
Wuss..!! Bom bom..!!
Setiap area yang kelompok Assasint kematian lewati, langsung mereka hancurkan tanpa pandang bulu, dengan begitu tidak sampai 1 menit, mereka akan sampai ke tempat para tahanan berada.
...
Kini Assasint bertopeng dan bawahannya terlihat akan sampai ke pusat tambang.
Wuss..!!
Bom..!!
Terlihat Assasint bertopeng langsung mengulurkan tangannya dan menembakkan telapak tangan energi ke arah pusat tambang saat masih di dalam lorong.
Tap tap..!!
Bersamaan dengan ledakan besar tercipta di pusat tambang, kini Assasint bertopeng dan bawahannya langsung muncul.
Pandangan yang pertama kali Assasint bertopeng lihat setelah sampai adalah ruangan yang kini tidak ada penghuninya, kecuali mayat telah bawahannya bunuh beberapa waktu lalu.
Tap tap..!!
Tatapan Assasint bertopeng sangat dingin saat melangkah menuju mayat Ma Ling.
“Sesuai dugaan, ia mampu menutupi jejak segel budak yang menempel di tangan anggota klan Jin,” gumam Assasint bertopeng setelah ia menghancurkan formasi ilusi yang menutup segel budak milik Ma Ling.
Bam..!!
Setelah mengecek kebenaran yang Wen Zi katakan benar, kini Assasint bertopeng langsung meledakkan tubuh Ma Ling.
“Ayo kita buru mereka, dan semoga saja segel budak yang ada di kening mereka masih belum di hancurkan, jika tidak, maka akan menjadi sangat berbahaya bagi organisasi.” Ajak Assasint bertopeng.
Wuss..!!
Assasint bertopeng bersama ke 9 Assasint berjubah merah pun langsung melesat ke dalam lubang kecil. Sementara para Assasint berjubah hitam terlihat kembali melalui jalur mereka masuk tadi.
__ADS_1
***
Di tempat Zang Wei dan para bawahannya.
Terlihat saat ini Patriak Xu dan Patriak Yan sedang menghancurkan area tambang sebelah utara, itu mereka lakukan untuk membuka jalur pelarian.
“Hemm..!! Titik yang kau tandai memang benar jalur terbaik untuk melarikan diri menuju laut.” Ucap Zang Wei melihat peta yang Ling Mue tunjukkan kepada dirinya.
“Tapi jalur menuju ke laut ini sangat panjang dan membutuhkan waktu lama, sementara para Assasint yang memburu kita, tidak lama lagi akan sampai ke sini. Jadi,” ucap Zang Wei yang kini menghentikan ucapannya, karena ia fokus melihat peta.
Hemm..!!
“Jadi, kita akan membuat dua jalur, yang satunya adalah jalur pengalihan, tapi ada resikonya, karena saat membuat dua jalur, kita membutuhkan relawan yang mau masuk ke jalur pengalihan untuk memecah para Assasint ini.” Sambung Zang Wei sambil melirik ke arah para bawahannya.
Tap tap..!!
“Biar aku saja yang akan menjadi relawannya, karena aku juga sudah siap dengan segala resikonya.” Ucap Sing Zhao langsung maju dan mengangkat tangannya.
“Hehe,, jangan lupakan aku, aku tak ingin menjadi beban saat ini, jadi aku ingin membuat sedikit kontribusi sebagai relawan.” Sambung Tetua Yan Chao dan Yan Zhao.
“Apa kalian yakin?” Tanya Patriak Yan Tian.
“Tentu saja Patriak, kami selama ini hanya diam saja, jadi kami ingin berolahraga sedikit.” Jawab kedua tetua tersebut serempak.
Patriak Yan Tian pun mengangguk. “Bagus, jangan kecewakan Tuan muda dengan mati begitu cepat, dan jangan membuat malu Klan kita.” Ucap Patriak Yan yang terlihat tidak ingin mengengkang keinginan kedua tetuanya.
Tetua Yan Chao dan Yan Zhao pun langsung membungkukkan badannya ke arah Patriak Yan Tian.
“Tenang saja, kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan.” Ucap kedua tetua dengan penuh tekad.
...
Zang Wei yang melihat 3 orang mau menjadi relawan pun mengangguk setuju.
Kini Zang Wei langsung meminta bantuan untuk membuat terowongan pengalihan menuju Selatan kepada Tetua Yu Zian, Patriak Fang Gu dan penasehatnya Fang Du.
__ADS_1
...
Waktu berjalan begitu lambat.
Setelah hampir 10 menit yang terasa 1 jam lebih bagi Zang Wei dan bawahannya, kini dua terowongan menuju dua arah berbeda telah selesai.
“Jika begitu, Kau Tuan Xu dan Tuan Wen, pimpin yang lain menuju laut. Sementara aku bersama Sing Zhao, Tuan Fang dan penasehatnya, akan menuju selatan sebagai pengalih.” Ucap Zang Wei yang langsung memberikan perintah mengejutkan.
Eehh..!!
“Tu..Tuan muda, apa anda tidak ikut dengan kami?” Tanya Patriak Xu dan yang lainnya.
Zang Wei pun menggelengkan kepalanya.
“Akan berbahaya jika Assasint bertopeng itu mengejar kalian menuju laut. Jadi, aku perlu mengalihkannya agar ke lorong selatan.” Jawab Zang Wei.
Patriak Xu dan yang lainnya pun terdiam sesaat. Kini mereka paham maksud dari ucapan Zang Wei.
Zang Wei tidak ingin mereka mati, terlebih lagi energi mereka belum pulih melebihi 10%. Jadi, jika Asassint bertopeng mengejar mereka, maka mereka akan langsung mati dan itu akan membuat semua pengorbanan Zang Wei sia-sia.
“Kami tidak akan menyia-nyiakan semua kebaikan anda Tuan muda,” ucap Patriak Yan yang kini berlutut dengan satu kaki.
“Yakinlah, kami akan membalasnya dengan nyawa kami suatu hari nanti.” Ucap Patriak Xu yang ikut berlutut.
“Saya yakin jika Baozi sangat bahagia menjadi bawahan dari orang seperti Tuan muda. Saya pun sangat bangga bisa menjadi bawahan anda saat ini. Inilah sosok pemimpin sejati.” Ucap patriak Wen.
“Jika kita bertemu lagi setelah keluar dari tempat ini, aku siap menjadi tameng hidup anda Tuan muda. Jadi jangan sungkan untuk menugaskan saya tugas-tugas berbahaya nantinya.” Ucap Tetua Yu Zian.
“Hem,, jangan sampai mati Tuan muda, jika kau mati, siapa yang akan membantuku menyelamatkan saudariku,” ucap Ling Mue terdengar sedih.
“Kami yakin anda bersama Tetua Yan Chao, Yan Zhao dan Sing Zhao pasti akan keluar dengan selamat, jadi kami tidak bisa mengatakan apa-apa kepada anda Tuan muda.” Ucap Fang Gu dan Fang Du serempak.
Zang Wei pun mengangguk di sertai senyuman tipis. “Pergilah, ini bukan perpisahan terahir kita, jadi jangan sampai mati.” Ucap Zang Wei sambil mengayunkan tangannya tanda menyuruh para bawahannya bergerak.
Dret..!! Wuss wuss..!!
__ADS_1