
“Aku pun heran, apa yang dia maksud itu aku?” Balas Ling Mue yang merasa meridiannya tidak tersegel dan ia juga tidak merasa memiliki kekuatan bertarung tinggi.
Tap tap..!!
...
“Tentu saja itu kamu,” ucap Bai Xin yang kini terlihat mendekati Ling Mue sambil mengeluarkan senyuman bahagia.
“Oh ya saudara Wei, aku bisa membawa dia selama beberapa hari kan? Soalnya ada yang ingin aku tanyakan dan juga aku ingin membantunya membuka Meridiannya yang masih tersegel.” Setelah sampai ke tempat Ling Mue, Bai Xin terlihat membalik badannya dan kepada Zang Wei.
“Hemm..!! Sekalian bawa mereka semua, karena hanya di tempatmu yang paling aman saat ini.” Jawab Zang Wei menganggukkan kepalanya.
Kini pandangan Zang Wei mengarah ke Ling Mue, Patriak Xu, Wen, Yu Zian dan yang lainnya.
“Kalian semua akan ikut ke kediaman saudaraku, di sana kalian bisa memulihkan luka serta energi kalian dengan aman. Kalian juga boleh memilih senjata yang kalian inginkan di tempat saudaraku, nanti aku yang akan membayarnya.” Ucap Zang Wei dengan nada hangat.
Patriak Xu, Wen, Ling Mue, Yan Tian dan yang lainnya pun langsung saling melirik satu sama lain.
Mereka sebenarnya enggan berpisah dengan Zang Wei, dan mereka lebih memilih tetap mengikuti Zang Wei, walau nyawa taruhannya.
Tapi, saat ini mereka sadar jika sedang kelelahan karena kehabisan energi, dan jika mereka tetap bersama Tuan muda mereka, mereka akan terlihat seperti beban nantinya. Jadi mau tidak mau mereka mengangguk serempak.
...
__ADS_1
10 menit berlalu.
Kini terlihat Zang Wei akan berpisah bersama bawahannya dan saudaranya.
“Jika pekerjaanku telah selesai, maka aku akan langsung menemuimu dan menemanimu minum saudara Bai, jadi kau tenang saja, aku tidak akan melupakan janjiku.” Ucap Zang Wei yang terlihat bergerak ke arah sisi perbatasan Barat Kota Janghu.
Wuss..!!
***
Tap tap..!!
Setelah kurang lebih 5 menit melesat, kini Zang Wei sampai di dekat gerbang pintu masuk Kota Janghu bagian Barat.
“Belum Tuan muda, dari surat yang saya terima melalui Kota kecil Wang, saat itu mereka baru saja keluar dari kota tersebut. Jadi membutuhkan kurang lebih 6 jam perjalanan ke Kota ini.” Jawab sang Assasint yang terlihat memiliki nomer di dada kirinya.
“Hemm..!! Lalu sudah berapa jam kau menerima surat ini?” Tanya Zang Wei yang terlihat baru saja meraih surat yang di berikan oleh Assasint 5.
“Sudah 4 jam Tuan muda,” jawab Assasint no 5, ia juga memberitahu membutuhkan 1 jam untuk surat tersebut sampai ke tangannya saat di kirim dari Kota Wang, yang artinya sudah 5 jam berlalu.
Zang Wei yang mendengar itu langsung mengangguk. “Kerja bagus no 5, teruslah bekerja lebih giat dan jangan lupa berlatih juga, karena suatu saat kita pasti akan bertarung melawan sosok pernah memperbudakmu.” Ucap Zang Wei sambil memegang pundak kanan Assasint no 5.
Tubuh Assasint no 5 sedikit bergetar saat mendengar ucapan Tuan mudanya. Tubuhnya bergetar bukan karena takut, melainkan ia sangat marah dan sangat ingin membunuh sosok Tetua ke 3 Sekte Harimau Hitam, atau dapat di katakan Jendral Bayangan dari Organisasi Kabut Malam.
__ADS_1
“Terimakasih atas dukungannya Tuan muda, saya pasti akan berlatih lebih giat lagi dan tidak akan mengecewakan apa yang sudah Tuan muda berikan sampai saat ini.” Ucap Assasint no 5 yang kini membungkukkan badannya dengan tulus.
Sstt..!!
“Bangunlah, kau tidak perlu sampai membungkukkan badan, karena saat ini musuh kita sama, yaitu Organisasi Kabut Malam.” Ucap Zang Wei terlihat membangunkan No 5.
“Bahkan kau mungkin sudah tahu jika aku dan keluargaku menjadi salah satu korbannya.” Sambung Zang Wei.
“Saat itu, aku tidak berdaya dan hanya melihat kematian ayahku. Dari saja juga aku sadar, yang kuat menindas yang lemah, mereka yang kuat, akan semena-mena kepada yang lemah.” Ucap Zang Wei mengingat ingatan Zang Wei asli yang benar-benar tidak berdaya.
“Pada saat itu juga, satu hal yang aku inginkan, aku ingin membalas dendam, mau itu dengan cara mengorbankan orang lain, membunuh dengan kejam, memanfaatkan orang lain, bahkan jika mereka memanggilku penjahat, Iblis, atau apapun itu, aku tak peduli akan itu semua, asal aku bisa menghancurkan mereka. Aku juga bertekad akan terus bertambah kuat dengan seiringnya berjalan waktu.” Sambung Zang Wei yang kini melirik ke arah mata no 5 dengan senyuman hangat.
Assasint no 5 pun terlihat meneteskan air matanya. “Kau mungkin terlihat sangat jahat dan licik dari luar Tuan muda, tapi bagi orang yang mengenalmu lebih dalam, sesungguhnya kau itu adalah orang baik, sosok penyayang. Namun kau menyembunyikan itu semua, agar musuh tidak memanfaatkan kelemahanmu.” Ucap assasint no 5.
“Aku juga tidak peduli jika nama mu mungkin akan tersebar dari kota ini dan sebutan penjahat yang mengadu domba Klan besar dan Bangsawan. Bahkan jika mereka akan memusuhi setelah namamu tersebar, satu hal yang pasti, aku tetap percaya dan akan selalui setia di sisimu hingga ahir hayat kami.” Sambung Assasint no 5 yang tentunya sudah tahu jika Tuan mudanya sangat licik, karena ia mengadu domba orang tidak bersalah demi balas dendamnya.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Begitu pun kami Tuan muda, kami siap mati demi melindungi anda jika anda di serang oleh banyak musuh ke depannya.” Teriak puluhan Assasint yang secara tiba-tiba muncul dan langsung berlutut dengan lutut kanan menekuk ke tanah.
Blush..!!
__ADS_1