Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Banyak Mata Yang Mengintai


__ADS_3

“Hem...!! Nantikan saja pertunjukkannya saudara Xin, aku akan kembali dulu ke kota Janghu. Jadi, ku titip Nona Lan, nona Jing dan adiknya Wen Zi di sini. Jaga mereka baik-baik.” Ucap Zang Wei sambil melangkah menuju pintu keluar, yang mana di depan pintu Wen Zi sudah menunggu.


Tap tap..!!


Cklek..!!


Tepat di saat Zang Wei akan melangkah keluar, ia terlihat mengeluarkan kain hitam yang kini menjadi sebuah jubah dan langsung mengenakannya.


Di waktu yang bersamaan, tepat setelah pintu ruangan tempat Zang Wei terbuka, Wen Zi yang sudah menunggu di depan pintu, terlihat melangkah menuju lantai 1.


Tap tap..!!


Terlihat saat Wen Zi melangkah, banyak sekali tatapan dengan niat membunuh di arahkan kepada dirinya.


Tapi Wen Zi acuh saja dan terus melangkah, sementara Zang Wei yang sudah mengenakan jubah kegelapan di sertai memasang tudungnya, terlihat mengikuti dari samping.


...


Beberapa menit kemudian.

__ADS_1


Kini Wen Zi dan Zang Wei yang sudah keluar dari pintu utama Rumah Lelang, melihat para Bangsawan, Patriak Klan menunggunya di berbagai tempat tersembunyi.


Dua dari mereka yang ikut melihat Zang Wei dan Wen Zi adalah Raja dan Pangeran Ming.


“Jadi dia pemuda yang bernama Zang Wei?” Tanya Raja Ming melirik ke arah Wen Zi dan mengira Wen Zi ini adalah Zang Wei, karena Wen Zi mengenakan topeng yang sama dengan Zang Wei.


“Hem..!! Dan di sebelahnya pasti Master Lan, tapi kenapa Master Lan menyembunyikan wajahnya menggunakan jubah dan topeng yang sama ya?” Sambung Long Ji yang kini bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Dari mana mereka menganggap Zang Wei ini seorang wanita? Itu karena kaki Zang Wei yang sangat mulus, dan juga ia sengaja menggunakan sepatu kulit milik Mu Lan Jia sendiri, agar orang-orang mengira dirinya adalah seorang wanita.


Saat ini Raja Ming dan Long Ji yang berada di salah satu rumah makan bagian utara, dekat dari Rumah Lelang.


“Jangan dulu, kita akan melihat situasi, jika mereka dalam bahaya, barulah kita akan membantunya, karena saat ini, ia sedang bersama Master Lan. Jadi, mereka berdua pasti mampu menghadapi semua Bangsawan dan Patriak klan yang mengepung mereka nanti.” Jawab Raja Ming.


...


Di sisi Barat.


Pangeran Ming yang sedang bersama Zu Hou terlihat duduk di pinggir jalan sambil mengarahkan pandangan mereka ke Zang Wei dan Wen Zi.

__ADS_1


“Jadi pemuda itu yang ingin aku temui sebelumnya di puncak gunung hutan kematian, aku tak menyangka jika usianya mungkin sepantaran denganku, tapi tingkat kultivasinya jauh di atasku. Benar-benar seorang jenius seperti para kakak-kakak ku.” Ucap Pangeran Ming terdengar kagum.


“Benar Pangeran, tapi saat ini ia dalam bahaya, karena banyak sekali para Bangsawan dan juga Patriak Klan berniat menyerang mereka setelah keluar dari sini.” Ucap Zu Hou melirik ke arah dimana para Bawahan Bangsawan dan Patriak klan memperhatikan gerak gerik Zang Wei.


“Walau saat ini ia bersama mantan Master Sekte Harimau Hitam, kecil kemungkinan mereka bisa selamat dari kepungan tersebut.” Sambung Zu Hou melirik ke arah Pangeran Ming dan terdiam sesaat.


“Jadi apakah kita akan membantu mereka atau tidak? Jika kita membantu mereka, maka mereka pasti akan memiliki hutang budi kepada kita, dan dari hutang budi itulah kesempatan kita melakukan kedekatan dengan mereka.” Tanya Zu Hou.


Pangeran Ming yang di tanya terlihat mengeluarkan seutas senyum kecil.


“Apa selama ini kau tidak merasakan kehadiran kakak ku, yang tak lain Raja Kerajaan Bintang, aku yakin mereka pasti sudah membuat rencana juga untuk melakukan kedekatan dengan cara menolong mereka.” Ucap Pangeran Ming yang membuat Zu Hou terkejut luar biasa.


“Aku yakin kedatangannya kesini adalah untuk mencari pemuda tersebut, dan mungkin saja pemuda inilah yang mengundang kakak ku. Jika dugaanku memang benar, maka pemuda ini adalah orang yang cerdas, yaitu mampu mengundang Raja dan Pangeran sekaligus.”


“Mungkin saja pemuda ini ingin mengetes kita berdua dengan sengaja membuat masalah kepada para Bangsawan dan Patriak Klan, dan ia ingin melihat mana yang lebih menguntungkan untuk dia dukung dalam membantunya menghadapi situasi ini, aku atau kakak ku.”


“Jadi cara terbaik untuk membuktikan diriku cukup layak, dengan cara menjadi temannya dan mendekatinya secara langsung, tanpa memiliki niat tertentu. Karena dia pasti tahu niat kita ingin menyelamatkannya di saat dia dalam bahaya, mungkin itu sudah basi menurutnya. Karena itu juga aku ingin melakukannya dengan cara yang berbeda, agar ia bisa melihat ketulusanku ini.” Ucap Pangeran Ming yang terlihat langsung melangkah ke tempat Zang Wei dan Wen Zi berada.


Tap tap..!!

__ADS_1


__ADS_2