
“Aku tak mengira jika selain kalian berdua, ada juga beberapa petinggi Kerajaan serta para Jenius yang di juluki Naga / Phoenix berada di lantai 5 ini,” ucap Zang Wei menyapa sambil melirik ke arah para Naga / Phoenix dan beberapa sosok penting Kerajaan yang sedang mengawasi para Naga / Phoenix.
Tap..!! Bruk..!!
Dengan santai Zang Wei langsung duduk di hadapan Pangeran Ming dan Shang Liu.
“Hemm..!! Aku tak menduga jika kedua wanita yang dulu aku temui di tempat berbeda, akan bisa ku temui di satu tempat. Terlebih lagi, mereka kini di juluki Phoenix Kerajaan Bintang.” Gumam Zang Wei yang kini terlihat mengarahkan pandangannya ke arah Pangeran Ming.
“Jadi, apakah mereka semua berada di tempat yang aman?” Tanya Zang Wei terdengar serius.
Pangeran Ming pun langsung mengangguk. “Setelah keluar dari kota, Tuan Yi Lang langsung mengerahkan mereka ke berbagai tempat, mereka juga di pimpin oleh para Assasint. Jadi aku merasa tidak akan ada kebocoran informasi,” jawab Pangeran Ming dan mengungkapkan pendapatnya.
“Lalu untuk masalah orang-orang penting yang ada di sini, aku juga tidak menyangka jika mereka datang kesini untuk berdiskusi. Terlebih dari apa yang aku dengar, mereka sedang di tugaskan untuk mencari jejak kehancuran Kota Zuan.” Sambung Pangeran Ming.
Terlihat saat menjelaskan Zang Wei, sesekali Pangeran Ming melirik ke arah pria tua yang duduk di samping Zang Wei.
Tentu saja Pangeran Ming penasaran dengan identitas pria tua tersebut, terlebih lagi, dari apa yang ia rasakan, pria tua ini memiliki aura yang tak biasa.
Karena rasa penasarannya, sontak Pangeran Ming pun terlihat ingin bertanya, tapi pandangannya lebih dulu mengarah menuju 2 orang yang berasal dari Kerajaan Bintang, yang kini sedang menghampiri tempatnya duduk.
Tap tap..!!
...
Terlihat dua orang tersebut seperti memiliki jabatan yang tinggi di Kerajaan Bintang, itu dapat di lihat dari aura serta jubah yang mereka kenakan.
“Mohon maaf jika kami menganggu aktipitas kalian dan menjadi tidak sopan.” Ucap salah satu dari pria paruh baya yang terlihat berumur 40 tahunan.
__ADS_1
“Jika saya boleh meminta izin, apakah kalian bisa membuka tudung kalian semua? Kami melakukan ini untuk menjaga keamanan Ibukota. Jadi saya harap anda memaklumi kelancangan saya.” Sambung pria paruh baya tersebut dengan nada sopan dan membungkukkan badannya sedikit.
Wajar saja jika kedua yang berasal dari Kerajaan Bintang ini sedikit curiga dengan identitas Zang Wei dan kelompoknya, karena dari mereka berempat, hanya 1 saja yang tidak menutup kepala mereka menggunakan tudung.
Pangeran Ming yang mendengar itu terlihat tidak langsung setuju, ia malah melirik saudaranya.
Zang Wei yang sedang menyeruput tehnya pun langsung mengangguk ringan.
“Utamakan hanya mereka yang melihat wajahmu dan suruh mereka tutup mulut setelah mengetahuinya.” Ucap Zang Wei melalui telepati.
...
Mendengar itu, Pangeran Ming pun langsung memperlihatkan sedikit wajahnya serta mengeluarkan sebuah Token yang hanya di miliki oleh Keturunan langsung klan Ming.
Sret..!!
“I..Ini, Pa..Pangera-”
“Aku harap kalian tidak membuat keributan, karena aku datang kesini tidak ingin identitasku di ketahui.” Ucap Pangeran Ming melalui telepati.
Sontak tubuh kedua anggota Kerajaan Bintang yang hendak berlutut, hanya bisa memasang wajah di penuhi keringat dingin.
Dan tak lama setelah itu, mereka pun kembali setelah mendapat beberapa perintah dari Pangeran Ming.
***
Waktu berlalu begitu cepat.
__ADS_1
Setelah Zang Wei memberitahu identitas Feng Wui yang hanya di ketahui oleh beberapa orang saja, dan membahas langkah selanjutnya.
Kini terlihat Zang Wei mulai bangkit dari tempat duduknya, dan itu bertepatan dengan kepergian para Naga/Phoenix.
“Baiklah, kau temui saja kakak mu terlebih dahulu, aku juga akan menyelesaikan janji yang dulu ku buat dengan beberapa orang. Jadi kita akan bertemu lagi dalam 3 hari.” Ucap Zang Wei.
“Lalu untukmu, jangan membuat kekacauan terlalu banyak, dan juga, jangan terlalu menghamburkan uang hasil jarahan yang kau dapat di Kota Zuan,” sambung Zang Wei melirik Shang Liu dan mengetahui jika Shang Liu lah yang mengosongkan semua isi Kota Zuan sebelum dirinya bertarung melawan Zuan Lang.
Hehe..!!
Shang Liu pun hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
...
Setelah mengucapkan salam perpisahan kepada Pangeran Ming dan Shang Liu, tanpa terasa malam hari telah tiba.
“Jadi, kenapa kau tidak mengikuti salah satu dari bawahanku saja. Aku saat ini benar-benar tidak ingin di ganggu senior, jadi cobalah untuk mengerti kali ini.” Ucap Zang Wei melirik ke arah Feng Wui.
Tapi terlihat wajah Feng Wui tetap gigih untuk mengikuti Zang Wei dan beralasan menjadi pedang serta perisai Zang Wei.
Zang Wei yang melihat kegigihan Feng Wui, hanya bisa menghela nafas panjang.
“Huuf,, apa boleh buat, jika begitu aku akan melanggar perintah Ibu yang melarangku membohongi orang tua tak bersalah.” Gumam Zang Wei dalam hati dan inilah alasan Zang Wei tidak menggunakan trik liciknya menipu Feng Wui, lantaran ia tidak ingin melanggar janjinya kepada Ibunya.
Blush..!!
Terlihat Zang Wei mengeluarkan sebuah Buku Teknik yang tidak memiliki judul di sampulnya.
__ADS_1
“Jika kau bisa membaca dan memahami 1 Baris yang ada di dalam Buku ini, maka aku akan mengajarimu teknik yang kau inginkan, karena teknik yang kau inginkan, berkaitan dengan Buku ini, dan ingatlah, sebelum kau membuka buku ini, kau harus mengosongkan pikiranmu tentang dunia, dengan begitu kau bisa melihat tulisan yang ada di Buku ini, jika tidak, maka buku ini akan terlihat kosong.” Ucap Zang Wei menjulurkan Buku tersebut ke arah Feng Wui sembari menyeringai licik dan bergumam dalam hatinya.
“Hehe,, sampai mati pun kau tak akan bisa membaca Buku kosong, jadi nikmati saja waktumu untuk berusaha keras belajar menjadi orang gila,” kekeh Zang Wei.