
“Hehe,, bukan hanya pamanmu saja, ketiga kakak mu pun sudah setara dengan tingkat kultivasimu saat ini.” Ucap Lu Bei dengan nada bangga sambil mengacak-acak rambut Zang Wei dan Zang Tian.
“Huh,, paman, sudah Tian'er bilang, jangan mengacak rambut Tian'er lagi. Ibu sudah capek-capek merapikannya, paman malah membuatnya berantakan lagi.” Teriak Zang Tian dengan nada melengking, di sertai bibir cemberut.
Lu Bei yang mendengar teriakan keponakan kecilnya, hanya bisa menutup telinganya saja sambil tersenyum lebar.
“Haha,, paman kan bisa merapikan rambutmu,” ucap Lu Bei yang kini ingin mengendong Zang Tian.
Tapi Zang Tian terlihat memeluk erat kakaknya.
“Huh,, paman Bau, Tian'er tidak mau di gendong oleh paman,” dengus Zang Tian sambil menutup hidungnya.
Pfftt..!!
Mu Lan Jia yang menghampiri Zang Wei, kini terlihat menahan tawa saat mendengar ucapan Zang Tian.
“Apa kau Perawan Tua hah,” ucap Lu Bei mendengus ke arah Mu Lan Jia.
Tap tap..!!
“Sudah, berhenti bertengkar seperti anak kecil lagi.” Ucap Zang Nian langsung menengahi.
“Kalian ini setiap kali bertemu pasti akan bertengkar,” sambung Zang Nian terlihat menghela nafas.
Setelah membuat Lu Bei dan Mu Lan Jia diam, kini Zang Nian melirik ke arah kedua putranya.
“Ayo ajak teman-temanmu masuk Wei'er, untuk perkenalannya nanti saja setelah kalian makan,” ucap Zang Nian yang langsung di angguki oleh Zang Wei.
***
1 Bulan berlalu.
Wuss wuss..!! Trank..!!
Bomm..!!
Terlihat Pangeran Ming yang di latih oleh Lu Bei, kini mendapat perkembangan pesat, bahkan luka yang ia derita selama ini, secara perlahan sembuh.
Tap tap..!!
“Cukup Yu'er, kau bisa istirahat sambil memulihkan energimu dulu,” ucap Lu Bei dan kini pandangannya mengarah ke Sing Zhao serta Fang Du.
“Selanjutnya kalian berdua, ayo maju dan perlihatkan perkembangan dari latihan selama 1 bulan.” Ucap Lu Bei.
Sing Zhao dan Fang Du terlihat berkeringat dingin saat mendengar ucapan Gurunya.
Terlihat jelas saat ini mereka dengan terpaksa maju ke lahan kosong tempat mereka biasa bertarung.
__ADS_1
Tap tap..!!
Wung..!!
Tepat di saat Sing Zhao dan Fang Du sampai ke tengah, Lu Bei pun langsung muncul dengan tangan terayun.
Bam bam..!!
Duarr..!!
Dalam sekejap Sing Zhao dan Fang Du langsung terhempas ke dua arah berbeda.
Melihat itu, Lu Bei langsung memasang wajah penuh amarah.
“Dasar dua idiot, apa yang kalian lakukan selama 1 minggu terahir hah, bagaimana kalian bisa melawan musuh yang muncul mendadak jika menahan seranganku saja kalian tidak mampu.” Teriak Lu Bei.
“Mulai dari pertahanan, kedua kaki kalian sangat lemah, posisi kalian sangat acak, tangan kalian sangat lambat, tidak ada kesigapan sama sekali. Itu baru pertahan, belum yang lain.” Sambung Lu Bei memarahi Sing Zhao dan Fang Du.
Tap tap..!!
Sing Zhao dan Fang Du yang di marahi, hanya bisa tersenyum kecut di saat menghampiri Guru mereka.
“Sialan, bagaimana kami bisa sigap jika di saat kami baru sampai, kau langsung menyerang,” umpat Sing Zhao dan Fang Du yang terlihat hanya berani mengeluh dalam hati sambil menundukkan kepala mereka di depan Lu Bei.
“Woe woe, kenapa kalian malah diam hah, cepat jawab,” teriak Lu Bei.
...
“Urgh,, kenapa aku harus ikut dalam latihan neraka ini,” umpat Yan Chao memeluk tubuhnya sendiri.
