
Zang Wei yang telah mendengar cerita pamannya pun hanya diam saja sembari merenung sesaat, tapi tak lama, Zang Wei mengeluarkan seutas senyum hangat yang ia perlihatkan kepada pamannya.
“Paman tenang saja, jika itu yang ayah dan Ibu inginkan, maka Wei'er akan menuruti apapun kata mereka.” Ucap Zang Wei dengan nada tenang, tapi dalam hatinya berkata lain.
Terlihat jelas saat ini Zang Wei mencengkram erat kepalan tangan kanannya hingga mengeluarkan darah, namun Lu Bei tidak melihatnya.
“Klan Lu, lambat laun akan ku hancurkan kalian, tunggu saja, tidak akan lama aku akan mendatangi kalian semua setelah aku menghancurkan semua dendamku yang ada di sini,” gumam Zang Wei dalam hati.
***
Di saat yang bersamaan, Dan Jiansen yang menuju ke kediaman pemimpin Kota, saat ini ia telah berada di ruang tamu.
Dengan arogan Dan Jiansen mengangkat kakinya ke atas meja.
Pemimpin kota yang melihat kelakuan Dan Jiansen, hanya bisa mengepalkan erat tangannya sembari mengumpat dalam hati.
“Sialan, kesabaranku ada batasnya, jika kau melebihi batas, aku tidak akan peduli kau itu murid siapa,” gumam Pemimpin kota dalam hati.
Saat ini tingkat kultivasi Dan Jiansen ada di Prajurit Tingkat 3 Menengah di usia 26 tahun. Dan itu sudah di anggap masuk jajaran jenius di usia 20 tahunan bisa mencapai tingkatan tersebut.
Sementara kekuatan pemimpin kota ada di Prajurit Tingkat 3 Ahir, namun kebanyakan penduduk kota mengetahui Pemimpin kota hanya berada di Prajurit Tingkat 2 saja. Dan tidak ada yang mengetahui tingkatan aslinya kecuali beberapa orang saja.
...
“Ehem,, Tuan muda, jika saya boleh tahu, apa tujuan anda datang ke kota kecil ini?” Tanya Pemimpin kota yang bernama Han Liu Sheng.
Dan Jiansen yang sedang menikmati peristirahatannya karena perjalanan jauh, langsung memandang Pemimpin kota.
“Apa-apaan kau ini, apakah begini cara pemimpin kota menjamu tamunya, tanpa adanya arak dan wanita hah,” teriak Dan Jiansen melototi Han Liu Sheng.
__ADS_1
Brak..!!
“Aku tidak butuh ini semua, cepat bawakan aku arak dan beberapa wanita cantik untuk menghilangkan rasa haus dan lelahku,” sambung Dan Jiansen langsung melempar makanan dan mimunan yang ada di depannya ke arah wajah Han Liu Sheng.
Blush..!!
“Aku sudah sabar dengan tingkah lakumu yang kurang ajar itu, tapi kau sungguh kelewatan batas.” Ucap Han Liu Sheng kini mengeluarkan auranya dan langsung menekan tubuh Dan Jiansen, hingga membuat Dan Jiansen merasakan tekanan yang sangat kuat, bahkan darah keluar dari mulut Dan Jiansen.
Perlu di ketahui, perbedaan 1 tahap itu sudah sangat besar, walau ada di tingkat yang sama.
Bahkan bawahan Dan Jiansen yang rata-rata di Prajurit Tingkat 3 Awal, terlihat merangkak di lantai.
“Si..Sialan, apa kau tidak takut Masterku akan mencincang tubuhmu hah,” teriak Dan Jiansen mencoba mengancam Han Liu Sheng.
Tapi Han Liu Sheng yang sudah kehilangan batas kesabaran dan dalam keadaan di penuhi amarah, tentu saja tidak peduli jika dirinya mati, asal ia bisa membunuh bajingan arogan di depannya ini.
Tap tap..!!
“Apa kau kira aku takut dengan Mastermu, perlu kau tahu, aku ini dari Klan Han, klan besar yang bahkan Mastermu sendiri tidak akan berani menyentuh klan ku,” dengus Han Liu Sheng menjambak rambut Dan Jiansen hingga membuat Dan Jiansen berteriak.
Dan Jiansen yang mendengar itu, seketika melototkan matanya, ia seketika teringat jika nama marga pemimpin kota ini sama dengan marga klan Han.
“I..Ini,, ini pasti ada kesalah pahaman Tuan, ya benar, pasti terjadi salah paham di antara kita,” ucap Dan Jiansen langsung dengan nada ketakutan dan terbata-bata.
Han Liu Sheng langsung mendengus dingin. “Orang seperti dirimu sudah ratusan kali ku temui. Kau hanya takut kepada yang lebih kuat, tapi sok berkuasa kepada yang lebih lemah, dasar sampah pecundang,” dengus Han Liu Sheng.
Krak..!!
Arghh...!!
__ADS_1
“Si..Sialan kau,” teriak Dan Jiansen saat tangan kanannya di patahkan oleh Han Liu Sheng.
Tap tap..!!
Bersamaan dengan Han Liu Sheng ingin menyiksa Dan Jiansen terlebih dahulu sebelum membunuhnya.
Terdengar suara langkah kaki yang membuat Han Liu Sheng sedikit waspada dan membuat Dan Jiansen merasa senang.
Tap tap..!!
Tapi saat melihat siapa yang muncul, Han Liu Sheng langsung menghela nafas.
Sementara Dan Jiansen langsung berteriak. “Tuan dari Menara Informasi, tolong bantu aku, dia ingin membunuhku.”
“Cepatlah, saat ini aku sangat menderita dan jika kau terlambat, akan ku laporkan kau kepada Sekteku, hal itu pasti akan merugikan kerja sama Pemimpin Menara Informasi dengan Sekte ku,” teriak Dan Jiansen memberikan ancaman.
Tapi Topeng Harimau dan Topeng Rubah yang muncul, terlihat dengan santai melangkah menuju Han Liu Sheng.
“Apa yang terjadi? Apa kau tidak takut di buru oleh Sekte Harimau Hitam?” Tanya Topeng Harimau melalui telepati.
“Huuf,, dia terlalu berlebihan yang membuat kesabaranku hilang. Tapi apa boleh buat, karena terlanjur melukainya, maka aku akan membunuhnya dan menutup buktinya selama mungkin,” ucap Han Liu Sheng dengan nada memendam amarah dan suara Han Liu Sheng pun di dengar oleh Dan Jiansen.
Glek..!!
“A..Apa yang kau lakukan?” Tanya Dan Jiansen sembari menelan ludah. “Dan juga kau, kenapa kau tidak membantuku? Apakah kau tidak takut pembatalan kerja sama antara Sekte ku dengan Menara Informasi,” sambung Dan Jiansen melirik ke arah Topeng Harimau.
“Hemm..!! Mau mati saja kau masih bisa membual,” ucap Topeng Harimau dengan nada dingin.
“Biar ku beri tahu kau, jika aku bukan berasal dari Menara Informasi, dan perlu kau tahu, aku akan menghancurkan Menara Informasi sampai ke akar-akarnya,” sambung Topeng Harimau yang langsung membuat Dan Jiansen menelan ludah.
__ADS_1