
Terlihat no 250 yang kini mendengar ucapan masternya, langsung memasang wajah tersenyum bahagia. Walau jauh di dalam hatinya, ia ragu jika penyakitnya ini bisa di sembuhkan.
Tap tap...!!
Terlihat pangeran Ming yang sedari awal diam sambil memperhatikan para anak-anak, kini menghampiri Zang Wei dan langsung membisikinya beberapa kata.
Hemm..!!
Zang Wei yang mendengar itu pun langsung mengangguk ringan. “Bawa saja dia ke tempat berbeda, aku akan menemui mu nanti, karena aku akan pergi sebentar bersama adik ini,” ucap Zang Wei sambil mengibaskan tangannya.
Blush..!!
Setelah tangan Zang Wei meraih tubuh no 250, ia langsung lenyap dari sana bersama no 250.
***
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Baiklah adik kecil, aku akan langsung saja ke intinya,” ucap Zang Wei terdengar serius.
__ADS_1
“Apakah kau ingin menjadi pelindung keluargaku? Jika ia, maka aku akan langsung menyembuhkanmu dan tentunya melatihmu menjadi pembunuh bayangan.” Sambung Zang Wei yang terlihat tidak menyembunyikan niat aslinya.
No 250 yang mendengar itu tanpa basa basi langsung mengangguk. “Saya mau Tuan muda,” jawab no 250 dengan nada polos.
“Saya langsung setuju, karena entah kenapa saya merasakan kehangatan berada di dekat anda serta orang-orang yang ada di sekitaran anda,” sambung no 250 sambil melirik ke arah Zang Wei dengan tatapan mata penuh tekad dan juga bahagia.
“Hoo,, sesuai dugaan, insting bawaan anak ini memang sesuai dari yang aku kira,” gumam Zang Wei yang menyadari jika energi Cahaya di dalam tubuh anak ini memang benar-benar energi bawaan.
Kelebihan dari terlahir dengan energi Cahaya adalah, ia mampu mendeteksi niat seseorang, dan ia akan tahu jika seseorang tersebut apakah tulus atau berbohong.
Namun saat ini Zang Wei tahu jika anak tersebut belum menyadari kelebihannya ini, ia juga merasa anak ini terlalu polos. Jadi, Zang Wei berencana mendidiknya menjadi sosok tegas, tidak memiliki keraguan dan tentunya harus patuh serta setia kepadanya.
...
“Oh ya, satu lagi, mulai saat ini nama mu adalah Zai Sheng, yang artinya Cahaya.” Sambung Zang Wei.
***
Di saat Zang Wei berada di kota yang tidak jauh dari Ibukota Kekaisaran.
Sementara di Ibukota Kekaisaran, kini terlihat Patriak Xu, Wen, Yan, Fang dan Tetua Yu Zian baru kembali dan duduk di ruangan Cabang Bunga Malam.
__ADS_1
“Jadi, apakah di antara kalian, ada yang menemukan petunjuk keberadaan Zuan Lang?” Tanya Patriak Wen melirik ke arah para saudaranya.
Namun terlihat mereka semua menggelengkan kepala.
“Untuk menemukan jejak Zuan Lang sangatlah sulit, dari semua Jendral Bayangan, dia memang yang terlemah, tapi dia juga yang paling ahli dalam bersembunyi,” ucap Patriak Xu mengungkapkan pendapatnya.
“Kau benar, walau aku belum pernah bertemu dengannya, aku sering mendengar rumornya saat masih berada di Benua Tengah, Zuan Lang itu paling sulit di temukan, karena ia selalu menggunakan para pion-pionnya dalam menjalankan rencananya. Bahkan dari rumor yang ku dengar, ia bisa mengubah wajahnya sesuka hati.” Sambung Patriak Yan sembari mengangguk-angguk.
...
“Huuff,, jadi artinya kita harus kembali bergerak lagi mencarinya jejaknya sebelum Tuan muda sampai kesini.” Ucap Patriak Wen menghela nafas berat.
“Hemm..!! Tapi kali ini menurutku, kita harus bergerak secara berkelompok, karena takutnya saat menemukannya, malah kita yang akan langsung di bunuh,” ucap tetua Yu Zian menyahut.
Mendengar itu, para patriak pun seketika mengingat informasi yang kemarin mereka terima jika Zuan Lang ternyata sangat kuat, dan Zuan Lang juga selama ini menyembunyikan kekuatannya.
...
Cukup lama para patriak berdiskusi, hingga akhirnya mereka pun terlihat kembali bangkit.
“Jika begitu, aku bersama saudara Wen akan langsung menuju pusat, walau di sana ada Kaisar Ming, aku merasa ia mungkin bersembunyi di sana,” ucap Patriak Yan, ia merasa jika semakin bahaya tempatnya, maka di sanalah tempat terbaik bagi musuh bersembunyi.
__ADS_1
Dret..!! Wuss wuss..!!