Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Amarah Bai Xin dan Sogokan Arak Dapat Meredakan Amarah


__ADS_3

“Sialan, siapapun kau, akan ku kejar sampai ke neraka sekalipun,” teriak Assasint bertopeng yang kini semakin di penuhi amarah, saking emosinya, ia sampai menghancurkan area tambang tempatnya berdiri hanya dengan tekanan energi yang ia keluarkan.


Bom bom bom...!! Duarr..!!


***


Di saat yang bersamaan, Yan Chao dan Sing Zhao baru saja pulih dari kebingungan mereka setelah menelan pil penyembuh.


“I..Ini, bagaimana bisa saya sampai ke tempat ini dalam sekejap? Apakah Tuan muda menggunakan item tingkat Kuno, yaitu Token Teleportasi?” Tanya Yan Chao melirik ke arah Zang Wei sambil memegangi dadanya yang masih terasa sakit.


“Hem hem..!! Aku pun sangat terkejut saat melihat diriku sudah muncul di depan mu Tuan muda. Jadi, bisakah kau menjawab rasa penasaran kami?” Sambung Sing Zhao yang ikut melirik Zang Wei dengan wajah penasaran.


“Hehe,, dasar orang-orang idiot, tentu saja yang membawa kalian kesini adalah saudaranya Tuan muda kita, bahkan aku pun terkejut saat melihat kalian muncul di depanku tadi.” Ucap Yan Zhao menjawab pertanyaan saudaranya dan Sing Zhao sambil tertawa lucu.


“Tapi aku juga penasaran, kemana saudaranya Tuan muda pergi setelah membawa mereka berdua?” Sambung Yan Zhao bertanya sambil melirik Zang Wei.


Terlihat Zang Wei saat ini hanya memasang wajah kesal.


Zang Wei kesal karena Yan Zhao cplas cplos, tadinya ia ingin menjawab pertanyaan kedua bawahannya ini. Tapi di dahului oleh Yan Zhao, dan tentunya Zang Wei kesal karena hal tersebut.


“Dia pergi karena kesal, mungkin saja ia pergi untuk memberikan Assasint itu pelajaran, bahkan saking kesalnya saudara ku, ia sampai tidak membawa arak ini sebelum pergi.” Jawab Zang Wei sambil mendengus ke arah Yan Zhao.


***


Sesuai dugaan Zang Wei.


Wuss..!!


Terlihat Bai Xin melesat ke arah Assasint bertopeng berada, Bai Xin pun mendengar suara teriakan Assasint tersebut saat ini.


...

__ADS_1


“Aku bilang keluar kau dasar Tikus sialan, jika kau tidak keluar dalam hitungan 3 detik, maka aku akan benar-benar memburumu.” Teriak Assasint bertepong mencoba memberikan ancaman, karena ia merasa tidak mungkin sosok yang menolong Yan Chao dan Sing Zhao bisa pergi dari tempat ini.


Menurut Assasint bertopeng, sosok tersebut pasti bersembunyi menggunakan sebuah item langka tingkat Kuno, bahkan bisa jadi Tingkat Legenda.


Kini, pandangan Assasint bertopeng melihat ke segala arah dengan teliti, dan ia tidak sadar jika mencoba membangunkan Iblis tertidur.


Dret..!!


Urgh..!!


“Hemm..!! Coba katakan tadi kau menyebutku apa?” Tanya Bai Xin yang muncul di depan Assasint bertopeng dan langsung mencekik lehernya tanpa bisa bereaksi sama sekali.


“Kenapa kau diam saja? Ayo cepat katakan kau tadi menyebutku dengan sebutan apa hah, jika kau tidak mengulangi ucapanmu tadi, akan ku patahkan lehermu,” sambung Bai Xin menatap tajam Assasint bertopeng.


Glek..!!


Assasint bertopeng hanya bisa menelan ludah, ingin rasanya ia berteriak, tapi ia tidak mampu mengeluarkan suaranya, lantaran lehernya di cekik.


Bukan hanya itu saja, tubuh Assasint bertopeng saat ini sedang gemetaran hebat, karena ia sangat mengenal siapa sosok yang kini berdiri di depannya. Ia adalah sosok yang sangat di hindari oleh Kaisar Agung, pemimpin tertinggi Organisasi Kabut Malam dan para Jendral Bayangan.


