Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Keserakahan Membutakan Segalanya


__ADS_3

“Setelah sampai, dan mencari tahu, akhirnya saya menemukan itu adalah sebuah Tambang yang sangat besar dan tambang tersebut adalah Tambang Batu warna-warni.” Sambung Tuan muda Wang memberitahu para tetua, dan kini terlihat reaksi mereka sangat terkejut luar biasa, bahkan ada yang sampai tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


...


“I..Ini, apa yang kau katakan tadi memang benar-benar nyata Tuan muda?” Tanya Tetua Wang yang terlihat ikut terkejut dan juga baru pertama kali mengetahuinya.


“Apa Batunya berkilau terang layaknya pelangi?” Tanya Tetua Jang ikut mengajukan pertanyaan.


“Apa tambang Batu warna warni itu sangat besar? Jika iya, apakah bisa kau memberitahuku sebesar apa tambang tersebut?” Tanya tetua Xiao dan tetua Lang serempak.


Bukan hanya para tetua saja, bahkan para Ahli bela diri bayaran terdengar ikut mengajukan pertanyaan mereka kepada Tuan muda Wang.


Tuan muda Wang yang mendengar berbagai pertanyaan bertubi-tubi, kini terlihat bingung mau menjawab pertanyaan yang mana terlebih dahulu.


Sementara Yi Lang, ia terlihat hanya diam saja sambil melirik ke arah para tetua dan Ahli bela diri bayaran, rata-rata mereka saat ini memperlihatkan wajah keserakahan mereka tanpa bisa menyembunyikannya setelah mendengar adanya sebuah tambang Batu Warna warni.


“Keserakahan memang membutakan segalanya, dari yang tadinya mereka akan bersatu, mulai saat ini, mereka pasti akan menjadi pecah dengan membagi kelompok, karena ingin memperebutkan hak tambang.” Gumam Yi Lang dalam hati.


...


“Diaaamm.”

__ADS_1


Mendengar teriakan Tuan muda Wang, para tetua dan Ahli bela diri pun berhenti bertanya.


“Jika kalian ingin mengajukan pertanyaan, maka bertanyalah satu persatu, jangan mengajukan pertanyaan layaknya kalian mengikuti lomba Balap Burung Peliharaan.” Dengus Tuan muda Wang melanjutkan ucapannya.


Para tetua pun menjadi diam, kini mereka sadar jika Tuan muda Wang terlihat tertekan. Tapi sebenarnya ia saat ini sedang berpura-pura.


“Hemm..!! Aku setuju dengan apa yang kau katakan anak muda, jika begitu kita harus membuat sebuah kelompok terlebih dahulu dan setiap kelompoknya nanti akan ada satu orang yang mengajukan pertanyaan. Bagaimana? Apakah ada yang setuju?” Ucap tetua Lang yang kini melirik ke arah para tetua, dan pandangan terahirnya tertuju ke arah tetua Wang yang sedari tadi hanya diam saja. Padahal biasanya tetua Wang cukup banyak bicara, apalagi jika Tuan mudanya di tekan.


...


Tetua Xiao, tetua Cang, tetua Jang dan tetua lainnya yang mendengar itu terlihat merenung sesaat, di pikiran mereka saat ini adalah tentang menguasai tambang.


Mereka mulai berpikir jika mereka menguasainya seorang diri, itu memang mustahil, tapi jika mereka membuat sebuah kelompok, maka itu bisa saja terjadi.


Sontak pandangan para tetua pun saling melirik satu sama lain.


Tetua Xiao dan Tuan mudanya juga sama.


“Bagaimana jika kita mengajak tetua Cang dan Tuan mudanya untuk bekerjasama bersama tetua yang klannya memiliki reputasi kecil?” Tanya tetua Xiao mengajukan saran kepada Tuan muda Xiao.


Tapi Tuan muda Xiao langsung menggelengkan kepalanya. “Jangan, dia terlalu pengecut dan suka berkhianat saat merasa terdesak, akan lebih baik kita mengajak tetua Qin, tetua Zu, dan tetua Mha saja, mereka terbilang tetua klan besar, walau reputasi klan mereka kecil, tapi klan mereka dapat di bilang klan kuno yang sudah mencapai ribuan tahun. Dan mereka mampu bertahan hingga saat ini, itu artinya kekuatan mereka di atas rata-rata.” Jawab Tuan muda Xiao dan menjelaskan akan lebih baik mengajak ketiga tetua yang ia sebut tadi.

__ADS_1


Mendengar itu, tetua Xiao pun langsung memasang wajah cerah.


“Kau memang yang terbaik Tuan muda, kecerdasanmu itu memang tiada tanding.” Ucap tetua Xiao memuji Tuan mudanya.


“Jika begitu, saya akan memanggil mereka, kau tunggu saja di sini, tidak usah repot-repot mengikuti saya,” sambung tetua Xiao sambil melirik ke arah ketiga tetua yang di sebut Tuan muda Xiao Yuan tadi.


Tap tap..!!


...


Sementara di tempat tetua Cang, ia terlihat beegabung dengan tetua Jang dan beberapa tetua klan besar lainnya, ia bahkan mengajak 3 Ahli bela diri bayaran untuk ikut bergabung ke kelompoknya.


Bukan hanya tetua Cang dan tetua Jang saja yang mementingkan jumlah kelompok, beberapa tetua klan besar lainnya seperti tetua Lang juga melakukan hal yang sama.


Sementara di tempat tetua Wang, mereka sama sekali tidak mengajak tetua klan besar bergabung ke kelompok mereka, bahkan dapat di katakan tidak ada tetua di antara kelompok tetua Wang saat ini.


Rata-rata yang tetua Wang ajak bergabung adalah para Ahli bela diri bayaran, tetua Wang menjajikan mereka bayaran 30% dari hasil tambang tersebut selama tambang beroperasi. Tentu saja para Ahli bela diri bayaran tidak menolak jumlah besar tersebut dan langsung menyetujuinya tanpa sayarat.


...


Setelah beberapa menit berlalu, kini terlihat 1 orang yang menjadi pemimpin kelompok mulai maju ke tempat Tuan muda Wang berdiri, wajah mereka saat ini, rata-rata mengeluarkan senyuman lebar layaknya saling memprovokasi.

__ADS_1


Tap tap..!!


__ADS_2