Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Kembalinya Para Jendral Bayangan dan Kedatangan Kaisar Ming Ke Kota Janghu


__ADS_3

Setelah memeluk Wen Zi, dengan cepat Raja Darah mengintruksikan Assasint bertopeng untuk memberitahu ke 8 bawahannya agar menyandarkan kapal, serta mengumpulkan para Assasint yang berada di bawah kepemimpinan setiap Assasint kematian, karena mereka harus kembali ke pusat Organisasi Kabut Malam saat ini.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***


6 Jam telah berlalu.


Di saat Raja Darah sudah meninggalkan Benua Barat dan kembali ke Benua Tengah atau ke pusat Organisasi Kabut Malam.


Ternyata bukan hanya dia saja yang kembali, melainkan ke 3 Jendral Bayangan lainnya yang berada di Benua Barat ikut kembali ke pusat Organisasi Kabut Malam, salah satunya adalah Jendral Bayangan yang Zang Wei kenal sebagai Tetua ke 3 atau kini di kenal Chao San.


Mereka semua Jendral Bayangan kembali bukan karna takut dengan Kaisar Ming atau berita kehancuran markas cabang yang di pimpin Raja Darah. Melainkan mereka kembali karena tidak lama lagi Turnamen para Assasint bawahan dari para Jendral Bayangan akan di gelar.


***


Sementara di pasar gelap.


Saat ini terlihat sosok Kaisar Ming sedang duduk bersama beberapa orang yang ia kenal, sisanya cukup asing baginya.


“Jadi itu yang membuat dirimu menghilang beberapa tahun lalu ya, aku tak menyangka jika Klan yang kau pimpin bisa di runtuhkan dalam semalam.” Ucap Kaisar Ming melirik ke arah Patriak Wen.


Tidak ada yang menyangka jika Kaisar Ming dan Patriak Wen ternyata saling mengenal satu sama lain. Bahkan Raja Ming Lian Ji pun cukup terkejut saat ayahnya menyapa Patriak Wen di saat datang kesini.


“Hemm..!! Begitulah garis kasarnya, yang pasti klan Wen saat ini sudah musnah dan kini aku ingin mengabdikan diriku di tempat ini menjadi penerima barang lelang,” balas Patriak Wen mengangguk santai.


Huff..!!


“Maafkan aku jika tidak bisa datang membantu di saat kau dalam masalah, padahal dulu ayahmu sudah beberapa kali membantuku di saat aku mengembara di Benua Tengah.” Ucap Kaisar Ming yang kini membungkukkan sedikit kepalanya dengan tulus.

__ADS_1


“I..Ini,” gumam Raja Ming Lian Ji, Pangeran Ming, Long Ji dan Jendral Zu Hou terkejut luar biasa saat melihat sosok yang paling dingin, berwibawa dan sulit menundukkan kepalanya. Tapi kini mereka pertama kali melihat itu terjadi seumur hidup mereka.


“Cepat angkat kepalamu, apa kau tidak malu di lihat oleh kedua putra dan bawahanmu,” ucap Patriak Wen yang langsung bangkit dari tempat duduknya, lalu menghampiri Kaisar Ming untuk membantunya mengangkat kepalanya.


Tap tap..!!


Cklek..!!


Di saat Patriak Wen membantu Kaisar Ming mengangkat kepalanya, terdengar suara langkah kaki dan sosok pemilik tempat ini, atau sosok yang mereka nanti-nantikan pun tiba.


Sret..!!


Dengan cepat Kaisar Ming, kedua putranya, Patriak Wen, Patriak Xu, Yan, dan Fang bangkit dari tempat duduk mereka.


“Salam Leluhur Pedang Semesta,” sapa semua orang termasuk Kaisar Ming.


Terlihat tinggi Kasiar Ming 2 meter lebih, dengan tubuh kekar serta kepalan tangan yang sangat besar.


Bai Xin bahkan saat ini mendongak untuk melihat Kaisar Ming.


“Apa ini kau bocah? Kenapa kau bisa sebesar ini?” Tanya Bai Xin dengan nada sedikit ngelantur.


Kaisar Ming yang sadar Bai Xin sedang dalam keadaan mabuk, dengan nada sopan dan berwibawa membalas sosok yang menjadi idolanya hingga saat ini.


“Benar leluhur, ini saya Ming kecil yang dulu pernah anda ajari cara memegang pedang besar.” Ucap Kaisar Ming.


“Hoo,, aku tak menyangka jika kau menekuni teknik dasar yang aku ajarkan, terlihat dari kepalan tanganmu, kau juga terus menggunakan pedang besar dan berbobot, tidak seperti saudaramu yang idiot-idiot itu.” Ucap Bai Xin terdengar memuji Kaisar Ming, tapi dalam hatinya, Bai Xin saat itu sebenarnya hanya bercanda mengajari Kaisar Ming.


Tap tap..!!

__ADS_1


Sret..!!


“Tangan yang kokoh dan pondasi yang luar biasa kuat, dapat di artikan jika kau mati-matian dalam berlatih bocah, tapi ada satu yang kurang sehingga kau tidak bisa menembus tingkatakanmu saat ini.” Ucap Bai Xin yang kini memegang telapak tangan Kaisar Ming serta mengalirkan energinya untuk mengecek kondisinya.


Sebenarnya Bai Xin tidak ingin melakukan hal merepotkan seperti ini, tapi karena ini permintaan saudaranya Zang Wei, agar Kaisar Ming bisa melindungi Benua Barat jika ada invasi serangan musuh. Maka mau tak mau Bai Xin mengikuti perintah saudaranya itu.


...


Terlihat wajah Kaisar Ming bersinar cerah saat Leluhur Pedang Semesta mengetahui kendalanya selama puluhan tahun.


“A..Apa itu Leluhur? Apakah anda bisa memberikan Ming Kecil ini pencerahan?” Tanya Kaisar Ming dengan penuh harap.


Tap tap..!!


Bai Xin tidak langsung menjawab, melainkan ia terlihat melangkah ke kursi kosong dan mengintruksi semua orang ikut duduk.


Bruk..!!


“Akan ku beritahu nanti saat kita berdua saja, saat ini ada yang jauh lebih penting dari kondisimu, jadi kita harus membahasnya terlebih dahulu.” Ucap Bai Xin dengan nada santai sambil melirik Raja Ming dan Pangeran Ming.


Glek..!!


Bulu kuduk Raja Ming seketika berdiri dan ia merasakan jika dirinya saat ini sedang duduk di pinggir jurang.


“Apa itu Lian'er?. Cepat beritahu ayah dan yang lain, agar semua bisa selesai dengan cepat.” Tanya Kaisar Ming dengan nada lembut, tapi terdengar mengerikan bagi Raja Ming.


Glek..!!


“Sialan, kenapa aku mengatakan hal yang salah sebelum masuk kesini sih,” umpat Raja Ming yang mengingat saat ia memberitahu Bai Xin untuk mengutamakan pembagian harta jarahan yang di dapatkan di Klan Jin dan kediaman pemimpin Kota Janghu.

__ADS_1


__ADS_2