Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Terdesak dan Ingin Memanfaatkan Jin Xuan


__ADS_3

“Huh, banyak bacot, mati saja kau,” teriak Patriak Xiao yang terlihat muncul di depan Jin Xuan dan langsung mengayunkan pedangnya ke arah lengan kiri Jin Xuan.


Slash..!!


Dengan cepat Jin Xuan mengalirkan seluruh energinya, hanya untuk menghindari serangan Patriak Xiao.


Terlihat Jin Xuan langsung menggerakkan badannya ke arah kanan.


Crash..!!


Argh..!!


Jin Xuan langsung berteriak kesakitan di saat pundak kirinya tergores.


Beruntung Jin Xuan cepat, jika terlambat sedetik saja, Jin Xuan yakin lengan kirinya akan terputus.


Huh huh..!!


Setelah melempar tubuhnya. Kini, Jin Xuan terlihat terengah-rengah dalam jarak kurang lebih 7 meter dari tempat Patriak Xiao berdiri.


Setelah melihat jaraknya cukup jauh, sontak Jin Xuan melirik ke arah Wen Zi yang di kepung puluhan para ahli bela diri tingkat tinggi yang rata-rata paling lemah berada di Ranah Prajurit Tingkat 5 menengah.


Melihat idolanya yang saat ini tubuhnya di penuhi luka goresan senjata dan terlihat idolanya sama sekali tidak berteriak kesakitan maupun di penuhi amarah.


Malah Jin Xuan melihat idola semakin tenang setiap detiknya, seolah idolanya ini tidak merasakan rasa sakit dan tidak merasa dalam keadaan bahaya.


“Urgh,, Tuan Zang, kau adalah yang terbaik, mulai saat ini, aku akan mengikutimu kemana pun kau pergi dan mengikuti semua yang kau ajarkan.” Gumam Jin Xuan dalam hati.


“Tetapi, jika aku berhasil selamat dari sini, jika aku mati, maka ini akan menjadi pertemuan pertama sekaligus terahir kita,” sambung Jin Xuan yang kini melirik ke arah Patriak Xiao dan dua Bangsawan yang melesat ke arahnya.


Sontak Jin Xuan langsung menarik nafas sedalam mungkin dan juga memasang kuda-kuda terkuatnya.

__ADS_1


Ia kini siap bertarung dalam keadaan hidup dan mati, sama seperti yang ia lihat dari idolanya dan tidak memikirkan bagaimana caranya kabur ataupun selamat dari pertarungan ini.


Dret..!!


“Akan ku layani kalian sampai titik darah terahirku,” ucap Jin Xuan terdengar dingin.


Wung..!!


Slash slash..!!


Bertepatan dengan selesainya Jin Xuan bicara. Patriak Xiao, dan dua bangsawan yang sudah muncul langsung mengayunkan senjata mereka dari 3 arah berbeda.


Jin Xuan yang sudah dalam keadaan tenang, seketika terpana di saat melihat bilah pedang ketiga musuhnya terasa sangat lambat.


Memanfaatkan hal tersebut, Jin Xuan pun langsung membungkukkan badannya sambil melihat ke segala arah, ia mencoba untuk lepas dari kepungan ketiganya yang terlihat tanpa celah.


Namun Jin Xuan yakin jika tidak ada yang tidak mungkin, dan benar saja apa yang Jin Xuan yakini, ia seketika melihat adanya celah tepat di bawah pinggang dari kedua Bangsawan yang ada di depannya.


Wuss..!!


Slash slash..!!


Bersamaan dengan bergeraknya Jin Xuan, terlihat ketiga bilah pedang dari Patriak Xiao dan dua Bangsawan langsung terdengar meledak di tempat Jin Xuan berdiri sebelumnya.


***


Di tempat Wen Zi.


Wen Zi yang saat ini di kepung oleh Wang Si, Jang Wo, para Bangsawan dan Patriak Klan Besar.


Slash..!!

__ADS_1


Tepat setelah Wen Zi melakukan manuver di udara dan mendarat, terlihat salah satu Patriak yang sudah menunggu Wen Zi mendarat, langsung mengayunkan pedangnya ke arah punggung Wen Zi.


Bukan hanya Patriak tersebut, ada dua Bangsawan juga yang ikut menyerang Wen Zi di saat bersamaan dari kiri dan kanan.


Slash slash..!!


Wen Zi yang sudah merasakan itu sebelum ia turun, terlihat memutar kakinya dan melakukan salto ke udara untuk menghindari serangan ketiga.


Wen Zi yang masih di udara, kini dengan cepat memutar tubuhnya lagi di udara agar kepalanya yang mengarah ke bawah.


Saat kepala Wen Zi mengarah ke bawah, ia pun melihat area sekitar dan mencari cara bagaimana ia bisa lepas dari kepungan musuh.


Namun dalam jarak 20 meter, terlihat beberapa Bangsawan dan Patriak Klan Besar sudah mengantisipasi dan menunggu di sana, karena mereka sadar jika Wen Zi ini sangat licik, salah sedikit saja, ia pasti akan memanfaatkan celah tersebut untuk melarikan diri.


“Sial, apa yang telah Tuan muda lakukan sehingga mereka seketat ini dan mereka sama sekali tidak membuat celah sekecil mungkin. Jika begini, apa boleh buat, akan ku manfaatkan dia,” umpat Wen Zi dan langsung mengutuk Zang Wei.


Tapi Wen Zi tidak kehabisan ide, ia langsung melirik ke arah Jin Xuan yang saat ini dapat di katakan setengah sekarat.


Trank..!! Wuss..!!


Tepat di saat Wen Zi memutar kembali tubuhnya dan akan terjatuh ke tanah, terlihat salah satu Bangsawan yang mengayunkan pedangnya ke arah kaki Wen Zi.


Bukannya berhasil melukai kaki Wen Zi, malah Wen Zi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuat ujung bilah pedang musuhnya sebagai pijakan dan melesat ke arah Jin Xuan.


“Sialan, apa yang kau lakukan dasar Bangsawan bodoh,” teriak Patriak Shan dan Wang Si yang melihat betapa bodohnya rekannya dengan membiarkan Wen Zi kabur.


Setelah memarahi rekannya, Wang Si, Jang Wo, Patriak Shan dan yang lainnya langsung mengejar Wen Zi sambil berteriak ke arah Patriak Xiao jika Wen Zi saat ini bergerak kesana untuk menyelamatkan rekannya.


Wuss wuss..!!


“Hati-hati Patriak Xiao, bocah licik itu sedang menuju ke arahmu untuk menyelamatkan targetmu,” teriak Wang Si.

__ADS_1


Patriak Xiao yang mendengar itu pun langsung membalik badannya dan pada saat Patriak Xiao membalik badannya, terlihat lutut Wen Zi sudah berjarak 10cm dari wajah patriak Xiao.


Wung..!! Bam..!! Krak krak..!!


__ADS_2