
Setelah cukup lama di dalam kedai, kini Zang Wei terlihat melangkah keluar untuk memancing beberapa anggota klan Jin, agar ia di seret paksa dan di jadikan Budak pekerja.
Tap tap..!!
...
Sret..!!
Emm eemmm..!!
Tepat setelah beberapa langkah keluar dari pintu kedai, seketika muncul dua sosok berjubah hitam dari belakang Zang Wei dan langsung membekapnya.
Zang Wei yang di bekap dari belakang mulutnya di tutup dengan kain berisi pembius, terlihat berpura-pura melawan dengan mata melotot tak percaya.
Bruk..!!
Tak lama Zang Wei memberontak, kini Zang Wei langsung ambruk.
Melihat targetnya telah pingsan, kedua sosok yang tak lain anggota klan Jin, kini mengangguk serempak.
“Ayo,, tubuhnya lumayan kuat untuk menambang serta mengangkat beban berat,” ajak salah satu yang bertubuh jangkung.
“Hehe,, kita pasti akan mendapat hadiah karena membawa budak kuat kali ini.” Balas rekannya sambil terkekeh lebar.
***
Tap tap..!!
Zang Wei yang di bawa ke suatu tempat, dimana tempat klan Jin menyembunyikan sesuatu, kini terus berpura-pura pingsan.
__ADS_1
Walau terlihat menutup mata, Zang Wei tentu bisa melihat area di sekitarnya saat ini, dengan mengerdarkan kesadarannya.
“Hemm..!! Aku tak menyangka jika ada tempat seperti ini di sini,” gumam Zang Wei dalam hati.
Zang Wei saat ini berada tepat di sebuah lembah, yang mana terlihat sekelilingnya di kelilingi oleh gunung yang sangat tinggi.
Zang Wei di bawa melalui jalur bawah tanah dan terhubung langsung ke lembah ini.
“Luar biasa, kepadatan energi di sini jauh-jauh lebih murni dan padat dari pada di tempat lain yang pernah aku kunjungi.” Gumam Zang Wei yang kini kagum.
Wuss..!!
Bruk..!!
“Bangun kau bocah sialan,” teriak sosok pria bertubuh jangkung yang membawa Zang Wei.
“Urgh,, ada apa ini?” Tanya Zang Wei memasang wajah linglung dan bingung.
Bam..!!
Argh..!!
Zang Wei yang wajahnya di hantam oleh pria bertubuh jangkung, langsung berteriak kesakitan.
“Kau tidak berhak bertanya, dan mulai saat ini kau akan bekerja di sini, jika kau mencoba untuk kabur, maka silahkan saja jika kau tak ingin kepalamu putus dari tubuhmu,” dengus pria bertubuh jangkung sambil menyeringai lebar.
Zang Wei yang mendengar itu, seketika bergetar ketakutan.
“Tu..Tuan, apa salah saya? Kenapa saya di tangkap dan di jadikan budak. Sa..Saya mohon ampunilah hidup pengemis tidak berharga ini.” Teriak Zang Wei yang langsung memohon ke arah pria bertubuh jangkung.
__ADS_1
Tapi pria bertubuh jangkung malah terlihat menyeringai lebar, ia dengan wajah sangar langsung menyeret tubuh Zang Wei menuju sebuah pos tempat melapor dan sekaligus tempat membawa budak yang baru di tangkap.
Sret sret..!!
***
Sementara di tempat Wen Zi.
Wen Zi yang saat ini akan bertemu dengan patriak Klan Jin dan penasehatnya yang tak lain sosok dari organisasi Benua Tengah. Kini ia terlihat berdiri di depan gerbang pusat klan Jin.
“Hemm..!! Jadi ini klan Jin,” gumam Wen Zi melihat ke arah depan, dimana ia melihat banyak sekali bangunan-bangunan mewah dan juga lapangan tempat latihan anggota klan Jin.
Bukan hanya itu saja, Wen Zi juga dapat melihat sebuah gedung yang paling tinggi dan mewah berada di kejauhan sana, Wen Zi yakin jika itu pasti kediaman Patriak Klan.
“Itu terlihat seperti sebuah istana Kerajaan, bukan kediaman seorang patriak klan Menengah, ” gumam Wen Zi.
...
“Apa yang kau tunggu, ayo naik,” ajak Tetua Jin Gang yang langsung menyadarkan Wen Zi.
Wen Zi pun tersadar, lalu melirik tetua Jin Gang dan langsung mengangguk.
“Ah maaf, saking terpesonanya akan kediaman klan Jin, aku sampai tidak menyadari datangnya kereta penjemput,” ucap Wen Zi yang kini terlihat tulus meminta maaf dengan cara membungkukkan badannya.
“Hoho,, tidak apa, wajar saja bagi Tuan Zang yang baru pertama kali kesini, bahkan beberapa tamu yang berasal dari Bangsawan dan klan Besar pun menunjukkan reaksi yang sama dengan anda.” Ucap tetua Jin Gang terdengar bangga.
“Tapi ini hanya bagian luar saja, Tuan Zang pasti akan lebih terkejut di saat masuk lebih jauh lagi. Jadi, jangan terlalu terkejut nanti di tengah-tengah perjalanan.” Sambung tetua Jin Gang yang terdengar semakin bangga dan merasa tinggi saat ini.
Wen Zi yang melihat reaksi Tetua Jin Gang, hanya bisa mengangguk dengan senyuman ramah. Tapi dalam hatinya berkata lain.
__ADS_1
“Huh,, begini saja kau bangga, coba kau lihat klan Wen ku di masa lalu, kau pasti akan mati melotot saat melihatnya.” Dengus Wen Zi dalam hati.
“Dan juga, tidak lama lagi kau akan mati setelah aku mengidentifikasi kekuatan dari sosok yang berasal dari Organisasi Benua Tengah itu, jika tugasku sudah selesai dan aku pergi dari sini, di sanalah kehancuran klan mu.” sambung Wen Zi menyeringai dalam hati.