
Karena Mu Lan Jia terlihat tidak bisa diam, tanpa sadar tangan kanan Mu Lan Jia menyentuh gagang pintu.
Cklek..!! Bruk..!!
Terlihat Wen Zi langsung terjatuh dan di tindih oleh Mu Lan Jia dengan kakinya, agar Mu Lan Jia tidak ikut terjatuh.
“Ups,, maaf Bu,” ucap Mu Lan Jia terlihat dengan wajah sedikit memerah lantaran malu.
Sementara Zang Nian, Lu Bei dan Zang Wei yang kini saling memeluk satu sama lain, langsung melepaskan pelukan mereka dan mengalihkan pandangan ke arah Mu Lan Jia.
“Masuklah nona Lan, Wen Zi,” ucap Zang Nian sambil tersenyum hangat ke arah keduanya.
Dengan cepat Mu Lan Jia mengangguk patuh dan langsung melompat kecil untuk melewati Wen Zi.
Tap tap..!!
***
3 Bulan berlalu.
Banyak hal yang terjadi selama 3 Bulan tersebut. Di mulai dari laporan yang di buat oleh Han Liu Sheng tentang penyerangan para Assasint ke Kota Han tepat setelah 1 hari berlalunya penyerangan.
Han Liu Sheng melapor ke Klannya jika ada 100 Assasint menyerang kota tempat ia memimpin, ke 100 Assasint tersebut di utus oleh Penetua ke 3 dan Mu Lan Jia atau Master Sekte Harimau Hitam siap menjadi saksinya.
Setelah menerima laporan, Klan Han yang notabennya klan Besar seperti klan Ji, serta memiliki banyak ahli kuat yang berkerja Kerajaan Bintang.
Klan Han pun langsung menanggapi dengan cepat dan melapor kejadian tersebut ke Raja Ming Lian Ji.
Raja Ming Lian Ji yang menerima berkas laporan tersebut, langsung tidak tinggal diam setelah menemukan bukti kuat yang tak lain munculnya Master Sekte Harimau Hitam sebagai saksi.
__ADS_1
1 Hari setelah menerima laporan, Pihak Kerajaan Bintang pun langsung mengerahkan pasukan terkuatnya yang di Pimpin oleh Jendral Besar Chao Shun.
Singkat setelah Pasukan Kerajaan Bintang sampai ke Sekte Harimau Hitam.
Jendral Chao Shun hanya bisa menemukan sekutu Penetua ke 3 saja dan tidak menemukan keberadaan Penetua ke 3 serta jejaknya.
Sekutu yang di maksud adalah Penetua pertama yang diam-diam bekerjasama dengan Penetua ke 3.
Setelah menangkap penetua pertama bersama para penetua yang bekerjasama dengan penetua pertama. Sekte Harimau Hitam pun kembali normal seperti biasanya.
Bahkan beberapa gejolak aneh yang sering terjadi di Kerajaan Bintang juga ikut mereda setelah kejadian Penyerangan Kerajaan Bintang.
...
Bukan hanya itu saja, 1 bulan setelah penyerangan, mulai muncul nama yang di agungkan seorang pahlawan. Nama tersebut tak lain Zang Wei.
Entah siapa yang mulai menyebarkan nama Zang Wei ke seluruh Kerajaan Bintang, karena titik awal di ketahuinya Penetua ke 3 ini berawal dari penyelamatan Zang Wei terhadap Mu Lan Jia dan Zhao Yu. Serta penyelamatan dari kepungan 100 Assasint.
***
Tujuan mereka datang ke Kota Han adalah semata-mata ingin bertemu dengan sosok Pahlawan Zang Wei. Namun sosok yang ingin mereka temui sampai saat ini tidak di ketahui keberadaannya.
Hal tersebut membuat Pemimpin Kota cukup pusing dengan banyaknya pendatang baru ini, terlebih lagi mereka menetap dalam waktu yang cukup lama.
Hasilnya, Zang Wei yang sebenarnya cukup geram pun memanfaatkan kesempatan tersebut dan menyuruh Han Liu Sheng memperbesar Kota Han dengan cara merobohkan dinding utara dan membuat beberapa bangunan baru.
Membayangkan banyak emas yang menantinya setelah banyak bangunan baru di buat nantinya. Han Liu Sheng pun langsung menyetujuinya.
Hasilnya kini Kota Han dapat di katakan sebanding dengan Kota Besar yang biasanya di tinggali oleh Klan Besar.
__ADS_1
Banyak bangunan bertingkat bermunculan yang di isi toko-toko, penginapan dan rumah makan.
***
Timur Kota Han yang bersebelahan dengan dinding perbatasan kota.
Tap tap..!!
Terlihat sebuah rumah yang hanya berdiri sendiri di sana, dan dari gerbang rumah ada Wen Zi melangkah menuju halaman depan.
“Apa Wei'er belum selesai juga?” Tanya Zang Nian yang terlihat bermain dengan Zang Tian di hamalan rumah.
“Belum nyonya, saya rasa 4 atau 6 bulan lagi barulah Tuan muda selesai melakukan latihan tertutup, karena Tuan muda baru saja memulai latihannya 2 bulan yang lalu, setelah urusan pembangunan kota serta semua bisnis lainnya di selesaikan,” jawab Wen Zi dengan nada jujur.
Mendengar itu, Zang Nian hanya bisa mengangguk pasrah.
“Huuf,, dia sangat keras kepala sama seperti diriku,” gumam Zang Nian yang terlihat tidak tahu harus melukan apa lagi, karena sifat Zang Wei menurun darinya.
“Andai saja Wei'er bisa mengubah sifatnya seperti sifat Gege yang lemah lembut dan penurut,” sambung Zang Nian seketika tersenyum pahit karena merasa itu mustahil.
Di saat Zang Nian melamun, terdengar suara langkah kaki di sertai teriakan bahagia.
Tap tap..!!
“Oh kau pulang Wen Zi, jika begitu cepat kesini kita akan lanjutkan latihan kita,” teriak Mu Lan Jia yang muncul dari halaman belakang melalui samping rumah.
Glek..!!
Tubuh Wen Zi seketika merinding saat mendengar teriakan bahagia Mu Lan Jia.
__ADS_1
“Maaf Nona Lan, masih banyak urusan yang perlu aku selesaikan, dan aku juga lupa jika harus ke tempat Tuan Liu Fei saat ini, sampai jumpa,” teriak Wen Zi yang langsung melesat kabur.
Wuss wuss..!!