“Tu...Twuaiann, askkku-”


“Bicara yang jelas sialan, jangan membuatku semakin kesal,” teriak Bai Xin memotong ucapan Assasint bertopeng yang tidak jelas.


“Urgh,, sialan, bagaimana bisa aku bicara dengan jelas, kau saat ini sedang mencengkik leherku Tuan,” umpat Assasint bertopeng dalam hati.


Melihat Assasint bertopeng hanya diam saja, Bai Xin pun melirik ke arah para Assasint berjubah merah.


Mereka saat ini terlihat merangkak dan tidak mampu bergerak di karenakan tekanan yang di keluarkan Bai Xin.


“Hemm..!! Awalnya aku hanya ingin menyelamatkan kedua tahanan itu saja lalu pergi, tapi karena ucapanmu yang membuatku kesal, mau tak mau aku kembali untuk memberikanmu pelajaran. Tapi, saat aku dalam perjalan kesini, kau malah menyebutku Tikus, keinginanku langsung berubah menjadi ingin membunuh kalian semua.” Ucap Bai Xin menyeringai lebar.

__ADS_1


Terlihat Bai Xin mulai mengalirkan energinya ke tangannya yang mencekik leher Assasint bertopeng. Bukan hanya iti saja, Bai Xin juga terlihat membuat puluhan pedang energi dan menggerakkannya ke depan kepala para assasint berjubah merah.


Wuss..!!


Tap tap..!!


“Tunggu dulu Senior Penguasa Dunia Bawah, saya akan memberikan anda kompensasi, asal anda bisa mengurungkan niat anda untuk membunuh ke 10 Assasint saya.”


Sebelum Bai Xin menggerakkan puluhan pedang energinya dan menghancurkan kepala Assasint bertopeng, terlihat Jendral Bayangan atau Raja Darah muncul dan langsung memohon kepada Bai Xin dengan nada tulus.


Bai Xin yang sudah menyadari akan kedatangan Raja Darah dari awal, kini melirik ke arahnya.


“Apa hak mu memberikanku perintah?” Tanya Bai Xin dengan nada dingin.


Raja Darah seketika terdiam, ia sadar jika ia salah bicara, maka akan terjadi pertarungan saat ini, dan itu akan menjadi pertarungan sepihak.


Tap tap..!!


Terlihat sosok bertopeng yang datang bersama Raja Darah langsung maju.


“Ehem..!! Jika anda memberikan saya kesempatan untuk bicara, maka saya akan memberikan anda sesuatu yang akan membuat anda berpikir ulang untuk membunuh rekan saya demi hadiah yang akan saya berikan.” Ucap Sosok bertopeng yang tak lain Wen Zi.


Wen Zi kini tahu jika ini adalah kesempatannya untuk membuat hutang budi kepada para Assasint dan membuat Raja Darah lebih percaya kepada dirinya. Terlebih lagi ia baru saja berkomukasi dengan Tuan mudanya untuk menyogok Bai Xin dengan arak buatannya jika ia ingin membunuh para Assasint.


Raja Darah yang mendengar ucapan Wen Zi, seketika menjadi tegang, ingin rasanya ia menarik Wen Zi untuk mundur, tapi ia saat ini tidak berani mengambil satu langkah pun, karena jika ia bergerak, ia takut Bai Xin akan mengira ia meminta pertarungan.


Berbeda dengan Raja Darah, Bai Xin yang melihat bawahan saudaranya maju, langsung mengerutkan keningnya.


“Apa itu? Aku harap hadiah yang kau berikan bisa membuatku mengurungkan niatku membunuh mereka, tapi jika hadiahmu membuatku kecewa, akan ku bunuh semua Assasint ini lalu pergi.” Ucap Bai Xin bertanya dengan nada dingin.


Blush..!!

__ADS_1


Tanpa basa basi Wen Zi langsung mengeluarkan 5 kendi kecil berisi arak.


“Aku tak tahu apakah anda bisa mengenali Arak ini, karena hanya pecinta arak saja yang tahu kualitasnya,” ucap Wen Zi tersenyum kecil di balik topengnya sambil melirik Bai Xin yang kini menelan ludahnya melihat arak racikan saudaranya dalam jumlah jauh lebih banyak dari bayarannya menyelamatkan kedua tahanan tadi.


__ADS_2