Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Kesenangan Membawa Petaka dan Penyerangan Kelompok Raja Ming Di Mulia


__ADS_3

Terlihat langkah Cang Lin terhenti di depan pintu masuk Labirin, tidak lama setelah mencium bau dimana arah manusia terdekat, ia pun kembali melangkah kakinya menuju Utara.


Tap tap..!!


***


Di saat Raja Darah sedang bahagia menonton Binatang peliharaannya yang kini sedang memburu para manusia, ia tidak sadar jika saat ini ada beberapa orang terlihat mendekat ke arah Klan Jin.


Wuss wuss..!!


“Apa anda yakin jika Raja Darah tidak akan menyadari kedatangan kita?” Tanya Patriak Xu Yang Lu melirik ke arah Pangeran Ming Yu Xin.


“Hemm..!! Dari informasi yang aku dapat, saat ini Jendral Bayangan atau yang kalian panggil Raja Darah itu sedang bersenang-senang. Karena ia saat ini fokus bersenang-senang, ia tidak akan menyadari kedatangan kita.” Jawab Pangeran Ming Yu Xin sambil menganggukkan kepalanya.


“Memang kalian mendapatkan informasi ini dari siapa? Apa informasi ini dapat di percaya?” Tanya Patriak Yan Tian dan Patriak Fang Gu yang terlihat sedikit meragukan informasi yang di dapatkan oleh Pangeran Ming dan Raja Ming.


Tap tap..!!


Langkah Raja Ming dan Pangeran Ming seketika terhenti.


Melihat itu, Patriak Xu Yang Lu, Yan Tian dan Fang Gu pun ikut berhenti.


Kini pandangan Raja Ming dan yang lainnya mengarah ke sebuah lubang besar yang ada di depan mereka.


“Hemm..!! Kami mendapat informasi ini dari Leluhur Pedang Semesta, atau biasa di juluki Penguasa Pasar Gelap. Jadi kalian tidak perlu meragukan atau khawatir, terlebih lagi, yang mencari informasi ini adalah Tuan muda kalian,” ucap Raja Ming melirik ke arah Patriak Yan Tian dan Fang Gu.


Mendengar itu, keduanya pun langsung mengangguk percaya.

__ADS_1


Tap tap..!!


“Jadi, apa kalian sudah mendapat informasi tentang lubang ini juga?” Tanya Patriak Xu Yang Lu yang kini mendekati Raja Ming.


“Tidak ada, cara satu-satunya adalah melompat ke bawah dan langsung menyerang Raja Darah.” Jawab Raja Ming dengan santai.


“Eeh,, melawan Raja Darah tidak semudah yang kau bayangkan, kekuatannya itu benar-benar mengerikan.” Ucap Patriak Xu Yang Lu sambil memasang wajah terkejut.


“Benar, terlebih lagi lawan kita bukan hanya Raja Darah, karena yang akan kita hadapi terlebih dahulu adalah 10 Assasint Kematian yang di pimpin oleh Assasint Topeng Kematian, kekuatan setiap Assasintnya setara dengan kita.” Sambung patriak Yan Tian yang cukup mengenal kekuatan ke 9 Assasint kematian dan 1 Assasint Bertopeng yang kekuatannya jauh lebih kuat dari dirinya.


Saat ini Patriak Xu, Yan dan Fang merasa ini adalah serangan bunuh diri, mereka tidak menyangka di ajak oleh Raja dan Pangeran yang menurut mereka bodoh.


“Huff,, akan lebih baik kita kembali lebih dahulu, kita harus memberitahu Tuan muda kami tentang rencana penyerangan ini.” Ucap patriak Xu.


“Mungkin dengan memberitahunya, maka Tuan muda bisa membantu kita merancang strategi.” Sambung patriak Xu.


Saat dalam perjalanan kesini, baru saat itu Raja dan Pangeran Ming memberitahu jika saat ini mereka akan menyerang Raja Darah.


Tentu saja ketiga Patriak itu terkejut, tapi saat mendengar Raja Ming sudah meminta izin kepada Zang Wei untuk membawa mereka bertiga dan Zang Wei setuju. Mau tak mau ketiga patriak itu setuju.


Namun kini mereka kembali ragu, mereka ragu karena di sini tidak ada Tuan muda mereka. Jika ada Tuan muda mereka di sini, maka mereka pasti akan langsung terjun, karena mereka yakin Tuan muda mereka pasti akan memberikan arahan kepada mereka melalui telepati.


...


Keheningan pun terjadi selama beberapa menit.


Wuss..!!

__ADS_1


Tap tap..!!


“Kau tidak perlu ragu, karena ke 10 Assasint kematian yang kalian khawatirkan tidak ada di sini, yang ada di bawah sana hanya Raja Darah seorang.” Ucap Zang Wei yang secara tiba-tiba muncul di dekat Pangeran Ming.


“Walau aku yakin kalian semua tidak mampu membunuh Raja Darah, tapi untuk memberikannya luka parah dan membuatnya melarikan diri, aku pasti yakin kalian bisa melakukannya. Karena aku telah memberikan Yang Mulia Raja Ming sebuah Tombak Phoenix Api dan Pedang Phoenix Es, dengan kedua senjata ini. Maka, aku yakin akan bisa melukai Raja Darah.” Sambung Zang Wei.


Mendengar itu, wajah Patriak Xu, Yan Tian dan Fang Gu pun berseri-seri.


“Ehem..!! Tuan muda, apa kami akan di berikan senjata juga?” Tanya Patriak Xu sambil menggosok telapak tangannya.


“Tentu, tapi jika kalian ingin senjata Tingkat Legenda, maka harus bekerja keras lebih dulu.” Jawab Zang Wei tersenyum tipis.


Wajah Patriak Xu seketika menjadi cemberut dan mengira ia akan di berikan senjata Tingkat Legenda secara langsung saat ini.


Sementara Patriak Yan dan Fang Gu, wajah mereka terlihat lebih bersemangat lagi.


“Apa jika kami berhasil bekerjasama mengalahkan Raja Darah, maka saya akan di berikan Item Tingkat Legenda?” Tanya Patriak Yan Tian dan Fang Gu.


“Nah itu kalian mengerti, jadi kalian harus menghilangkan ego kalian nanti saat melakukan kerjasama, jangan lebih mementingkan ego saat di perintah dalam bekerjasama malah kalian menolak. Jika itu terjadi, maka kalian akan langsung di hancurkan oleh musuh. Mengerti,” ucap Zang Wei yang langsung di angguki oleh ketiga bawahan Zang Wei.


Sementara Raja Ming dan Pangeran Ming terlihat hanya diam saja.


Tap tap..!!


“Jika kalian sudah selesai dan siap, maka ayo kita turun,” ajak Raja Ming yang dengan sabar menunggu Zang Wei dan bawahannya selesai mengobrol.


“Oh ya nak Zang, terimakasih sudah meyakinkan mereka, dan kami berjanji akan keluar sebagai pemenang dengan jumlah yang sama saat kami turun saat ini.” Sambung Raja Ming mengarahkan seutas senyum ke Zang Wei dan terlihat Raja Ming bersama yang lainnya langsung melompat ke bawah.

__ADS_1


Wuss wuss..!!


__ADS_2