Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Introgasi Dari Assasint Bertopeng ( Ketua Assasint Kematian )


__ADS_3

“Nah sekarang kalian hanya mengikuti apa yang aku perintahkan saja, dengan begitu kalian akan aman dari para Assasint yang dalam perjalanan kesini. Mengerti?” Tanya Zang Wei dan langsung di angguki oleh para tahanan, atau yang kini menjadi bawahan Zang Wei.


***


Sementara di pintu masuk menuju tambang, kini terlihat ada ribuan Assasint berdiri.


Beberapa dari Assasint tersebut, ada yang mengenakan jubah bewarna Merah dengan lambang kepala Naga bewarna hitam.


10 dari Assasint yang mengenakan jubah merah, terlihat ada yang mengenakan topeng bewajah Iblis, terlihat juga ada simbol token bewarna Emas bergelantungan di pingganya.


“Menurut informasi yang Jendral berikan, ke 10 tahanan ini sangat kuat, jadi kalian harus berhati-hati nanti saat menemui mereka.” Ucap Assasint berjubah merah dan seorang diri mengenakan topeng.


Ke 9 Assasint yang mengenakan jubah merah pun mengangguk, setelah itu 7 dari mereka langsung menyebar ke seluruh area luar tambang bersama bawahan mereka.


Sementara Assasint yang mengenakan topeng dan dua Assasint yang berjubah merah terlihat tetap berdiri di sana.


“Baiklah, mari kita masuk, semoga saja mereka masih di dalam, dengan begitu, itu akan memudahkan kita mengepung mereka, karena pintu keluarnya hanya satu.” Ucap Assasint bertopeng dan yang paling kuat.


Tap tap..!!


Ia pun masuk bersama kedua rekannya, tak lupa juga para Assasint yang mengenakan jubah hitam mengikuti dari belakang.


Setiap langkah mereka masuk ke dalam tambang, beberapa dari Assasint terjubah hitam langsung masuk pintu lorong tersebut, walau mereka sadar jika itu bukan tempat para tahanan berada, setidaknya mereka harus mengecek tempat tersebut terlebih dahulu.


Tap tap..!!


Hingga akhirnya langkah Assasint bertopeng pun terhenti di depan satu pintu lorong menuju tempat para tahanan berada.


“Kalian semua tunggu di sini, jika kalian mendengar suara pertarungan nanti, maka beberapa dari kalian cepat panggil ke 7 Assasint Kematian.” Ucap Assasint bertopeng sambil melirik para bawahannya.


Semua Assasint berjubah hitam pun langsung mengangguk patuh tanpa mengeluarkan suara.


Setelah memberitahu bawahannya, kini Assasint bertopeng dan kedua rekannya pun langsung masuk ke dalam lorong.


Tap tap..!!

__ADS_1


Tidak sampai 5 menit, kini langkah Assasint bertopeng dan kedua rekannya terhenti.


“I..Ini, apa informasinya memang benar-benar salah?” Gumam Assasint bertopeng di saat ia melihat para tahanan sedang bekerja tanpa henti.


Trank trank..!!


Patriak Xu yang sedang mengayunkan cangkulnya pun menghentikan kegiatannya di saat ia melihat Assasint bertopeng.


“Dia, ketua Asassint Kematian,” gumam Patriak Xu terkejut dalam hati.


Tapi dengan cepat ia menghilangkan ekspresi terkejutnya menjadi senyuman hangat.


Tap tap..!!


“Ehem..!! Aku sudah menunggu kedatangan kalian,” ucap Patriak Xu yang kini mendekati Assasint bertopeng.


“Lihatlah, ada seorang bocah menyusup kesini dan mengatakan akan membebaskan kami, tapi kami langsung melumpuhkannya, karena sadar tak akan mungkin bagi kami bisa bebas jika segel yang ada di kening kami masih ada.” Sambung Patriak Xu menunjuk ke arah tubuh Ma Ling yang kini masih terbaring pingsan.


Assasint bertopeng yang mendengar itu, terlihat melirik ke arah yang di tunjuk Patriak Xu.


Tap..!!


Langkah Patriak Xu pun terhenti.


Bersamaan dengan itu, salah satu Assasint berjubah merah muncul dan mengecek sosok pemuda yang Patriak Xu maksud.


“Hem...!! Dia masih hidup dan hanya pingsan saja.” Ucap assasint tersebut memberitahu Assasint bertopeng merah.


Assasint bertopeng merah pun terlihat memberikan beberapa kode kepada rekannya dan rekannya terlihat kembali mengecek tubuh Ma Ling.


Cukup lama assasint tersebut mengecek tubuh Ma Ling, ia pun terlihat bangkit dan menghampiri Assasint bertopeng dan membisikinya apa yang ia selidiki tadi.


...


Assasint bertopeng yang sudah mendapat informasi dari rekannya, kini terlihat melirik Patriak Xu dan menatapnya dengan tatapan tajam.

__ADS_1


“Mohon kerja samanya jika kalian tidak ingin terluka.” Ucap Assasint bertopeng.


Patriak Xu yang sudah menebak itu, langsung mengangguk. “Baiklah, apa yang harus aku lakukan?” Tanya Patriak Xu.


“Kumpulkan semua tahanan lainnya di satu tempat,” balas Assasint bertopeng.


...


Tak menunggu waktu lama, kini para tahanan berkumpul di satu tempat.


Walau berkumpul di satu tempat, terlihat mereka di bagi menjadi dua kelompok, yaitu 5 di kiri dan 5 di kanan.


Di bagian kanan, kini Assasint bertopeng bertanya kepada para tahanan apa yang sebenarnya terjadi di sini, dan sebelum para tahanan menjawab, Assasint bertopeng menyuruh kelima tahanan menjawab serempak.


Kelima tahanan itu pun mengangguk dan menjawab serempak.


Dari kelimanya, 3 menjawab sama dan 2 lainnya menjawab berbeda.


...


Sama halnya di sebelah kiri, kedua Assasint yang sedang mengintrogasi kelima tahanan, mendapat jawaban 3 dari mereka menjawab sama dan 2 lainnya menjawab berbeda.


Itupun bukan 1 pertanyaan yang di ajukan, melainkan beberapa kali pertanyaan.


Hingga 10 menit berlalu, kini Assasint bertopeng pun mengumpulkan semua tahanan dan kedua Assasint berjubah merah sedang mengecek semua area tambang, termasuk lubang kecil yang sudah di beritahu para tahanan jika yang membuat lubang tersebut adalah remaja berusia 16 tahun itu.


...


Tap tap..!!


“Semuanya benar, tidak ada lagi hal yang mencurigakan,” ucap Assasint berjubah merah.


“Hemm..!! Baiklah, jika begitu kami akan kembali melapor, kalian semua jangan sampai melakukan hal yang tidak-tidak lagi, dan ini adalah peringatan terahir dari Jendral kami.” Ucap Assasint bertopeng yang langsung membalik badan dan melangkah pergi bersama kedua rekannya.


Tap tap..!! Bom..!!

__ADS_1


__ADS_2