Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Rencana Zang Wei Yang Sesungguhnya ( Adu Domba )


__ADS_3

Bersamaan dengan itu, Assasint terkuat yang sebenarnya melempar belati hanya untuk pengalihan, kini ia muncul tepat di belakang Wang Si dan langsung mengayunkan kedua Daggernya ke leher Wang Si.


Slash Slash..!! Crash..!!


Bruk..!!


...


Kepala Wang Si seketika terlepas dari tubuhnya dan langsung terjatuh menuju kaki Assasint terkuat.


Di kejauhan, Jang Wo yang melihat rekannya Wang Si mati tanpa bisa melakukan perlawanan, kini terlihat sangat ketakutan.


Saking takutnya, ia pun menjatunkan senjatanya.


“I..Ini, aku harus melarikan diri dari tempat ini,” gumam Jang Wo dengan tubuh bergetar.


Sontak Jang Wo pun melihat sekelilingnya, dimana ia melihat semua rekan yang bersamanya ke tempat ini, kini mulai satu persatu mati oleh serangan para Assasint.


Sadar jika dirinya lah yang tidak di datangi para Assasint, dengan cepat Jang Wo memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melesat ke arah utara, dimana jalur tersebut tidak terlalu banyak Assasint disana.


Wuss..!!


“Haha,, sedikit lagi, sedikit lagi aku berhasil keluar dari sini,” terdengar suara Jang Wo yang sangat bahagia saat ia akan memasuki hutan.


Slash..!!


Crash..!! Bruk..!!


Tepat di saat Jang Wo akan masuk hutan, terlihat tubuhnya langsung terbelah dua oleh bilah pedang dari depan.


Bersamaan dengan terjatuhnya Jang Wo, terlihat sosok tetua Jing Gang berdiri di sana sambil mengibaskan pedangnya.


Wuss..!! Sret..!!


Darah yang menempel di bilah pedang milik Tetua Jin Gang pun langsung terciprat ke tanah.

__ADS_1


“Hemm..!! Jangan biarkan siapapun melarikan diri dari sini, bunuh mereka semua, setelah itu bakar tubuh mereka untuk menghapus jejak,” ucap Tetua Jin Gang dengan nada datar.


Setelah memberi perintah para Assasint yang terlihat baru saja selesai membunuh semua Bangsawan dan Patriak klan Besar, kini pandangannya mengarah ke Wen Zi yang masih berdiri dengan kokoh di depan pintu.


Tap tap..!!


“Maaf jika kami datang terlambat, kami juga tidak tahu akan ada kejadian seperti ini di sini,” ucap Tetua Jin Gang yang menghampiri Wen Zi dan langsung membungkukkan sedikit badannya, agar bisa memberikan kesan jika dirinya tulus kepada Wen Zi.


Wen Zi yang dari awal diam saja, kini mengangguk dan langsung terjatuh.


Hemm..!!


Bruk..!!


Namun sebelum Wen Zi jatuh ke tanah, Tetua Jin Gang dengan sigap menopang tubuhnya.


“Hoho,, luar biasa, dia tetap berdiri walau di penuhi luka dan sudah kebahisan energi, ia juga tetap teguh dan rela mati dalam menjaga Jin Xuan,” ucap Tetua Jin Gang sambil tersenyum bahagia.


Tap tap..!!


“Kondisinya sangat kristis Tetua Gang, jadi saya berpikir kita harus cepat kembali untuk merawat putra saya dan juga merawat Tuan Zang,” ucap Jin Zuwuan.


Tetua Jin Gang pun mengangguk setuju.


“Baiklah, tidak baik berlama-lama di sini, karena bisa saja anggota Klan atau pasukan dari para Bangsawan muncul kesini sebelum kita pergi, itu akan menjadi bahaya bagi klan kita,” balas Tetua Jin Gang.


Tidak sampai 5 menit, setelah menghapis semua jejak, terlihat mereka semua langsung pergi menuju Kota Janghu sambil membawa Wen Zi dan Jin Xuan.


Wuss wuss..!!


***


Tap tap..!!


10 menit setelah kepergian anggota Klan Jin, kini Zang Wei muncul tepat di depan mulut gua.

