
“Pimpin mereka untuk membakar seluruh wilayah ini dan bawa para budak melalui jalur Timur laut,” perintah Wen Zi dan setelah itu ia terlihat langsung melesat seorang diri ke arah Timur Laut.
Dret..!! Wuss wuss..!!
***
Genap setelah 4 Tahun Zang Wei bersama keluarganya, dan usia Zang Wei sudah mencapai 20 Tahun.
Kini terlihat Zang Wei berkumpul bersama Ibu, adik, paman, kakak, dan para bawahannya.
“Jadi kau akan pergi lagi?” Tanya Zang Nian terdengar dengan nada sedih, setelah ia mendengar niat putranya yang akan pergi lagi.
“Hemm..!! Tujuan Wei'er pergi adalah untuk menambah pengalaman Wei'er yang masih banyak kekurangan ini, Wei'er juga ingin melihat luasnya Benua ini.” Ucap Zang Wei dengan nada tulus dan lemah lembut.
Mendengar alasan putranya, Zang Nian pun terdiam.
“Huff,, pergilah nak, tapi dengan syarat jangan membahayakan diriku terlalu jauh, dan jika ada kesempatan, maka pulanglah untuk melihat keluargamu yang ada di sini.” Ucap Zang Nian yang sadar jika jiwa putranya ini mirip dengan jiwa ayahnya, yaitu jiwa yang ingin bebas menjelajahi semua tempat yang belum pernah di datangi. Jadi, Zang Nian pun tidak akan bisa mengekang putranya.
Tap tap..!!
Dengan cepat Zang Wei mendekati ibunya dan langsung memeluk kakinya.
“Terimakasih Bu,, kau memang Ibu yang terbaik di Alam Semesta ini,” ucap Zang Wei di sertai mengeluarkan seutas senyum bahagia.
Zang Nian pun hanya bisa mengangguk sambil mengusap rambut putranya.
Tak lama setelah itu, mereka berdua pun melanjutkan obrolan mereka bersama yang lain.
__ADS_1
...
Malam harinya.
“Jadi,, kemana tujuan awalmu saat ini?” Tanya Lu Bei yang kini duduk samping keponakannya, sambil menggendong putrinya yang berusia 1 tahun lebih.
“Ibukota, Wei'er akan kesana terlebih dahulu untuk menemui beberapa orang yang Wei'er kenal di masa lalu. Setelah bertemu mereka, tujuan Wei'er akan pergi ke Kerajaan Awan,” jawab Zang Wei sambil melirik ke arah anak pamannya yang bernama Mu Lin Qi.
Sama halnya dengan kakaknya, Lu Bei sengaja tidak memberikan nama marganya kepada putrinya, tapi menggunakan nama marga Istrinya.
“Mungkin Lin'er sudah dewasa saat Wei'er kembali kesini, jadi jangan lupa untuk memberitahu jika aku adalah sepupu tertuanya paman.” Sambung Zang Wei yang kini mengusap rambut sepupunya.
“Hemm..!! Tentu saja,” jawab Lu Bei mengangguk dengan serius.
“Oh ya,, paman lupa, untuk semua murid paman, apa kau serius akan menempatkan mereka menjadi Manager di setiap Cabang Besar yang berlokasi di setiap Ibukota Kerajaan dan beberapa tempat strategis?” Tanya Lu Bei terlihat penasaran.
Zang Wei pun langsung mengangguk. “Hemm..!! Karena saat ini mereka tidak terlalu di butuhkan, jadi Wei'er akan menaruh mereka sebagai Manager, itu adalah permintaan mereka juga, karena tidak memiliki pekerjaan lain setelah aku pergi.” Jawab Zang Wei.
“Paman tenang saja, walau Yan Chao, Yan Zhao dan Fang Du agak bar-bar, mereka sebenarnya cukup cerdas. Jadi paman tidak perlu mengkhawatirkan mereka.” Balas Zang Wei.
Mendengar itu, Lu Bei pun hanya bisa mengangguk mengiyakan.
***
Keesokan paginya.
Kini terlihat Zang Wei, Pangeran Ming dan Shang Liu akan melakukan perpisahan dengan Zang Nian, Zang Tian, Lu Bei, Mu Lan Jia dan yang lain.
__ADS_1
“Hati-hatilah nak, ingat untuk tetap makan tepat waktu,” ucap Zang Nian memeluk putranya.
“Hemm..!! Ibu tenang saja,” jawab Zang Wei sambil melepaskan pelukannya dan melirik ke arah adiknya yang kini hampir berusia 6 tahun.
“Kau sudah semakin dewasa Tian'er, jadi jangan nakal dan jagalah Ibu,” ucap Zang Wei mengacak-acak rambut adiknya.
Zang Tian hanya bisa memasang wajah berkaca-kaca di sertai bibir moncong saat melihat kakaknya akan pergi.
“Hiks hiks..!! Gege,, jika Tian'er sudah besar nanti, bawahan Tian'er untuk mengelilingi Benua ini, kau harus janji ya,” ucap Zang Tian mengacungkan jari kelingkingnya.
Zang Wei pun langsung menyambut di sertai anggukan kepala.
...
Setelah berpisah dengan Ibu, dan keluarganya, kini pandangan Zang Wei mengarah ke Yan Zhao, Yan Chao, Fang Du, dan Sing Zhao.
“Karena tujuan kita beda arah, maka kita akan berpisah di sini, dan ingatlah untuk jangan berlebihan dalam membuat masalah. Paman akan marah jika mendengrnya.” Ucap Zang Wei melambaikan tangannya dan langsung melesat.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Dengan cepat Pangeran Ming dan Shang Liu mengikuti dari belakang.
***
Tap tap..!!
__ADS_1
1 menit telah berlalu, kini terlihat Zang Wei, Pangeran Ming dan Shang Liu sampai Kota Han.
Terlihat di depan gerbang, Patriak Wen, Patriak Xu, Patriak Yan, Patriak Fang, Tetua Yu Zian, Zhao Yu dan Han Liu Sheng sudah menunggu kedatangan Zang Wei dari tadi.