Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Sisi Lain Zang Wei Terhadap Perasaan Wanita


__ADS_3

“Baiklah, kami semua setuju, jika begitu, kami akan menyuruh para Tuan muda kami kembali juga kesini untuk bersiap-siap, karena di dalam kota akan jauh lebih berbahaya.” Ucap Tetua Cang mengangguk setuju dan di sambut anggukan para tetua serta ahli bela diri bayaran.


***


2 Jam telah berlalu.


Setelah Tuan muda Wang pergi mengecek apa yang sebenarnya di balik Gunung belakang Klan Jin, terlihat saat ini Tuan muda Wang melesat dengan tubuh di penuhi luka.


Wuss wuss..!!


“Si..Sialan, aku tak menyangka jika mereka menyembunyikan tambang Batu warna warni, pantas saja klan mereka sangat kuat, karena hasil dari penjualan ilegal tersebut mereka bisa menyewa banyak ahli bela diri yang berasal dari Benua tengah.” Umpat Tuan muda Wang.


Sesekali Tuan muda Wang melirik ke arah belakang untuk melihat apakah para Assasint masih mengejarnya.


Dan saat melihat dirinya masih di kejar, wajah Tuan muda Wang semakin kusut.


“Mereka sama sekali tidak mau menyerah, jika begini tak lama lagi aku akan tertangkap.” Umpat Tuan muda Wang yang di penuhi amarah.


Saat ini, lokasi Tuan muda Wang masih cukup jauh untuk sampai ke kota Janghu, lebih tepatnya Tuan muda Wang baru saja melewati Gunung yang menjadi penghalang tempat tambang berada.


Tuan muda Wang juga tidak menyangka jika dirinya akan ketahuan secepat ini dalam menjadi mata-mata.


Namun satu hal yang Tuan muda Wang tidak ketahui, para Assasint yang mengejarnya itu bukanlah Assasint yang berasal dari Klan Jin atau Organisasi Kabut Malam. Melainkan Zang Wei yang menyamar menjadi Assasint serta bawahannya, para Assasint Bunga Malam.


...


Wuss..!!

__ADS_1


“Perlambat langkah kalian, tapi jangan terlalu lambat, karena dia akan curiga jika kita tidak mengejarnya karena ketahuan memaata-matai tambang.” Ucap Zang Wei memberitahu para bawahannya.


Para Assasint pun mengangguk paham.


...


Waktu terus berlalu.


Tepat setelah 10 menit terlewati dan gerbang Kota Janghu terlihat, Zang Wei dan para bawahannya langsung menghilangkan keberadaan mereka, seolah-olah mereka kembali karena target tidak terkejar.


Tuan muda Wang yang kini sudah tidak melihat serta merasakan para Assasint lagi, seketika menghela nafas.


“Huuff,, sesuai dugaan, jika aku sampai kota, mereka pasti akan kembali, karena jika mereka menyerangku di kota, mereka pasti berpikir akan ketahuan sedang menyembunyikan sesuatu.” Gumam Tuan muda Wang kini mengeluarkan seutas senyum tipis.


“Khehe..!! Kalian salah besar telah melepaskanku, karena tak lama lagi kami akan langsung menyerang kalian dan mengambil alih tambang kalian.” Kekeh Tuan muda Wang yang saat ini tidak bisa menyembunyikan keserakahannya.


Tap tap..!!


***


Tap tap..!!


“Baiklah, tugas kalian telah selesai, lebih baik kalian beristirahat saja.” Ucap Zang Wei sambil melirik para Assasint.


Para Assasint pun mengangguk tanpa membantah, mereka langsung melangkah ke ruangan mereka masing-masing yang ada di Cabang Bunga Malam.


Kini hanya tinggal Zang Wei seorang yang ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


“Dengan begini mereka pasti akan semakin yakin untuk menyerang klan Jin setelah aku menyerangnya tadi. Mereka juga pasti akan membuat rencana sematang mungkin untuk melakukan penyerangan di tiga tempat, dengan begitu aku bisa istirahat sambil menunggu mereka bergerak.” Gumam Zang Wei menyeringai tipis.


Tap tap..!!


“Apa yang kau senyumkan? Jangan-jangan kau menyembunyikan wanita lain ya?” Celetuk Mu Lan Jia yang langsung mendatangi Zang Wei setelah ia mendengar kedatangan Zang Wei dari para Assasint.


Kini Mu Lan Jia langsung celingak-celinguk ke segala arah.


“Dimana? Dimana kau menyembunyikan wanita itu, cepat suruh dia keluar,” dengus Mu Lan Jia yang kini berdiri di depan Zang Wei sambil berdecak pinggang.


Zang Wei yang melihat Mu Lan Jia tiba-tiba muncul dan langsung marah-marah, hanya bisa mengerutkan keningnya. Ia bahkan berpikir Mu Lan Jia ini sedang sakit jiwa.


Sontak Zang Wei langsung menyentuh kening Mu Lan Jia.


“Hemm..!! Apa kau tidak sakit jiwa?” Tanya Zang Wei dengan polosnya di sertai telapak tangannya terlihat masih menyentuh kening Mu Lan Jia.


“Apa kau bilang hah,” teriak Mu Lan Jia melototi Zang Wei.


Tapi yang aneh, Mu Lan Jia saat ini tidak menyingkirkan telapak tangan Zang Wei di keningnya. Malah ia merasa senang di sentuh oleh pujaan hatinya.


Zang Wei yang mendengar teriakan Mu Lan Jia langsung membalasnya. “Hemm..!! Apa kau ini tuli, aku tadi bilang apa kau sakit jiwa.” Dengus Zang Wei melototi mata Mu Lan Jia.


Blush..!!


Melihat tatapan Zang Wei, Mu Lan Jia menjadi salah tingkah dan memasang wajah memerah malu-malu.


Huh??

__ADS_1


“Apa aku perlu membawanya ke tabib? Aku rasa ia memang terkena penyakit jiwa dari lahir,” gumam Zang Wei dengan polosnya mengangap Mu Lan Jia benar-benar sakit jiwa, dan tidak menyadari jika Mu Lan Jia saat ini sedang salah tingkah.


__ADS_2