
“Sialan, kau tidak akan bisa lari lagi, akan ku cincang tubuhmu setelah aku menemukanmu,” teriak Assasint bertopeng di saat ia merasakan aura dari Zang Wei dan ketiga rekannya.
Dret...!! Wuss wuss..!!
Karena terbawa amarah, Asassasint bertopeng melupakan jika saat ini para tahanan yang ia rasakan hanya berjumlah 4 orang.
Bukan hanya Assasint bertopeng saja, bahkan ke 9 Assasint berjubah merah pun sama, mereka semua langsung melesat mengejar Zang Wei dan para tahanan lainnya.
***
Sementara di tempat Zang Wei, ia yang mendengar teriakan tersebut, langsung mengerutkan keningnya.
“Sialan, aku tak tahu jika dia sangat cepat menyadari ilusi yang aku pasang,” umpat Zang Wei dalam hati.
Berbeda dengan Zang Wei yang saat ini sedikit khawatir lantaran Assasint bertopeng langsung menyadari tipuannya dan langsung mengejar mereka.
Yan Chao, Yan Zhao dan Sing Zhao terlihat kagum akan kecerdasan strategi Tuan muda mereka, dia benar-benar sukses dalam mengalihkan para Assasint yang kini mengejar mereka.
Wuss wuss..!!
“Tuan muda, kau benar-benar luas biasa, mulai saat ini, aku tak henti-hentinya mengagumimu.” Ucap Yan Chao di sertai mata berbinar-binar.
“Hem hem..!! Kau adalah idolaku mulai saat ini Tuan muda.” Sambung Yan Zhao yang terlihat memasang ekspresi sama dengan Yan Chao.
“Jangan lupakan aku, aku juga kagum dengan kecerdasan anda, bahkan aku kini ingin belajar cara membuat strategi dari anda.” Ucap Sing Zhao yang terlihat mengangkat tangannya dan tak mau kalah dari kedua bersaudara dalam hal memuji.
Zang Wei yang mendengar ocehan ketiganya, Hanya bisa mendengus kecil.
Tap tap..!!
“5 menit lagi kita akan keluar dari tambang ini, dan para Assasint yang mengejar kita akan sampai dalam 2 sampai 3 menit lagi.” Ucap Zang Wei yang secara tiba-tiba berhenti.
“Jadi, kita bunuh seseorang yang mau menahan mereka sementara waktu, sampai bala bantuan yang telah aku hubungi datang.” Sambung Zang Wei melirik ke arah ketiga bawahannya.
“Aku, biarkan aku yang menahan mereka, aku cukup yakin mampu menahan mereka selama 5 menit, lebih dari itu, aku mungkin akan mati.” Teriak Yan Zhao.
Bersamaan dengan itu, terdengar juga suara dari Yan Chao dan Sing Zhao yang mengatakan hal yang mirip.
Zang Wei terlihat tidak langsung memilih, ia kini melihat data ketiga bawahannya, itu ia lakukan agar siapa yang terkuat dalam hal bertahan dan siapa yang memiliki jumlah energi paling banyak.
Nama : Sing Zhao
__ADS_1
Ras : Manusia
Umur : 45 Tahun
Level : Prajurit Tingkat 7 Awal
Daya Tempur : 80% ( 330% )
Kondisi : Sisa energi 40% ( Sehat )
Kelemahan : Pertarungan Jarak Jauh
Kelebihan : Pertarungan Jarak Dekat dan Bisa menggunakan segala jenis senjata.
Nama : Yan Zhao
Ras : Manusia
Umur : 65 Tahun
Level : Prajurit Tingkat 7 Awal
Daya Tempur : 110% ( 330% )
Kelemahan : Energi Kacau
Kelebihan : Ahli Senjata Ganda dan Menguasai Hukum Angin
Nama : Yan Chao
Ras : Manusia
Umur : 66 Tahun
Level : Prajurit Tingkat 7 Awal
Daya Tempur : 120% ( 330% )
Kondisi : Sisa energi 80% ( Sehat )
Kelemahan : Cepat terprovokasi
__ADS_1
Kelebihan : Kekuatan Pisik dan Pertarungan Tangan Kosong.
...
Melihat data para bawahannya, Zang Wei hanya bisa memijit keningnya.
”Sialan, semuanya tidak ada yang bisa di andalkan dalam kondisi seperti ini,” umpat Zang Wei dalam hati.
“Tapi apa boleh buat,” sambung Zang Wei yang kini melirik ke arah Yan Chao dan Sing Zhao.
“Kalian berdua akan bekerjasama dalam menahan musuh, dan ingat pesanku, jangan sampai termakan provokasi musuh, ataupun sampai terbawa suasana dalam pertarungan. Karena tugasmu hanyalah menahan saja, bukan melawan.” Ucap Zang Wei melirik Yan Chao.
Yan Chao pun hanya bisa menggaruk kepalanya di saat Tuan mudanya tahu sifat jeleknya yang mudah terbawa emosi saat bertarung. Dan itu bisa menyebabkan dirinya cepat kehabisan energi, bahkan bisa kalah tanpa ia sadari.
“Lalu kau Sing Zhao, tugasmu adalah membalas serangan di saat Yan Chao menahan serangan musuh. Apa kalian berdua paham?” Tanya Zang Wei melirik Sing Zhao dan Yan Chao.
Keduanya pun langsung mengangguk penuh semangat.
Wung..!!
Bom..!!
Tepat di saat Sing Zhao dan Yan Chao mengangguk, sebilah energi melesat ke arah mereka.
Namun beruntung Yan Chao mampu menahannya dengan tinjunya.
“Kuat,” ucap Yan Chao yang kini melihat kepalan tangannya bergetar.
...
“Sial, mereka sudah sampai, jika begitu aku percayakan ini kepada kalian, bertahanlah sampai aku dan bala bantuan tiba. Jangan sampai mati,” ucap Zang Wei menepuk pundak Yan Chao dan Sing Zhao.
Setelah itu, pandangan Zang Wei melirik Yan Zhao yang kini kecewa, karena ia tidak di pilih untuk menjadi pion.
“Jangan kecewa, karena tugasmu yang paling penting saat ini,” ucap Zang Wei yang langsung membuat mata Yan Zhao bersinar cerah.
“Hem hem..!! Apa itu tugas saya Tuan muda? Apakah akan membawa Bom dan meledakkan diri di tengah-tengah musuh?” Tanya Yan Zhao yang siap mati kapan saja.
Wung..!! Bukk..!!
“Dasar bodoh, tugasmu adalah membawaku keluar dari sini, dengan kecepatanmu, aku yakin kita akan sampai tepat waktu di tempat bala bantuan berada.” Dengus Zang Wei sambil memukul kepala Yan Zhao.
__ADS_1
Yan Zhao pun langsung mengangguk bahagia. “Hahaha,, jadi kesalamatan mereka ada di kecepatanku ya. Jika begitu, aku tidak akan mengecewakan tugas luar biasa yang Tuan muda berikan ini. Ayo naik ke punggungku Tuan muda.” Teriak Yan Zhao seperti orang kesurupan.