
Melihat ada 27 butiran pil di tangannya, Zuan Lang pun menyeringai lebar. “Akhirnya aku bisa memulihkan setengah energiku, dengan begini aku bisa masuk ke dalam kota untuk memulihkan seluruh kekuatanku tanpa di sadari oleh bocah itu, karena ia pasti tidak akan pernah mengira jika aku kabur ke sarang musuh.” Gumam Zuan Lang dalam hati dan langsung menelan semua pil tersebut.
Sret..!! Glek glek..!!
***
Waktu berlalu begitu cepat, tanpa terasa sudah 10 hari terlewati semenjak kepergian Zang Wei dari Ibukota Kerajaan Bintang.
“Jadi bagaimana? Apa sebelum aku sampai kesini, kau sudah menemukan sesuatu yang mencurigakan?” Tanya Zang Wei sambil melirik ke arah Fang Du.
Fang Du di tugaskan untuk mengelola salah satu cabang Bunga Malam di kota besar yang sejalur dengan Ibukota Kekaisaran.
Selain mengelola Cabang Bunga Malam, tujuan lainnya adalah melatih beberapa Assasint yang pandai dalam membunuh, mencari informasi, serta sebuah pasukan kecil dari beberapa budak maupun penduduk miskin.
...
Fang Du yang kini di tanya tidak langsung menjawab, ia dengan santai menyurup tehnya terlebih dahulu.
“Hem..!! Saat aku mendapat perintah dari Tuan muda hampir 1 bulan yang lalu, saya langsung menyebar hampir semua Assasint muda yang baru saya latih,” ucap Fang Du terdiam sesaat.
“Pada awalnya, tidak ada yang mencurigakan selama 1 minggu setelah mendapat kabar. Namun 1 minggu kemudian, salah satu Assasint muda tidak sengaja menemukan ini cukup jauh dari Kota,” sambung Fang Du menunjukkan sebuah sobekan yang masih memiliki bercak darah.
Melihat itu, Zang Wei pun langsung menyeringai tipis.
Sementara Pangeran Ming dan Yi Lang hanya bisa melebarkan matanya saat merasakan jejak energi milik Zuan Lang di sobekan jubah tersebut.
__ADS_1
“Apa arahnya menuju Ibukota Kekaisaran?” Tanya Zang Wei dan langsung di angguki oleh Fang Du.
“Hemm..!! Saya sudah menghubungi para senior yang kebetulan sudah di sana, jadi mereka pun saat ini mungkin masih menetap di sana dan belum menuju perbatasan.” Jawab Fang Du.
Senior yang di maksud Fang Du adalah para Patriak serta Tetua Yu Zian.
Mendengar itu, Zang Wei pun merasa sedikit lega, ia pun langsung mengalihkan pembicaraan ke arah perkembangan cabang serta perkembangan para pasukan yang Fang Du latih.
...
Cukup lama Zang Wei dan Fang Du mengobrol, hingga akhirnya terlihat Zang Wei mulai bangkit, di susul Fang Du dan yang lainnya.
“Dimana anak yang kau maksud spesial, ayo tunjukkan kepadaku,” ajak Zang Wei yang kini penasaran dengan apa yang Fang Du ceritakan.
Tap tap..!!
...
Saat sampai di lantai 6, tempat khusus para anggota Bunga Malam berlatih, pandangan Zang Wei pun mengarah ke ratusan anak berusia 10 tahun hingga 17 tahun sedang berlatih.
Sret..!!
“Salam Master,” teriak para anak-anak yang langsung membungkukkan badan mereka di saat melihat Fang Du.
“Hemm..!! Kalian berbarislah seperti biasa dan hentikan aktipitas kalian untuk sementara.” Ucap Fang Du dengan nada berwibawa.
__ADS_1
Mendengar itu, semua anak-anak pun langsung berkumpul, bahkan anak-anak yang ada di ruangan khusus untuk pelatihan bela diri seperti berlatih pedang, tombak, panah pun ikut berkumpul di satu tempat.
Kini terlihat para anak-anak sedikit heran, walau mereka heran lantaran baru pertama kali di kumpulkan begini. Namun rasa penasaran mereka lebih beras ke sosok yang berdiri di samping Master mereka.
...
Zang Wei yang melihat sekitaran 200 lebih anak kini berdiri di depannya, hanya bisa kagum dengan kinerja Fang Du.
Entah bagaimana Fang Du mendapatkan mereka semua, yang pasti, semua anak-anak di depannya ini, rata-rata dari mereka adalah para budak, penduduk miskin dari berbagai tempat dan anak gelandangan.
“Perkenalkan, orang yang berdiri di sampingku ini adalah Tuan muda yang aku layani, aku bisa sekuat ini berkat dirinya dan tempat kalian saat ini juga adalah miliknya.” Ucap Fang Du sambil melirik ke arah Zang Wei dengan tatapan kagum dan penuh hormat.
“Jadi, kalian harus menghormati Tuan muda sama seperti kalian menghormatiku, apa kalian paham,” sambung Fang Du melirik ke arah anak-anak.
“Paham master,” teriak anak-anak dengan nada lantang.
Fang Du pun mengangguk puas mendengar jawaban anak-anak yang sangat penurut ini.
“Ehem,, apa ada hal lain yang ingin kau ucapkan kepada anak-anak Tuan muda? Atau kau ingin langsung aku memanggil anak yang aku maksud?” Tanya Fang Du.
Tap tap..!!
Tanpa basa basi, Zang Wei pun langsung melangkahkan kakinya sejauh 3 langkah.
“Apa ada yang ingin kalian tanyakan? Jika ada, maka tanyakanlah hal yang penting saja, aku akan menjawab 3 pertanyaan saja, jadi kalian bisa mendiskusikannya terlebih dahulu secara berkelompok.” Ucap Zang Wei.
__ADS_1
Mendengar itu, para anak-anak pun langsung membentuk 3 kelompok dengan cepat, dan pada saat mereka membentuk kelompok, terlihat pandangan Zang Wei mengarah ke sosok anak berusia 15 tahun yang berdiri dengan tatapan bingung mau ke kelompok mana, atau lebih tepatnya ia terlihat di jauhi oleh anak-anak lain lantaran wajah serta tubuhnya memiliki penyakit kulit.
Hemm..!!