
“Sial, kita harus cepat pergi dari sini Tuan muda, mohon maafkan aku jika kurang sopan membawa anda secara paksa.” Ucap Assasint bertopeng yang terlihat langsung menarik tubuh Wen Zi dan langsung memegangnya dengan erat.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Dengan cepat Assasint bertopeng melesat ke arah dermaga bersama ke 9 Assasint kematian.
***
Sementara di lokasi Klan Jin.
Flashback.
30 menit yang lalu, setelah kedatangan Raja Ming, Patriak Xu, Patriak Yan dan Patriak Fang.
Terlihat Raja Ming bersama yang lainnya mendaratkan kaki mereka di Arena yang di buat Raja Darah. Tak lama setelah itu semua mekanisme jebakan langsung aktip dan langsung berbagao senjata menyerbu ke arah mereka.
Trank trank..!! Bom bom bom bom..!!
Namun dengan mudah Raja Ming serta Patriak Xu menghancurkan semua jebakan yang mengarah ke mereka menggunakan senjata tingkat Legenda.
Tap tap..!!
Prok prok prok..!!
“Aku tak menduga jika Raja Kerajaan Bintang langsung datang secara langsung kesini.” Ucap Raja Darah yang muncul dari Mansion.
“Yah setelah sekian lama, kita bisa saling bertatap mata lagi Raja Darah,” balas Raja Ming dengan nada dingin.
“Huh, kali ini akan ku penggal kepalamu dengan pedang ini,” teriak Patriak Xu yang kini memegang pedang Phoenix Es dan mengacungkannya ke arah Raja Darah.
“Kali ini aku tidak akan kalah lagi seperti di masa lalu Raja Darah, serta akan ku balas rasa malu yang kau berikan di masa lalu.” Sambung Patriak Yan dan Patriak Fang serempak.
“Haha,, nostalgia sekali, aku tak menyangka jika ketiga Patriak Klan Besar yang pernah aku kalahkan kini bergabung dengan Raja Ming untuk mencoba mengalahkanku.” Teriak Raja Ming tertawa terbahak-bahak.
“Apa kalian yakin mampu?” Tanya Raja Darah dengan nada suara mengejek, sambil menatap Raja Ming dan yang lainnya dengan tatapan menyeringai lebar.
__ADS_1
Dret dret..!!
Dengan cepat Patriak Yan serta Patriak Fang langsung menarik senjata mereka dan bersiap menyerang Raja Darah.
Sementara Patriak Xu hanya diam saja sambil menatap tajam Raja Darah.
Untuk Raja Ming, terlihat pandangannya mengarah ke segala arah untuk melihat apakah ada sesuatu yang mencurigakan selain Labirin yang ada di belakangnya.
“Hemm..!! Aura Iblis yang sangat kuat,” gumam Raja Ming yang langsung menyadari jika di dalam Labirin ada Iblis atau lebih tepatnya setengah Iblis.
“Apa kau merasakannya juga Patriak Xu?” Tanya Raja Ming melirik ke arah Patriak Xu.
“Hemm..!! Jejak Iblis yang masih lemah, artinya itu adalah sebuah bibit farasit yang membutuhkan makanan, jadi sebelum menjadi bencana, akan lebih baik salah satu dari kita masuk untuk membunuhnya.” Jawab Patriak Xu dan langsung mengetahui tentang adanya farasit berjenis Binatang Iblis.
“Jika begitu biarkan aku saja yang memburunya, sisanya aku serahkan kepada kalian.” Ucap Patriak Fang terlihat mengajukan diri dan langsung melangkah masuk ke dalam Labirin.
Tap tap..!!
Raja Darah yang melihat itu, hanya bisa mengerutkan keningnya.
“Sungguh tidak sopan bagi tamu tak di undang langsung masuk tanpa izin,” dengus Raja Darah yang terlihat mengangkat tangannya.
Slash..!!
Tapi tepat di saat Raja Darah mengangkat tangannya, terlihat tangannya langsung terpotong rapi dan menggelinding ke arah tangga.
Melihat itu, bukannya merasakan sakit atau marah, malah Raja Darah menyeringai lebar.
“Khehe,, pedang itu cukup tajam dan dingin juga, karena mampu membekukan aliran darahku selama beberapa detik.” Kekeh Raja Darah yang kini terlihat menumbuhkan tangannya kembali dalam hitungan detik juga.
Sret sret..!!
Setelah tangan Raja Darah tumbuh, ia pun langsung muncul di depan Patriak Xu.
“Sekarang,” teriak Patriak Xu yang sudah menebak Raja Darah pasti akan menyerang orang yang pertama kali menyerangnya.
__ADS_1
Raja Ming pun langsung mengangguk dan mengayunkan Tombak Phoenix Api dengan cara mengulurkannya ke arah depan dan di pusatkan ke dada kiri Raja Darah.
“Mati,” teriak Raja Ming.
Blush..!!
Sret..!!
Terlihat kobaran Api langsung menyelimuti tombak yang di ayunkan Raja Ming, namun sebelum mampu menembus dada Raja Darah, terlihat Raja Darah lebih dulu menahan laju tombak dengan cara menangkapnya menggunakan tangan kosong.
Tapi Raja Darah terlalu meremehkan senjata milik Raja Ming, alhasil tangan kiri Raja Darah langsung terbakar hingga meleleh.
Merasakan rasa panas yang tidak seperti api biasanya, mata Raja Darah pun berkerut. “Api Phoenix yang telah lama punah, bagaimana kau bisa mendapatkan senjata yang memiliki Api Phoenix Kuno ini?” Tanya Raja Darah melirik Raja Ming sambil mencoba untuk mundur.
Dret..!!
Tapi karena terlalu meremehkan Raja Ming dan Patriak Xu, tanpa sadar kaki Raja Darah membeku karena terkena Teknik Pedang Phoenix Es yang di gunakan Patriak Xu.
“Sialan, kalian ternyata sudah merencanakan ini dengan mencoba membekukan seluruh darahku lalu membakarnya ya,” teriak Raja Darah yang mulai merasa tertekan saat ini.
Blush..!! Krak krak..!!
Dengan cepat Raja Darah mengeluarkan kekuatan penuhnya dan langsung menghancurkan Es serta Api yang membakar tubuhnya secara bersamaan.
Wuss..!!
“Jangan lupakan aku juga,” teriak Patriak Yan yang terlihat muncul dari atas Raja Darah.
“Teknik Pedang Angin, Tebasan Angin Penghancur,” teriak Patriak Yan mengayunkan pedangnya.
Slash..!!
Mata Raja Darah langsung melotot melihat itu. “Sialan, 3 Elemen gabungan yang mampu menghancurkanku jika di gunakan dengan baik saat bekerjasama,” umpat Raja Darah yang kini sadar tidak akan mungkin bisa menang tanpa terluka parah saat menghadapi ketiganya dan jalan satu-satunya adalah melarikan diri dari sini, serta merelakan Cabang tempatnya ini di hancurkan.
“Kita akan bertemu lain kali, dan pada saat pertemuan kita yang akan datang, di sanalah kalian semua akan mati.” Teriak Raja Darah yang suaranya langsung menggema.
__ADS_1
Bom bom..!! Duarr..!!
Flashback End.