Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Menipu 10 Tahanan Dengan Kejujuran dan Pertemuan Raja Ming


__ADS_3

Terlihat Zang Wei menggelengkan kepalanya. “Aku tidak mengenalmu, tapi aku mengenal kedua putra putrimu yang kini ada bersamaku dan telah aku anggap anggota keluargaku. Untuk meyakinkan, namanya adalah Wen Baozi dan Wen Yu Ning.” Ucap Zang Wei yang langsung membuat Patriak Wen Ju Guang seketika terjatuh sambil meneteskan air matanya.


Bruk..!!


“I..Ini, apakah Baozi dan Ning'er selamat? Apakah mereka saat ini dalam kondisi yang baik-baik saja?” Tanya Patriak Wen Ju Guang terlihat sangat bahagia karena mendengar kedua putra dan putrinya selamat dari pembantaian klannya di masa lalu.


“Tentu, saat ini Wen Zi sedang menjalankan tugasnya, yaitu menyamar sebagai pemilik Asosiasi Bunga Malam dan sedang mengunjungi klan Jin untuk mengidentifikasi sosok organisasi misterius yang berasal dari Benua Tengah.” Jawab Zang Wei.


“Sementara putrimu beberapa waktu lalu aku temukan di lelang pasar gelap dan saat ini orang ku sedang menanganinya agar mentalnya bisa pulih, jadi kau tidak perlu khawatir.” Sambung Zang Wei yang langsung jujur tanpa menutupi apapun kepada ayah Wen Zi dan Wen Yu Ning.


Huff..!!


Mendengar itu, Wen Ju Guang pun menghela nafas lega dan sekaligus merasa sangat bersalah akan ketidak berdayaannya.


...


Sementara ke 9 tahanan lainnya sedikit iri dengan Patriak Wen, lantaran ia memiliki anggota keluarga yang masih hidup, berbeda dengan mereka yang anggota keluarga mereka telah di bunuh tepat di depan mata mereka.


...


Merasa Zang Wei bukan musuh dan dapat di anggap satu tujuan dengan mereka, mereka pun langsung melepaskan kewaspadaan mereka dan mencoba bertanya dunia luar kepada Zang Wei.


Zang Wei pun menjelaskan sedikit dunia luar yang ia ketahui saja, itupun Zang Wei hanya menjelaskan beberapa wilayah di Benua Barat saja, seperti Kota Han, Kota Janghu dan Sekte Harimau Hitam yang tadinya pernah di kendalikan oleh salah satu Jendral Bayangan dari Organisasi Misterius.


Zang Wei juga menjelaskan tujuan datang kesini awalnya ingin mengungkap Batu Kristal Warna Warni ini kepada publik, agar Kerajaan langsung bertindak untuk mengadili Klan Jin, jika Klan Besar dan para Bangsawan tidak mampu menghadapi mereka. Karena Zang Wei saat ini sedang mengadu domba mereka.


Zang Wei juga memberitahu jika awalnya ia ingin memaksa mereka untuk bertarung melawan klan Jin dalam sekali pakai. Tapi setelah tahu ada salah satu dari ke 10 tahanan adalah ayah dari bawahannya, niatnya pun di urungkan.

__ADS_1


***


30 menit berlalu.


Setelah mendengar semua penjelasan dan cerita Zang Wei, kini ke 10 tahanan saling melirik satu sama lain.


Bruk..!!


“Kami akan bersumpah setia kepada anda Tuan muda, tidak apa anda mau menggunakan kami dalam sekali pakai, asal tujuannya adalah melawan organisasi yang telah menghancurkan klan kami, kami siap mati saat menjadi pedang anda.” Teriak ke 10 tahanan serempak sambil berlutut di depan Zang Wei.


Setelah mengetahui tujuan Zang Wei adalah menghancurkan organisasi misterius, mereka pun langsung bersumpah setia kepada Zang Wei.


Bukan hanya itu saja yang membuat mereka bersumpah setia.


Mereka melakukan sumpah ini karena Zang Wei sangat jujur dan secara terang-terangan memberitahu mereka niat awalnya yang ingin menggunakan mereka dalam sekali pakai dan tidak menutup-nutupinya.


