
“Hehe,, sampai mati pun kau tak akan bisa membaca Buku kosong, jadi nikmati saja waktumu untuk berusaha keras belajar menjadi orang gila,” kekeh Zang Wei.
...
Sementara Feng Wui yang melihat Buku yang terlihat kuno, wajahnya langsung berseri-seri.
Tapi tak lama, ia dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi biasa saja.
“Ehem,, saat pertama kali melihatmu, aku sudah menebak kalau kau pasti sangat dermawan dan baik hati, kini tebakanku memang terbukti,” ucap Feng Wui yang kini terlihat basa basi sambil meraih Buku yang ada di tangan Zang Wei.
Sret..!!
“Jika begitu, lakukanlah aktipitasmu nak, karena aku akan mencoba menerapkan apa yang kau beritahu sebelum membaca buku ini.” Ucap Feng Wui dan terlihat hendak pergi.
...
Zang Wei yang melihat itu pun langsung mengangguk ringan. “Baiklah, selamat tinggal senior,” ucap Zang Wei melambaikan tangannya sambil tersenyum hangat, tapi di balik senyuman hangatnya tersirap senyuman licik.
“Hehe,, aku yakin setelah kau mendapatkan yang kau inginkan, maka kau akan langsung menghilang. Jadi aku terpaksa menipumu agar kau kembali kepadaku nanti.” Gumam Zang Wri dalam hati.
***
Tap tap..!!
Beberapa menit setelah Zang Wei dan Feng Wui berpisah.
Kini Zang Wei terlihat berdiri di salah satu atap bangunan sambil melirik ke sosok wanita yang tak lain Xing Ji.
“Hemm..!! Aku mengira ia akan kembali ke Klannya, tapi ia malah menuju Istana Kerajaan,” gumam Zang Wei sambil menghela nafas.
Niatnya Zang Wei ingin menemui Xing Ji tanpa di ketahui siapapun, tapi rencananya saat ini terlihat akan di undur, lantaran Xing Ji malah menuju Istana.
...
__ADS_1
Di tempat Xing Ji, ia yang sedang melangkah bersama Wu Ji, seketika menghentikan langkahnya di saat detak jantungnya berdetak tak biasa.
“Hemm..!! Perasaan ini,” gumam Xing Ji yang langsung mencoba melihat ke area sekitarnya.
Xing Ji tahu jika perasaan yang tak pernah ia rasakan dalam 4 tahun dan kini mulia terjadi lagi, itu artinya sosok pemuda yang dulu pernah ia temui, ada di sekitaran sini.
“Ada apa Jie-Jie?” Tanya Wu Ji yang terlihat penasaran dengan tingkah kakaknya.
“Aku merasa tidak ada yang mengikuti kita,” sambung Wu Ji yang ikut melihat ke area sekitar sembari mengedarkan kesadarannya.
Xing Ji yang di tanya, hanya diam saja.
“Apa hanya perasaanku saja jika Zang Wei ada di sini ya?” Gumam Xing Ji yang memasang wajah penuh harap serta ekspresi sedikit sedih.
Setelah merasa Zang Wei benar-benar tidak ada di area tempatnya berada, Xing Ji pun membalik badannya dan langsung melangkahkan kakinya menuju gerbang Istana.
Tap tap..!!
Tapi sebelum Xing Ji benar-benar melangkahkan kakinya, ia secara sepintas melihat siluet sosok yang ia sukai di salah satu lorong bangunan.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Wu Ji yang melihat kakaknya tiba-tiba pergi pun hanya memasang wajah bingung.
“Hemm..!! Ada apa dengan Jie-Jie? Ini tidak seperti biasanya ia bertingkah seperti itu.” Gumam Wu Ji bertanya-tanya dalam hati.
Karena sedikit khawatir, akhirnya Wu Ji pun ikut mengejar kakaknya.
Dret..!! Wuss wuss..!!
***
Zang Wei yang sengaja memancing Xing Ji masuk ke arah lorong, kini terlihat menunggu di sana.
__ADS_1
Wuss..!!
Tap tap..!! Bruk..!!
Deg deg..!!
Xing Ji yang sampai dan berdiri di depan sosok mengenakan jubah pun langsung memeluk sosok tersebut.
“Kenapa kau lama sekali menemui ku?” Ucap Xing Ji dengan nada lirih.
Zang Wei yang di peluk, hanya diam saja sambil mengusap rambut Xing Ji.
Blush..!!
Terlihat Zang Wei langsung membuat ilusi di tempatnya berdiri, itu ia lakukan agar Wu Ji tidak bisa melihat mereka berdua.
“Maafkan aku tidak bisa menemui dalam waktu dekat setelah berjanji waktu itu, itu karena aku memiliki banyak urusan yang belum di selesaikan,” ucap Zang Wei dengan nada lembut.
“Bahkan sampai detik ini pun urusanku masih belum selesai, jadi aku hanya bisa menemuimu selama 3 hari saja, setelah itu aku akan langsung pergi lagi.” Sambung Zang Wei.
Mendengar itu, tubuh Xing Ji seketika bergetar, entah kenapa Xing Ji merasa sedih di tinggal dan sangat ingin terus bersama Zang Wei.
Walau ia bertemu hanya sekali dengan Zang Wei 4 tahun yang lalu, entah kenapa Xing Ji langsung merasakan perasaan nyaman saat berada di sisi Zang Wei dan perasaannya mengatakan jika sosok Zang Wei adalah sosok yang ia cari-cari selama ini, yaitu sosok yang bisa melindungi dirinya dari kondisi apapun.
“A..Apakah aku bisa mengikutimu kali ini?” Tanya Xing Ji yang kini melepaskan pelukannya dan menatap Zang Wei dengan wajah memohon.
“Kali ini aku sudah cukup kuat dan pastinya tidak akan membebani perjalananmu, jadi bawa aku pergi bersamamu.” Sambung Xing Ji dengan teguh ingin mengikuti Zang Wei.
Tapi Zang Wei langsung menggelengkan kepalanya.
“Perjalananku kali ini sangat berbahaya, bukti pertama adalah hancurnya kota Zuan karena pertarunganku dengan salah satu Jendral Bayangan dari Organisasi Kabut Malam.” Ucap Zang Wei sambil memegang kepala Xing Ji layaknya anak kecil.
“Kekuatan mereka pun tidak seperti yang pernah kita bayangankan sebelumnya, karena kekuatan salah satu dari Jendral Bayangan saja berada di Ranah Prajurit Tingkat 9, kekuatan tersebut mampu meratakan Kerajaan ini.” Sambung Zang Wei.
__ADS_1
“Dan akan bahaya jika kau mengikutiku memburu setiap Jendral Bayangan yang pastinya memiliki banyak bahawan berbahaya. Jadi aku harap kau mengerti jika aku tidak mengizinkanmu ikut.” Ucap Zang Wei yang kini melihat Xing Ji meneteskan air matanya, lantaran kecewa.