“Hemm..!! Ini benar-benar neraka, bayangkan saja, dia tidak segan-segan menghajar kita sampai terluka, bukan hanya itu saja, ia juga menyuruh kita berlari tidak jelas dari pagi sampai hari mulai petang, belum lagi harus mengangkat batu yang di berikan formasi pemberat, di tambah kaki kita di taruh gelang pemberat. Ini pelatihan atau penyiksaa-”
Sebelum Yi Lang sempat menyelesaikan keluhannya, terlihat Lu Bei sudah muncul di depan wajahnya.
“Apa hah, ayo lanjutkan keluhanmu,” ucap Lu Bei dengan wajah seringai lebar.
Glek..!!
“Gu..Guru,, Bu..Bukan begitu yang aku maksud,” ucap Yi Lang yang kini wajahnya langsung memutih layaknya mayat hidup.
Sret..!!
“Kalian berdua ikut aku juga, kali ini porsi latihan kalian di tambah, dan perlu kalian tahu, setiap aku mendengar kalian mengeluh, aku akan menambah porsi latihan dua kali lipat,” ucap Lu Bei menyeringai lebar sambil menyeret Yi Lang dan melirik Yan Zhao, Yan Chao.
Glek..!!
Ketiganya hanya bisa memasang wajah seperti mayat hidup saat mendengar itu.
__ADS_1
Mau melawan, itu akan percuma, karena jika mereka melawan atau membantah, mereka malah di hajar habis-habisan oleh Lu Bei.
***
Di saat Lu Bei melatih Pangeran Ming Yu Xin, Sing Zhao, Fang Du, Yan Zhao, Yan Chao dan Yi Lang.
Di hutan pernah menjadi sarang Binatang Buas, kini terlihat Zang Wei berdiri di salah satu tebing air terjun tanpa mengenakan pakaian atas.
“Hemm..!! Aku masih belum bisa meningkatkan ranahku di karenakan faktor usia, jika begitu aku harus menunggu lagi,” gumam Zang Wei yang melihat lautan energi di dalam Dantiannya sudah mencapai batasnya. Jika ia memaksa, maka yang ada dantiannya akan mengalami keretakan.
“Jika begitu, sambil menunggu, aku harus memperkuat fisik ku serta memperluas bisnisku sebelum aku bisa meningkatkan kultivasiku,” sambung Zang Wei sambil melirik ke arah air terjun.
Terlihat di bawah air terjun, ada seorang yang sedang bermeditasi, ia tak lain Tetua Yu Zian.
Dret..!! Wuss..!!
Tap tap..!!
“Kosongkan pikiranmu, jangan memikirkan duniawi, bila perlu cobalah untuk menghapus semua kenangan masalalu dan dendammu, dengan begitu kau akan mampu membuka ranah selanjutnya.” Ucap Zang Wei yang kini mencoba membantu tetua Yu Zian yang terlihat gelisah.
Blush..!!
Dengan cepat Zang Wei mengalirkan energinya ke punggung tetua Yu Zian.
...
Bam bam..!!
2 Tahun berlalu.
“Tuan muda, saya sudah tidak sanggup lagi,” ucap Tetua Yu Zian yang terlihat langsung mundur dan benar-benar menyerah melawan Zang Wei bertarung menggunakan kekuatan fisik tanpa menggunakan energi.
Tap tap..!!
Zang Wei yang kini tumbuh lebih dewasa di sertai memiliki pembawaan sangat di segani pun langsung mengangguk santai.
“Terimakasih atas bantuanmu hari ini tetua Yu Zian, kau bisa kembali untuk beristiharat,” ucap Zang Wei dengan senyuman hangat.
Buur..!!
Setelah memberitahu tetua Yu Zian, terlihat Zang Wei yang berdiri di depan danau, langsung melompat untuk membersihkan badannya.
Tap tap..!!
Di saat Zang Wei naik ke permukaan, Zang Tian terlihat sudah menunggunya dan kini usianya sudah 4 tahun.
Walau usianya 4 tahun, tapi postur tubuhnya seperti anak berusia 7 tahun.
__ADS_1
“Ada tamu yang ingin bertemu denganmu Gege. Ibu menyuruh Tian'er untuk cepat-cepat membawamu pulang, karena tamu tersebut bukan orang sembarangan kata Ibu.” Ucap Zang Tian sambil mengulurkan pakaian yang sudah di siapkan Ibunya.
Sret..!!