Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Mengalahkan Gu Wejian Dengan Provokasi dan Bertemu Para Budak Wanita


__ADS_3

“Hemmm..!! Hei botak, apa lututmu masih kuat bergerak?” Tanya Zang Wei melirik ke arah Gu Wejian. “Bisa-bisanya pria tua kurus kerempeng seperti dirimu tak tahu malu memaksa para wanita untuk melampiaskan diri, lantaran tidak laku-laku,” sambung Zang Wei mengejek Gu Wejian.


Blush..!!


Wajah Gu Wejian seketika memerah di sertai aurnya meledak keluar dari tubuhnya.


“Dasar manusia rendahan, akan ku bunuh kau,” teriak Gu Wejian terlihat langsung bangkit dari tempatnya berbaring bersama para wanita.


Terlihat juga para wanita langsung berlari ketakutan di saat melihat amarah Gu Wejian.


...


Sementara Zang Wei yang melihat Gu Wejian bangkit, terlihat melihat layar yang muncul di kepalanya.


Nama : Mo Gu Wejian ( Anggota Klan Mo di Benua Tengah )


Ras : Manusia Setengah Iblis


Umur : 260 Tahun


Level : Prajurit Tingkat 5 Awal


Daya Tempur : 90% ( 130% )


Kelemahan : Aliran Energi Kacau


“Hemm..!! Prajurit Tingkat 5 ya, ini tidak akan mudah,” gumam Zang Wei dalam hati.


Tapi setelah ia melihat kelemahan musuh yang aliran energi di dalam tubuhnya kacau, seketika menyeringai lebar.


Gu Wejian yang melihat pemuda di depannya semakin tersenyum lebar, seketika semakin di penuhi amarah, lantaran menduga jika Zang Wei menertawakan dirinya yang botak dan kurus.


“Akan ku cabik-cabik tubuhmu bocah sialan,” teriak Gu Wejian yang terlihat langsung melesat ke arah Zang Wei.


Wuss wuss..!!


Melihat Gu Wejian semakin di penuhi amarah, membuat Zang Wei memikirkan cara mudah untuk mengalahkan musuhnya.


“Ayo kejar aku, aku ingin lihat apakah lututmu itu kuat bermain kejar-kejaran,” ejek Zang Wei.


Dret..!!


Dengan menggunakan langkah Naga, Zang Wei langsung menggeser tubuhnya ke arah kanan untuk menghindari tangan Gu Wejian yang hendak mencengkram lehernya.


Wajah Gu Wejian semakin memerah, lantaran tidak menyangka jika Zang Wei mampu menghindari kecepatannya yang notabennya berada di Prajurit Tingkat 5 dan musuh di Prajurit Tingkat 3.


“Sialan, berani sekali kau mempermainkanku,” raung Gu Wejian kini membalik badannya dan kembali mengulurkan tangannya untuk menangkap Zang Wei.


Tapi lagi-lagi Zang Wei dengan mudah menghindar menggunakan langkah Naga.


Hal tersebut terus terjadi, hingga Zang Wei kini mulai bermain kejar-kejaran dengan Gu Wejian.

__ADS_1


Sesekali terdengar Zang Wei memprovokasi musuhnya agar membuat musuh di penuhi amarah yang meledak-ledak.


Dan terkadang Zang Wei juga memberikan serangan kejutan kepada Gu Wejian di saat ia lengah. Namun serangan kejutan yang Zang Wei berikan itu bukan serangan sembarangan, melainkan Zang Wei menyerang di beberapa titik meridian besar, agar membuat aliran energi Gu Wejian semakin kacau.


Wung..!!


Bomm..!! Bom..!!


Tap tap..!!


Huh huh huh..!!


“Kau, bagaimana bisa kau bisa sekuat ini?” Tanya Gu Wejian terlihat membelalakkan matanya, ia tak percaya jika dirinya yang berada di Prajurit Tingkat 5 Awal, sama sekali tidak mampu menyentuh Zang Wei yang berada di Prajurit Tingkat 3. Malahan dirinya lah yang selalu mendapat beberapa serangan acak dari Zang Wei.


Melihat musuh sudah mulai kelelahan, Zang Wei pun ikut menghentikan langkahnya.


“Heh,, kau saja yang terlalu lemah,” ejek Zang Wei. “Bahkan aku baru kali ini melihat manusia setengah Iblis selemah dirimu,” sambung Zang Wei.


Mendengar itu, wajah Gu Wejian mulai menghitam.


Blush..!!


