
“Baiklah, kalian boleh bergerak, sisanya akan mempermainkan Tetua Wang, apa kalian mengerti,” ucap Patriak klan Jin yang terlihat langsung di tanggapi anggukan oleh para tetua, lalu setelah itu mereka langsung bergerak ke Selatan dan Utara.
Hemm..!! Dret..!! Wuss wuss..!!
Setelah para tetua klan Jin bergerak, kini yang tersisa hanya Patriak klan Jin dan beberapa tetua yang akan menghadapi Tetua Wang.
“Ayo, kita harus menjamu tamu kita,” ajak Patriak Klan Jin.
Tap tap..!!
***
Tetua Wang yang terlihat melangkah dengan sombongnya, kini seketika berhenti setelah melihat pintu utama Mansion.
Srett..!!
Bersamaan dengan berhentinya tetua Wang, pintu utama langsung terbuka.
“I..Ini,” gumam tetua Wang melototkan matanya saat melihat dan merasakan aura dari 7 sosok yang keluar dari Mansion.
“Ranah Prajurit Tingkat 6 Ahir dan 2 di antaranya ada di Ranah Prajurit Tingkat 7 Awal, lalu yang terkuat ada di Ranah Prajurit Tingkat 7 Menengah.” Umpat Tetua Wang.
Tetua Wang saat ini berada di Ranah Prajurit Tingkat 7 Awal, ia juga baru-baru ini menerobos ke tingkat tersebut, jadi kekuatannya saat ini tidak stabil.
“Sialan, ini jebakan,” umpat tetua Wang yang terlihat langsung membalik badannya.
Dret..!!
“Mau kemana kau,” sapa seorang tetua yang berada di tingkat yang sama dengan tetua Wang.
Wung..!!
Kaki tetua klan Jin itu pun langsung mengarah ke wajah tetua Wang.
Bam..!!
Namun dengan reflek yang cepat, tetua Wang menutup kepalanya dengan kedua tangannya untuk menahan serangan kejut tetua klan Jin.
Sret..!!
Tetua Wang yang kini terseret sejauh 2 meter, kini melihat kedua tangannya bergetar hebat.
Belum pulih dari ekspresi terkejut, terlihat para tetua Klan Jin yang rata-rata berada di Ranah Prajurit Tingkat 6 Ahir, langsung mengepung Tetua Wang dan menyerangnya tanpa memberikan jeda.
“Mati,” teriak tetua Klan Jin yang mengenakan jubah hitam.
__ADS_1
Slash..!!
“Sialan,” teriak tetua Wang mengumpati tetua tersebut sambil menggeser badannya ke arah kiri, setelah itu tetua Wang langsung melompat dan melakukan manuver untuk menghindari serangan beruntun dari para tetua.
Bam bam bam..!!
Slash..!!
Tap tap..!!
Tetua Wang yang berhasil menghindari beberapa serangan, kini menatap tajam para tetua klan Jin, terutama tetua yang terkuat, pandangan Tetua Wang juga tidak luput dari sosok yang mengenakan jubah putih.
“Dia tidak ikut bergerak, jika begini, usahaku untuk melarikan diri dari sini akan jauh lebih besar,” gumam Tetua Wang.
Wung..!!
Bersamaan dengan selesainya tetua Wang bergumam, 3 tetua terlihat menerjang ke arahnya.
Tetua Wang tentu langsung mengeluarkan tombaknya, setelah itu ia mengayunkan tombaknya untuk membalas serangan ketiga tetua yang menyerangnya.
Slash..!!
Trank..!! Bom bom..!!
Ke 3 tetua klan Jin langsung terhempas, namun itu tidak membuat tetua Wang senang, karena 2 tetua lain terlihat menyerangnya dari belakang dan yang terberat adalah tetua yang berjubah hitam, karena ia saat ini menyerang dari depan.
“Mati,” teriak kedua tetua yang langsung menyerang dengan kekuatan penuh mereka.
Slash..!!
Urgh..!!
“Ini akan cukup menyakitkan,” gumam Tetua Wang yang sadar jika dirinya tidak akan bisa menghindari kedua serangan dari belakang dan depan serempak. Jadi tetua Wang berniat untuk mengambil resiko dengan menerima salah satu serangan.
Kini tetua Wang terlihat mengalirkan energinya ke tombaknya, lalu mulai memutarnya untuk di arahkan ke depan.
Blush..!!
Boomm..!!
Argh..!!
Tepat setelah tombak milik tetua Wang dan tetua yang berada di Ranah prajurit tingkat 7 awal bentrok.
Terlihat tetua Wang langsung di pukul mundur, tidak sampai di sana saja, saat tetua Wang terhempas, kini dua bilah terlihat akan menebas punggungnya.
__ADS_1
Slash..!! Crash crash..!!
Argh..!!
Bruk..!!
Tanpa mampu menghindari serangan dari kedua tetua klan Jin, alhasil punggung tetua Wang tertebas dan langsung membuatnya ambruk.
Tap tap..!!
“Hehe,, lemah,” ejek tetua ketiga, atau tetua terkuat dan terlihat menghampiri tetua Wang yang berlutut sambil menyemburkan banyak darah melalui mulutnya.
“Apa kau menikmati rasa sakitnya?” Tanya tetua ketiga yang kini sudah berdiri di depan Tetua Wang.
Wung..!!
Bam..!!
“Jawab dasar idiot,” teriak tetua ke 9 yang langsung menendang kepala tetua Wang, lantaran tetua Wang tidak menjawab.
“Uhuk, sialan, kalian semua akan mati oleh Klan-Klan Besar nantinya, berani sekali kalian memper-”
Argh..!!
“Bicara apa kau idiot, apa kau kira kami takut dengan Klan Wang dan klan besar lainnya,” dengus tetua ke 10 yang terlihat menginjak luka yang ada di punggung tetua Wang. Hal tersebut membuat luka tetua Wang semakin membesar dan tentunya akan lebih menyakitkan.
Tap tap..!!
Crash..!!
Bruk..!!
Saat tetua ke 3 ingin memotong tangan tetua Wang, terlihat Patriak klan Jin muncul dan langsung memotong kepala Tetua Wang.
“Kalian terlalu senang, sehingga tidak menyadari jika dia ingin meledakkan dirinya, beruntung aku cepat menyadarinya,” ucap Patriak klan Jin dengan nada dingin memarahi para tetuanya.
Mendengar itu, sontak para tetua langsung melihat ke arah kepala tetua Wang, mata mereka pun langsung melotot saat melihat sebuah pil peledak yang ada di mulut tetua Wang.
“I..Ini,” ucap tetua ke 3 dan para tetua Klan Jin.
***
Di area Selatan, tempat Tuan muda Wang, terlihat saat ini kondisinya terbalik.
Tetua pertama, keempat dan ketujuh yang berhasil membunuh anggota Tuan muda Wang, dan menyisakan Tuan muda Wang, kini terlihat mereka baru saja mati setelah di bunuh oleh Yi Lang yang muncul di saat ketiga tetua klan Jin lengah dan Wang Si juga terlihat langsung membunuh, lalu mengambil alih tubuh Tuan muda Wang.
__ADS_1
Krak krak..!! Tap..!!