
“Hoho,, dia sangat cocok di buat sebagai penjahat, karena tidak akan mungkin orang-orang mencurigainya setelah melihat karakternya secara langsung,” kekeh Zang Wei dalam hati.
Wen Zi yang hendak menjelaskan seketika merasakan punggungnya menjadi dingin.
“Urgh,, apa hanya perasaanku saja atau memang ada yang sedang merencanakan niat jahat kepadaku ya?” Gumam Wen Zi dalam hati.
Tapi karena Wen Zi saat ini ingin fokus menjawab pertanyaan Tuan mudanya serta ingin menjelaskan beberapa bagian, Wen Zi pun langsung melupakan perasaannya tadi.
...
“Ehem,, untuk kota kecil dan kota sedang, awal-awalnya memang ada beberapa kendala dari para pesaing, tapi semuanya mampu di kendalikan oleh para saudaraku dan juga Tuan Zhao.” Ucap Wen Zi terdiam sesaat.
“Sementara untuk kota besar, ada 3 yang sudah di selesaikan hingga tuntas kendalanya dan ada 2 yang hingga kini belum bisa di selesaikan. Kota tersebut kota Janghu dan Ibukota,” sambung Wen Zi.
Zang Wei yang mendengar itu mengangguk ringan dan berkata.
“Hemm..!! Ibukota mungkin wajar, karena pesaing kita di sana bukan hanya para Bangsawan Klan saja, melainkan banyak organisasi yang pastinya tidak menginginkan kedatangan kita, karena bisa menutup mata pencaharian mereka.”
“Tapi untuk kota Janghu, bukankah kota ini adalah kota pelabuhan dimana banyak sekali pedagang yang mampir untuk istirahat? Lalu dimana letak masalahnya?” Tanya Zang Wei penasaran.
__ADS_1
Menurut Zang Wei, kota tersebut adalah yang paling aman untuk membuka bisnis penginapan, rumah makan, menjual tanah dan bangunan mewah, karena di sana tidak ada orang luar yang memulai bisnis seperti yang seperti ini sebelumnya.
“Hemm..!! Kendalanya ada pada klan Jin, Klan ini lah yang tinggal dan berkuasa di sana, salah satu tetua klan mereka jugalah yang menjadi pemimpin kota. Jadi mereka selalu menekan kita dengan meminta pajak yang tinggi setiap bulannya. Entah mengapa, aku merasa mereka semua di suruh oleh seseorang.” Jawab Wen Zi yang sampai saat ini bingung mau menyelesaikan masalah ini dengan cara apa.
Karena Wen Zi pernah mengirim Assasint untuk mencari petunjuk siapa dalang yang menyuruh Klan Jin ini, tapi hasilnya nihil, lantaran para Assasint tersebut baru beberapa bulan di latih, yang artinya mereka belum terlalu berpengalaman.
“Hoo,, menarik, apa mereka klan besar?” Tanya Zang Wei tersenyum tipis.
Saat Wen Zi ingin menjawab, Zang Wei terlebih dahulu mengangkat tangannya dan membuka buku yang baru saja ia keluarkan dari kantong penyimpanannya.
Setelah beberapa saat membalik-balik buku tersebut, akhirnya Zang Wei menemukan data tentang klan Jin.
“Hoo,, besok pagi pergilah ke Tuan Zhao, minta mereka untuk mengirim semua informasi tentang klan Jin ini dalam 100 tahun berdirinya klan tersebut. Untuk sekarang istirahatlah terlebih dahulu.” Ucap Zang Wei yang terlihat menemukan sesuatu yang menarik tentang klan Jin, jadi Zang Wei ingin menyamakan apakah informasi yang ia baca ini sama dengan informasi yang di berikan kelompok Organisasi Bunga Malam.
Di dalam organisasi malam ini, terbagi menjadi 3 kelompok, pertama kelompok informasi yang di pimpin oleh Zhao Yu dalam jual beli informasi.
Kedua kelompok Assasint yang bertugas dalam melindungi serta mencari informasi, saat ini kelompok Assasint masih tidak memiliki pemimpin, jadi mereka hanya akan mengikuti perintah sementara dari Zhao Yu dan Wen Zi saja.
Ketiga adalah Bisnis Zang Wei sendiri, setiap Penginapan, rumah makan maupun kantor akan di namai sama, yaitu Bunga Malam, hanya Cabang saja yang di berikan nama awalan Cabang saja, agar di ketahui mana Cabang dan mana pusat.
__ADS_1
Wen Zi yang mendengar itu pun mengangguk dan melanjutkan obrolan ringan bersama yang lain.
...
Tengah malam..!!
Tap tap..!!
“Apa kau akan pergi ke Kota Janghu besok Wei'er?” Tanya Lu Bei yang terlihat melangkah mendekati Zang Wei yang duduk di halaman belakang.
Sontak Zang Wei mendongak ke arah pamannya. “Hemm..!! Ibu sudah mengizinkan, asalkan disana Wei'er tidak terlalu berlebihan atau terlalu mencolok, karena kalau Wei'er terlalu mencolok, bisa jadi ada anggota Klan Lu yang kebetulan ada di sana sedang beristirahat, lalu mengenal ciri-ciri Wei'er.” Jawab Zang Wei.
Tap..!! Bruk..!!
“Apa yang ibumu katakan ada benarnya, karena klan Lu itu memiliki banyak sekali mata di seluruh Benua ini, dan kau sangat mirip dengan ibumu, hanya rambutmu saja yang berbeda dari kedua orang tuamu. Jadi tetaplah berhati-hati, jangan terlalu berlebihan saat bertarung nanti, jika terpaksa membunuh, maka bunuh dengan cepat tanpa menimbulkan ledakan maupun kerusakan parah di area sekitar.” Ucap Lu Bei yang kini duduk sambil menepuk pundak Zang Wei.
Zang Wei pun hanya mengangguk ringan sambil memandang ke arah kiri, dimana ia melihat Mu Lan Jia yang kini membaringkan kepalanya tepat di pahanya.
“Apa yang kau lakukan tengah malam di sini?” Tanya Zang Wei sambil mendengus kesal.
__ADS_1
“Hihi,, Ibu menyuruhku mengawasi pembicaraan kalian, Ibu takut jika kau kabur ke Benua Tengah untuk membalas dendam. Dan mulai saat ini, aku akan menjadi pengawas mu, kemanapun kau pergi, aku akan ikut. ” Jawab Mu Lan Jia tertawa bahagia.
Glek..!!