
“Bocah kau kencur berani sekali mengancamku, awas saja, jika tidak ada orang, akan ku ***** kau tanpa sisa.” Gumam Wang Si dan berencana untuk menjadikan Tuan muda Wang sebagai wadah barunya.
***
Pusat klan Jin..
Tap tap..!!
“Bagaimana? Apakah kau sudah menemukan apa yang mereka rencanakan adik Zang?” Tanya Raja Darah yang kini melirik ke arah Wen Zi sedang melangkah ke tempatnya duduk.
Wen Zi yang sengaja mengajukan diri akan mencari tahu apa saja yang para tetua klan Besar rencanakan, terlihat langsung mengangguk sambil mengeluarkan senyuman tipis.
“Hemm..!! Aku ingin berterimakasih lebih dulu kepada kakak, karena telah mempercayakan ini semua kepada adik mu ini.” Ucap Wen Zi membungkukkan sedikit kepalanya.
Bruk..!!
Wen Zi yang kini terlihat duduk setelah berterimakasih, langsung menjelaskan jika apa yang ia tebak memang benar, jika ada seseorang penyusup masuk ke area tambang.
Dengan memanfaatkan penyusup itu, Wen Zi menceritakan jika ia menyusupkan bawahan kepercayaannya untuk mengikuti penyusup itu setelah ia kembali ke bukit dimana para tetua klan Besar berkumpul, dan ternyata penyusupan yang bawahannya lakukan berhasil.
Setelah ia mendapat semua informasi yang cukup, bawahannya pun kembali dan melapor kepada dirinya
“Karena bawahan saya baru saja selesai melapor, saya pun langsung cepat-cepat kesini. Maaf jika saya terlambat.” Ucap Wen Zi dengan nada tulus.
“Tidak apa-apa, malah aku merasa kau sangat cepat dalam mencari informasi.” Balas Raja Darah sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
“Lalu, informasi apa saja yang kau dapat?” Sambung Raja Darah yang terlihat tidak sabar mendengar apa yang para tetua klan Besar rencanakan.
“Itu, mereka memecahkan aliansi mereka menjadi 7 kelompok, 1 kelompok yang di pimpin tetua Klan Wang katanya akan menyerang kediaman pemimpin kota.” Ucap Wen Zi.
“Sementara, tiga kelompok terkuat akan menyerang Area Tambang, mereka adalah kelompok yang di pimpin Tetua klan Lang, Tetua Klan Xiao dan tetua klan Jang.”
“Sisanya, atau yang dapat di anggap akan menjadi tumbal adalah kelompok yang di pimpin Tetua klan Cang, tetua klan Dang dan tetua klan Mu.” Sambung Wen Zi.
“Rata-rata mereka menganggap pusat klan Jin adalah tempat bersembunyinya seorang Ahli Bela Diri Bayaran terkuat. Jadi, klan besar seperti Klan Xiao, Lang dan Jang, sengaja mengincar yang mudah namun besar.” Ucap Wen Zi yang kini terlihat mengeluarkan seutas senyum tipis.
“Hoho,, apa kau ada rencana? Melihat senyumanmu, aku yakin kau pasti punya rencana yang menarik untuk di tonton.” Tanya Raja Darah yang merasa tertarik.
“Ehem,, jika kakak mempercayai saya, apakah saya bisa meminjam Assasint utama yang kini sedang di hukum? Saya ingin membawa mereka ke tambang untuk melawan ketiga kelompok terkuat.” Tanya Wen Zi melirik Raja Darah dengan wajah bahagia.
Melihat wajah bahagia Wen Zi, membuat Raja Darah enggan untuk menolak.
Wen Zi yang mendengar itu langsung mengangguk bahagia.
“Terimakasih kakak, aku tidak akan mengecewakanmu,” ucap Wen Zi yang kini terlihat terdiam.
Melihat Wen Zi terdiam, Raja Darah pun mengerutkan keningnya.
“Ada apa? Apa kau melupakan sesuatu?” Tanya Raja Darah.
“Hemm..!! Saya lupa sebelum kakak mengangkat saya sebagai adik, atau saat saya mengikuti pelelangan, saya secara tak sengaja bertemu Raja Ming Lian Ji bersama Leluhur Long Ji dan Adiknya Pangeran Ming Yu Xin bersama Jendral Zu Hou. Saya takut jika mereka masih di sini maka-” Wen Zi langsung terdiam melihat senyuman Raja Darah saat ini.
__ADS_1
Terlihat Raja Darah langsung menyeringai lebar setelah ia mendengar cerita adiknya.
“Khehe,, tidak apa-apa, jika mereka turun tangan, maka kakak mu ini akan menghadapi mereka berempat sekaligus, terlebih lagi, kakak mu saat ini sedang bosan-bosannya.” Kekeh Raja Darah melirik ke arah Wen Zi dengan tatapan bersinar cerah.
“Dengan ikut campurnya mereka semua, maka rasa bosanku akan hilang, dan juga, kau adalah keberuntunganku, dengan adanya dirimu di sini, aku merasa selalu beruntung.” Sambung Raja Darah yang kini terlihat benar-benar sangat bahagia.
Wen Zi yang mendengar itu seketika merinding. “Sesuai dugaan Tuan, ia memang pandai menyembunyikan wajah aslinya, padahal saat ini ia sedang marah saat mendengar aku menyebut Raja dan Pangeran ada di kota ini.” Gumam Wen Zi yang berusaha menghilangkan rasa takutnya.
***
Di kota bawah tanah, atau lebih tepatnya pasar gelap.
“Apa kau mendengar keributan itu Yang Mulia?” Tanya Long Ji melirik ke arah Raja Ming Lian Ji.
“Hemm..!! Mungkin saja saat ini para bawahan dari Leluhur Pedang Semesta sedang mengadakan pesta, jadi abaikan saja.” Jawab Raja Ming Lian Ji yang terlihat memejamkan matanya sambil terus berkultivasi.
Long Ji pun ikut memejamkan matanya saat melihat Raja,nya tidak terlalu peduli.
...
Sementara di ruangan sebelah, tempat Pangeran Ming Yu Xin dan Jendral Zu Hou, mereka terlihat membuka mata, lantaran merasa terusik akibat suara gaduh yang ada di gedung sebelah.
“Huuff,, apa semua bawahan Leluhur Pedang Semesta tidak ada yang menghargai kita.” Ucap Pangeran Ming menghela nafas panjang.
“Abaikan saja Pangeran, wajar saja mereka mengabaikan kita, itu karena Tuan mereka adalah sosok yang paling Kaisar Ming hormati dan segani.” Balas Jendral Zu Hou mencoba menenangkan Pangerannya yang terusik.
__ADS_1
“Apa boleh buat, kita lebih baik mendatangi mereka saja dan ikut berbaur, siapa tahu di sana kita bisa menemukan seorang rekan atau sahabat.” Ucap Pangeran Ming yang terlihat menemukan ide dan langsung bangkit turun dari ranjangnya.
Eehh..???