__ADS_1


“Jadi, apa yang sebenarnya kau rencanakan Tuan, bukankah orang bertopeng tadi itu adalah rekanmu. Kenapa kau tidak menyelamatkannya?” Tanya Yi Lang penasaran dengan apa sebenarnya tujuan atau rencana Zang Wei saat ini, sehingga ia mengorbankan para Bangsawan dan Patriak Cabang Klan Besar.


Yi Lang juga sedikit terkejut di saat melihat kekuatan para Assasint dan Tetua Jin Gang, ia tak menyangka jika Klan Menengah akan sekuat ini.


Menurut Yi Lang, kekuatan Klan Jin saat ini dapat di katakan di atas Klan Besar, dan keyakinan Yi Lang ini di asumsikan dari seorang Tetua sudah dapat menggerakkan ratusan Assasint tingkat yang setara dengan para Assasint Kerajaan.


...


Zang Wei yang di tanya hanya diam saja, ia kini fokus melihat area sekitar, tak lama setelah melihat-lihat, pandangan Zang Wei terhenti tepat di depan samping mulut gua.


“Kau akan tahu tujuanku nanti, kau juga akan tahu siapa sebenarnya klan Jin ini. Jadi tetap ikuti aku dan jangan banyak tanya,” ucap Zang Wei melirik ke arah Yi Lang dengan seutas senyum hangat.


“Tapi sebelum itu, jika kau mau mengikutiku, kau harus bantu aku sedikit saja,” sambung Zang Wei.


Glek..!!


Yi Lang seketika menelan ludah di sertai tubuhnya secara tiba-tiba merinding, seolah saat ini ia sedang di tatap oleh sosok Makhluk Mitos, yaitu Naga.


“A..Apa, apa yang bisa aku lakukan?” Tanya Yi Lang terdengar memberanikan diri bertanya, walau sebenarnya ia merasakan pirasat buruk jika ia membantu Zang Wei saat ini.


“Tidak banyak, kau cukup hancurkan tebing yang ada di samping mulut gua ini,” ucap Zang Wei menunjuk ke arah dimana ia tatapan terahirnya tadi tertuju.


“Setelah kau menghancurkannya, aku ingin meminta bantuan lain. Yaitu, aku ingin kau merobek sebagian jubahmu dan tinggalkan di tebing yang kau hancurkan tadi.” Sambung Zang Wei.


Mendengar itu, mata Yi Lang seketika melotot, karena ia tahu sedikit tujuan dari permintaan Zang Wei ini.


“Sialan, apa kau ingin aku jadi tumbal hah, aku tidak mau di musuhi oleh para Bangsawan dan juga Klan Besar, itu sama dengan bunuh diri,” dengus Yi Lang yang langsung menggelengkan kepalanya.


Zang Wei yang mendengar penolakan Yi Lang, sama sekali tidak kecewa, ia malah tersenyum tipis.


“Kau tenang saja, walau kau akan menjadi incaran nantinya, tapi tujuan utama mereka pasti para Assasint dan juga klan Jin. Karena mereka mengira kau bekerjasama dengan klan Jin setelah mereka mencari jejak di tempat ini nantinya.” Ucap Zang Wei.


“Aku sengaja menggunakan dirimu, itu agar mereka bisa cepat menemukan pelaku utamanya, karena jika aku hanya meninggalkan jejak para Assasint milik Klan Jin, mereka pastinya akan hanya berkunjung kesana untuk mencari petunjuk. Jadi klan Jin pasti dengan mudah menghapus jejak mereka.”


“Jika seperti itu, maka para Bangsawan dan Klan Besar tidak akan menemukan siapa pelaku sebenarnya.” Sambung Zang Wei.

__ADS_1


“Dan satu lagi, jika kau menuruti pemintaanku ini, maka aku akan menunjukkanmu sedikit teknik Langkah Naga, bagaimama?” Tanya Zang Wei sambil tersenyum ke arah Yi Lang, yang kini menelan ludah lantaran tergoda akan apa yang Zang Wei katakan di ahir kalimatnya tadi.


__ADS_2