Menemukan orang yang jujur dan terbuka seperti Zang Wei ini sangat sulit, mereka juga sadar jika Zang Wei ini sangat cerdik dan cerdas serta menjaga bawahannya layaknya anggota keluarga.


...


Zang Wei yang melihat ke 10 tahanan termasuk ayah Wen Zi kini berlutut, seketika menyeringai tipis sesaat.


“Khehe,, jarang-jarang aku mendapatkan bawahan yang begitu kuat sekaligus seperti ini, terlebih lagi mereka siap mati.” Gumam Zang Wei dalam hati.


“Ehem..!! Bangunlah para senior, tidak baik berlutut di depan seorang remaja 16 tahun, jika ibuku tahu, maka aku pasti akan di ceramahi selama berhari-hari.” Ucap Zang Wei mencoba menyuruh para tahanan untuk bangkit. Padahal itu hanya alasan Zang Wei saja, agar Zang Wei melihat keyakinan dan ketulusan ke 10 tahanan ini menjadi bawahannya.


Benar saja, ke 10 tahanan ini pada awalnya terkejut saat mendengar usia Zang Wei, hal tersebut membuat mereka kukuh untuk tidak bangkit dan terlihat memohon untuk di jadikan bawahan.

__ADS_1


Bahkan Wen Ju Guang kini sampai bergumam dalam hati. “Hik hiks,, aku tak menduga jika putra dan putriku mendapat seorang Tuan muda yang sangat baik, terlebih lagi ia seorang jenius yang muncul dalam ribuan bahkan ratusan ribu tahun. Kalian sungguh beruntung sekaligus membuat ayah iri Baozi, Ning'er.”


...


Di saat Zang Wei sedang menipu ke 10 tahanan agar menjadi bawahannya.


Sementara di Pasar Gelap, sebuah mansion yang cukup jauh dari hiruh pikuk, terlihat sosok Raja Ming, Pangeran Ming, Long Ji dan Zu Hao duduk di sebuah meja panjang dan saling berhadapan satu sama lain.


Tap tap..!!


“Ehem..!! Apa kalian menunggu lama?” Sapa Bai Xin yang terlihat muncul dari balik pintu masuk.


Sontak pandangan Raja Ming, Pangeran Ming, Long Ji dan Zu Hao pun langsung bangkit dan membukukkan sedikit badannya kepada Bai Xin.


“Salam Leluhur Pedang Semesta, bagaimana kabar anda?” Tanya Raja Ming yang mengenal Bai Xin sebagai Pedang Semesta.


“Hoo,, apakah itu kau bocah yang dulu menangis kepada kakekmu karena sangat ingin bertemu dengaku?” Tanya Bai Xin melirik ke arah Raja Ming.


Raja Ming pun langsung tersenyum canggung saat mengingat ia berusia 6 tahun.


Bruk..!!


Bai Xin yang kini sudah duduk, terlihat memandang ke arah Raja Ming dan Long Ji.


“Bagaimana kabar bocah nakal itu? Apakah ia masih saja tergila-gila dengan kekuatan?” Tanya Bai Xin dan yang ia maksud bocah adalah Kaisar Ming, ayah dari Raja Ming.


“Benar, ayah beberapa saat lalu baru keluar dari latihan tertutupnya, dan saat ini ia terlihat akan berangkat ke perbatasan Barat Daya, Benua Barat dan Selatan untuk berperang melawan Kekaisaran Naga Hitam,” jawab Pangeran Ming.

__ADS_1


“Dan tujuan saya datang ke Kerajaan Bintang sebenarnya adalah mencari seseorang yang bisa di ajak ikut bertarung, karena saya juga di tugaskan untuk ikut berperang di perbatasan.” Sambung Pangeran Ming yang terlihat sangat bahagia.


“Tapi saya tidak menyangka jika kedatangan saya kesini membawa sebuah keberuntungan, lantaran bisa di pertemukan oleh sosok penyelamat Benua Barat, Sang Pedang Semesta yang mampu membelah benua hingga membentuk sebuah Danau yang membentang lurus dan kini di kenal sebagai jalur antar Benua.” Sambung Pangeran Ming yang terlihat membungkukkan badan dengan hormat dan tulus.


__ADS_2