
“Hancurkan mereka semua tanpa sisa.” Ucap Wen Zi dengan nada dingin dan disertai niat membunuh yang besar.
Blush..!! Dret..!!
Mendengar itu, Assasint bertopeng dan ke 9 Assasint kematian langsung menyeringai lebar.
Mereka mengira Wen Zi ini sangat dendam terhadap Zang Wei serta anggota kelompoknya, sehingga niat membunuh yang sangat besar Wen Zi keluarkan.
Tapi mereka salah besar, karena niat membunuh tersebut bukan di tunjukkan ke Zang Wei dan kelompoknya, melainkan kepada Organisasi Kabut Malam.
Dret..!!
“Jangan sisakan satupun, keluarkan kekuatan kalian yang sesungguhnya,” teriak Assasint bertopeng yang kini melesat ke arah Zang Wei.
Wuss wuss..!!
Assasint bertopeng mengira jika ia membunuh Zang Wei lebih dulu, yang tak lain ahli strateginya, maka ia bisa dengan mudah membunuh yang lainnya.
Wung..!! Slash..!!
Trank..!!
Boomm..!!
Tapi pikiran Assasint bertopeng salah besar, terlihat Zang Wei dengan mudah menahan serangan Dagger Assasint bertopeng hanya dengan Dagger yang terbuat dari batu.
Walau Zang Wei terhempas sejauh 30 meter, tapi itu sudah cukup untuk membuktikan kualitas bertarung Zang Wei yang di atas rata-rata, atau tidak dapat di anggap remeh.
“I..Ini, dia hanya Ranah Prajurit Tingkat 5 Menengah,” gumam Assasint bertopeng yang tidak percaya dengan apa yang ia rasakan saat melakukan bentrok tadi.
“Ti..Tidak mungkin, tidak mungkin dia berada di Tingkat itu, setidaknya ia berada di Ranah Prajurit Tingkat 6 Ahir karena mampu menahan seranganku tadi. Karena jika benar ia berada di Ranah Prajurit Tingkat 5, maka ia akan langsung mati saat berusaha menahan seranganku secara langsung.” Sambung Assasint bertopeng yang kini menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Karena penasaran, terlihat Assasint bertopeng kembali bergerak untuk mengejar Zang Wei.
...
Sementara di tempat Zang Wei, ia yang terseret, kini terlihat berdiri dengan nafas sedikit terengah-rengah.
“Terlalu jauh, jika aku menahan serangannya secara langsung sekali lagi, aku yakin kedua tanganku akan remuk dan beberapa organ dalamku akan rusak.” Gumam Zang Wei yang kini melihat kedua tangannya bergetar hebat.
Karena Zang Wei melihat Assasint bertopeng mematung di tempatnya, ia pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghindari bentrok secara langsung dengannya.
“Aku harus menjauh,” gumam Zang Wei terlihat melesat sambil memasang beberapa benang energi dengan menancapkannya di beberapa titik.
__ADS_1
Wuss wuss..!!
***
Di saat Zang Wei mencoba menjauhi Assasint bertopeng, terlihat ke 9 Assasint kematian kini bertarung dengan Tetua Yu Zian, Patriak Wen, Pangeran Ming, Yan Zhao, Yan Chao, Sing Zhao, Mu Lan Jia, Ling Mue, tetua Fang Du.
Jumlah mereka memang sama-sama 9, tapi saat ini kelompok Zang Wei sedikit di rugikan, kareta kekuatan asli para Assasint kematian rata-rata berada di Ranah Prajurit Tingkat 7 Awal dan di perkuat oleh jubah mereka sebagai perisai.
Sementara di kelompok Zang Wei, walau ada 6 di antara mereka yang berada di Ranah Prajurit Tingkat 7.
3 di antaranya berada di Ranah Prajurit Tingkat 7 Ahir dan 3 berada di Ranah Prajurit Tingakt 7 Awal.
Tetap saja Patriak Wen, Tetua Yu Zian dan tetua Fang Du tidak akan bisa terus membantu Ling Mue, Mu Lan Jia dan Pangeran Ming yang berada di Ranah Prajurit Tingkat 6 Ahir.
