua menyelesaikan ucapannya, wanita muda yang bernama Ling Mue langsung memotong.
“Tidak kakek, walau kita semua tidak memiliki hubungan darah satu sama lain, jika kita masuk bersama, maka kita juga harus keluar bersama. Aku juga tidak ingin kalian berlima mengorbakan diri kalian sebagai umpan do saat kami menggali terowongan itu.” Ucap Ling Mue dengan nada tegas.
Prok prok prok..!!
Blush..!!
__ADS_1
Aura ke 10 ahli bela diri yang berasal dari Benua Tengah itu langsung berhembus di saat mendengar suara tepuk tangan dari arah keluar masuk. Walau saat ini kekuatan mereka tertahan di karenakan segel, tapi tetap saja, aura yang muncul dari tubuh mereka sangat padat dan kuat.
“Siapa di sana, keluar kau?” Teriak salah satu pria tua yang bernama Xu Yang Lu yang kini mengambil sikap kuda-kuda siap menyerang sambil mengarahkan pandangannya ke arah lorong bersama ke 9 tahanan lainnya.