Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Mendominasi di Putaran Awal Pelelangan


__ADS_3

“100 Juta Kristal Langit.”


Tepat setelah Mo Xen Chen selesai membuka harga awal, keheningan seketika tercipta di rumah lelang, lantaran mendengar sebuah suara lembut, menawar harga di awal lelang dengan harga yang sangat mengerikan dalam sejarah lelang.


...


Woah..!!


“Apakah ini benar-benar nyata?” Teriak salah satu tamu di lantai 1.


“Hei coba kau tampar aku,” teriak tamu laiinya yang mengenakan pakaian bewarna hitam.


Wuss..!! Plak..!!


Argh..!!


“Apa-apaan kau ini, kenapa kau malah menamparku dengan begitu keras,” teriak tamu yang mengenakan pakaian bewarna hitam ke arah rekan yang menamparnya.


“Heh,, tadi kau sendiri yang meminta,” dengus rekannya.


Gemuruh seketika terdengar di lantai 1.


Sementara di lantai, banyak sekali tamu VIP 2 yang langsung menatap ke arah tamu yang berada di ruang VVIP.


Kebanyakan dari mereka tidak percaya dengan harga yang di tawarkan tadi. Bahkan ada yang sampai mencemoh jika orang yang menawar itu hanya mencari sesasi dan sebenarnya mereka tidak mempunyai uang sebanyak itu.


Jika pun punya, tak akan mungkin mereka dengan sombongnya menawar di awal lelang dengan tawaran setinggi itu.


***


“I..Ini, apa kita harus ikut menawar saudari Li?” Tanya Long Ji melirik Raja Ming sambil mengelap keringat yang muncul di keningnya.

__ADS_1


“Tidak perlu, aku cukup mengenal suara wanita tadi,” jawab Raja Ming yang malah bereaksi sebaliknya, ia malah merasa tenang dan senang saat ini.


“Huuf,, aku yakin tadi itu suara Master Lan, dia adalah sahabat dekat Ratu Jing Ling, dan pastinya Master Lan pasti akan melakukan segalanya, agar dapat membawa Ratu Jing Ling pulang bersamanya, karena Master Lan mempunyai hutang nyawa dari Ratu Jing Ling.” Gumam Raja Ming dalam hati sambil menghela nafas lega.


...


VIP 2 ruangan 02.


Terlihat sosok pria tua mendengus secara terang-terangan sambil memegangi batu komunikasi yang ada di meja, agar suara dengusannya terdengar.


“Heng,, aku tak yakin jika si ****** ini mempunyai uang, palingan dia hanya mencari sensasi saja,” dengus pria tau yang bernama Jang Wo.


“Haha,, aku rasa kau benar saudara Jang, palingan saat di cek jumlah hartanya nanti, ia hanya mempunyai beberapa ratus ribu Kristal Langit, bukan beberapa ratus juta,” sambung sosok pria paruh baya yang bernama Wang Si dan berada di VIP 2 ruangan 09.


Mendengar suara provokasi dari Patriak Klan Jang yang berasal dari Kerajaan Bulan, dan di sambut Bangsawan Kerajaan Bulan, membuat para tamu yang ada di lantai 1 mulai ragu akan tawaran Mu Lan Jia.


“Benar-benar,, jika kau memang sekaya itu, setidaknya tunjukkan dulu harta kalian, jangan main asal sebut dan pada saat pembayaran, jumlahnya malah kurang dari jumlah yang di tawarkan,” teriak para tamu yang ada di lantai 1.


...


“Si tua bangka itu, akan ku cabik-cabik tubuhmu setelah kita keluar dari Pasar Gelap ini,” ucap Mu Lan Jia dengan nada kesal di sertai mencengkram erat kedua tangannya.


Wuss..!! Tap tap..!!


“Gunakan Kristal Semesta ini untuk membuktikannya, perlu kalian ketahui, 1 Kristal Semesta, sama dengan 10 juta Kristal langit, dan juga Kristal Semesta ini jarang di miliki oleh orang-orang awam, Kristal Semesta ini hanya di miliki oleh seorang Kaisar, Raja dan beberapa dari Bangsawan kelas atas, itupun yang mereka miliki dapat di hitung jari.” Ucap Bai Xin muncul dan memberikan 1 kantong berisi kristal Semesta.


Wuss..!!


Setelah memberikan Zang Wei, Bai Xin pun langsung kembali menghilang.


...

__ADS_1


Di saat yang bersamaan, terlihat Mo Xen Chen yang mendengar keluhan para tamu, mulai mengangkat tangannya.


“Diam,” ucap Mo Xen Chen.


“Perlu kalian tahu, seseorang yang bisa menempati ruang VVIP itu bukanlah seorang yang sembarangan, mereka harus kaya, mempunyai reputasi dan kekuatan. Jadi apa kalian meragukan Rumah Lelang Tanpa Nama?” Tanya Mo Xen Chen menatap ke ruangan VIP 02 dan VIP 09 dimana Jang Wo dan Wang Si berada.


Glek..!!


Keduanya pun menelan ludah saat mendapat tatapan mengerikan dari Manager Mo Xen Chen, karena mereka semua sadar betul akan kekuatan Rumah Lelang ini yang mendominasi seluruh area Pasar Gelap Bawah Tanah Kota Janghu.


“I..Itu, bisa saja ia berbohong kepada pihak Rumah Lelang, makanya kita harus membuktikannya, apakah mereka memang benar-benar seperti yang anda katakan tadi,” ucap Jang Wo dengan nada terbata-bata dan mencoba membela diri.


Sontak ucapan Jang Wo, langsung di sambut baik para tamu.


“Hoo,, jadi kau meragukan infomasi yang di dapat Pasar Gelap ya, jika begitu kita akan buktikan langsung, dan aku harap kau hati-hati lagi akan ucapanmu kali ini, jika tidak, mungkin saja kepalamu dan seluruh anggota keluargamu akan terpenggal tanpa kau ketahui.” Ucap Mo Xen Chen dengan nada ramah di sertai senyuman ramah, agar para tamu tidak mendengar itu sebagai ancaman dari Rumah Lelang Tanpa Nama, melainkan ancaman dari orang yang Jang Wo provokasi.


Jang Wo yang mendengar itu pun langsung mengangguk percaya diri, lantaran ia mengira yang akan membahayakannya adalah Mu Lan Jia dan Zang Wei yang belum di ketahui asal usulnya dan saat ini berada di ruangan VVIP.


...


“Baiklah Nona dan Tuan yang tinggal di Ruang VVIP apakah anda bisa membuktikan kekayaan anda kepada kami semua yang ada di sini?” Tanya Mo Xen Chen yang kini melirik ke arah ruangan VVIP.


Wuss..!!


Bruk..!!


“Langsung saja keluarkan semua isi yang ada di dalam kantong penyimpanan itu,” ucap Zang Wei dengan nada dingin, tepat setelah ia melempar kantong penyimpanannya menuju panggung lelang.


“Oh ya, satu tambahan lagi, aku juga akan menawar kain hitam itu. Jadi aku akan membeli dua sekaligus, yaitu Budak dan Kain Hitam dengan harga 200 juta Kristal Langit.” Sambung Zang Wei yang terdengar nadanya sangat mendominasi, sehingga membuat semua orang hanya bisa menelan ludah.


Blushh..!! Bruk..!!

__ADS_1


Woahh..!!


__ADS_2