...
Wung..!!
Sret..!! Bomm..!!
“Haha,, kita ketemu lagi sialan,” ucap Yan Zhao dan Yan Chao terlihat sangat bahagia saat melihat Assasint kematian yang pernah mereka lawan saat di dalam lorong tambang.
“Apa kau siap saudara Chao?” Tanya Yan Zhao kini melirik ke arah Yan Chao.
Yan Chao pun langsung mengangguk sambil menyeringai lebar. “Khehe,, tentu saja, ayo kita buktikan perkembangan kita dalam beberapa hari setelah berpisah dengan mereka.” Ucap Yan Chao sambil terkekeh kecil.
Dret..!! Wuss..!!
Setelah melakukan toss, dengan cepat Yan Zhao dan Yan Chao melesat ke arah musuh mereka.
Trank trank..!! Duarr..!!
Terlihat dentingan pedang terus terdengar di sertai percikan api terus muncul saat Yan Zhao dan Yan Chao bentrokan dengan kedua Assasint kematian.
Saking semangatnya kedua Yan bersaudara itu menyerang musuh mereka, pertarungan mereka pun sampai melebar cukup jauh ke wilayah pinggiran Tambang dan hampir mencapai ke salah satu puncak Bukit.
***
Di tempat Mu Lan Jia, Ling Mue dan Tetua Yu Zian, terlihat saat ini Tetua Yu Zian sedikit kewalahan dalam mengatur posisi kedua wanita tersebut, ia juga cukup sulit melindungi mereka lantaran jarak kedua wanita itu terlalu jauh di belakangnya.
Sret..!!
Bomm..!!
__ADS_1
Setelah tetua Yu Zian berhasil menghempaskan 1 Assasint kematian, dengan cepat tetua Yu Zian bergerak ke belakangnya.
Dret..!!
Wung..!!
Tetua Yu Zia yang bergerak secepat kilat langsung muncul di atas salah satu Assasint yang melawan Mu Lan Jia.
“Mati kau sialan,” teriak tetua Yu Zian mengayunkan lulut dan tinjunya secara bersamaan.
Assasint kematian yang sudah menyadari kedatangan Tetua Yu Zian pun terlihat dengan cepat berusaha mundur dan menjaga jarak.
Sret..!!
Tapi kaki Assasint kematian seketika tidak bisa di gerakkan karena Mu Lan Jia dengan sigap menahannya dengan selendangnya.
Bomm..!!
Argh..!!
Duarr..!!
Alhasil, tubuh Assasint kematian langsung terhempas ke tanah, saking kerasnya tinju dan serangan lutut tetua Yu Zian, terlihat saat tubuh Assasint kematian membentur tanah, tanah tersebut langsung membentuk sebuah kawah kecil sedalam 5 meter.
Dret..!!
Tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, tetua Yu Zian kembali bergerak saat melihat Assasint yang ia serang lengah di saat ia mulai bangkit.
Wung..!!
Jlep..!!
Urgh..!!
Mata Assasint kematian seketika melotot tak percaya dengan apa yang ia rasakan saat ini.
Baru kali ini ia merasakan rasa sakit, sontak Assasint kematian pun mencoba melirik ke arah bawah, matanya semakin melotot saat melihat darah muncrat dari lehernya.
“I..Ini,” gumam Assasint kematian yang langsung mencoba memegangi lehernya, tapi ia sedikit terlambat, pandangan matanya seketika menjadi gelap.
Bruk..!!
Tetua Yu Zian yang melihat musuhnya mati, kini langsung mengayunkan tangan kanannya untuk membersihkan darah yang menempel di 2 jarinya.
__ADS_1
Sret..!!
“Sesuai dugaan Tuan muda, kelemahan mereka ada di leher.” Gumam Tetua Yu Zian yang kini mulai melirik ke arah kedua Assasint kematian yang sedang mundur menjauhi Ling Mue, padahal mereka tadi sudah bergerak ke arahnya, namun saat melihat rekan mereka mati, tentu saja mereka akan langsung waspada dan lebih baik mundur.