Arghh..!!


Tepat di saat Gu Wejian mengeluarkan seluruh energinya, ia langsung berteriak kesakitan.


Bruk..!!


Tap tap..!!


“Hehe,, dasar idiot, sekali idiot tetap saja idiot,” ejek Zang Wei yang kini muncul tepat di depan musuhnya.


Sret sret..!!


Dengan cepat Zang Wei menotok beberapa titik di tubuh musuhnya, agar ia tidak mampu bergerak.


Bersamaan dengan itu, Zang Wei langsung mengangkat kerah baju musuhnya.


“Woah,, aku baru sadar kau ternyata sangat pendek, padahal usiamu sudah setua ini,” ejek Zang Wei melihat Gu Wejian memiliki tinggi sekitaran 160cm.


Greett..!!


Gu Wejian hanya bisa menggertakkan giginya saat mendengar ejekan Zang Wei sedari awal ia datang.


Kini Gu Wejian tidak mampu mengeluarkan suara, lantaran titik di aliran ia bisa mengeluarkan suara di totok.


“Eeh,, kenapa kau diam saja botak, jawab dong,” ucap Zang Wei cemberut layaknya ia kesal.


Hal tersebut semakin membuat Gu Wejian di penuhi amarah, hingga darah keluar dari matanya saat ini.


“Woah,, bisa-bisa kau semarah ini padahal aku hanya bertanya loh,” ucap Zang Wei tersenyum lebar.

__ADS_1


Bruk..!!


Zang Wei yang sudah mulai bosan bermain-main, kini melepaskan musuhnya.


“Hemm..!! Kau tunggu dulu, aku mau cari benang dan jarum dulu,” ucap Zang Wei mengeluarkan banyak benda aneh dari kantong penyimpanannya.


“Ah ketemu,” ucap Zang Wei terdengar kegirangan.


Tap tap..!!


Entah apa yang di pikirkan Zang Wei saat ini, dengan bahagia ia menjahit mulut Gu Wejian, bahkan hidung dan telinganya pun tak luput dari itu.


Emm..!! Emm..!!


Mata Gu Wejian hanya bisa melotot dan meronta-ronta, lantaran tidak bisa bernafas.


“Hehe,, jangan melototiku botak, jika tidak ku jahit juga matamu,” kekeh Zang Wei.


“Atau ku jahit juga ya, karena aku tidak suka matamu itu,” sambung Zang Wei dan tanpa basa basi ia menjahit mata Gu Wejian.


Kini Gu Wejian hanya meronta-ronta layaknya cacing menggeliat kesakitan saat di bakar.


Jika Zhao Hu melihat apa yang Zang Wei lakukan ke musuhnya saat ini, ia pasti akan merinding ketakutan. Karena menurut Zhao Hu, ini adalah jenis penyiksaan paling tragis menurutnya. Yaitu menyebabkan rasa sakit tak berdarah dan secara perlahan mati mengering.


Tap tap..!!


Setelah puas menyiksa musuhnya, kini Zang Wei langsung menyeret musuhnya ke dalam sebuah ruangan acak.


Cklek..!!


Di saat Zang Wei membuka pintu, pandangan pertama yang ia lihat adalah sekumpulan wanita yang sedang ketakutan, ada juga beberapa dari mereka masih terikat rantai.


Di sana juga Zang Wei melihat ada beberapa mayat yang mulai membusuk.


Wajah Zang Wei pun memerah melihat itu.


“Dasar tau bangka botak sialan,” ucap Zang Wei. “Rupanya aku masih terlalu baik kepadamu,” sambung Zang Wei yang kini ingin mengubah penyiksaannya ke mode ekstrim.


Tap tap..!!


Crash..!! Crash..!!


“Jangan takut, aku tidak akan menyakiti kalian,” ucap Zang Wei langsung melangkah ke para budak yang di tahan, lalu melepaskan ikatan rantai mereka satu persatu.


“Bagi kalian yang masih kuat berjalan, bantu yang lain untuk keluar dari sini, karena semua orang yang tinggal di sini telah di kalahkan, jadi kalian aman.” Ucap Zang Wei melirik para wanita.


Tapi para wanita ini hanya diam saja di tempatnya sambil meringkuk ketakutan di setiap sudut dinding.


“Huuf,, kondisi mental mereka sudah turun ke titik terendah, ini akan sulit untuk mengembalikan mereka ke kondisi normal.” Gumam Zang Wei merasa prihatin.


Tap tap..!!

__ADS_1


__ADS_2