
“Jadi, untuk mengulur waktu sampai bantuan datang, kau ikuti saja arahanku, dan arahanku adalah buat mereka semakin marah, dengan begitu mereka tidak akan bisa berkonstrasi dalam menghadapi kita,” ucap Wen Zi yang kini membuat Jin Xuan menyeringai lebar, lantaran itu adalah keahliannya selama ini.
Khehehe..!!
Seketika wajah asli Jin Xuan saat di masa lalunya kini mulai terlihat lagi.
“Haha,, lihatlah wajah kalian semua, kalian terlihat sama seperti para hama busuk yang sering aku temui di daerah kumuh.” Teriak Jin Xuan di sertai tawa bahagia.
“Hemm..!! Apa mungkin asal para hama busuk itu adalah kalian ya?” Tanya Jin Xuan melirik ke arah Wang Si dan Patriak Cang di sertai seringai ejekan yang langsung membuat Wang Si dan Patriak Cang melesat ke arah Jin Xuan.
Blush..!! Wuss..!!
“Mati kau bocah sialan,” teriak Patriak Cang yang lebih dahulu sampai dalam jarak 1 meter di depan Jin Xuan.
Wung..!!
Bersamaan dengan itu, Patriak Cang terlihat mengayunkan tinjunya ke mulut Jin Xuan.
Jin Xuan yang melihat itu, tentu saja ketakutan, tapi ia sebisa mungkin membuang rasa takutnya, dan percaya akan ucapan Wen Zi untuk menjadi umpan dan pastinya Wen Zi tidak akan membuatnya dalam keadaan bahaya.
Benar saja sesuai dugaan Jin Xuan, tepat setelah tinju Patriak Cang hampir mengenai bibir Jin Xuan yang kini bergetar hebat, lantaran dampak dari ayunan tinju Patriak Cang terasa sangat jelas di wajah Jin Xuan.
Terlihat Wen Zi lebih dahulu menekan punggung Jin Xuan untuk membuatnya membungkuk dan di saat itu juga Wen Zi terlihat menerjang ke arah dada Patriak Cang dengan kedua kakinya dan menumpukan tangannya di punggung Jin Xuan.
Wung..!!
Bam..!!
Kaki kanan Wen Zi yang lebih dahulu mengenai dada Patriak Cang, tidak membuat Patriak Cang mundur, namun itu membuatnya pergerakannya terhenti.
Wen Zi yang sudah menebak semua musuhnya saat ini sangat kuat, tentu saja sudah memikirkan rencana lain untuk melawan dan bahkan melukai mereka.
Dengan seperkian detik, kaki kiri Wen Zi terlihat menyusul untuk menghantam kepala Patriak Cang.
Tangan Patriak Cang yang terus maju untuk menghantam punggung Jin Xuan seketika berubah arah di saat ia melihat kaki kiri Wen Zi ingin menyerang wajahnya.
“Sialan,” teriak Patriak Cang yang kini langsung membelokkan tinjunya.
__ADS_1
Wung..!!
Bam..!! Crash..!!
Arghh..!!
Suara teriakan seketika terdengar sangat kencang dari mulut Patriak Cang.
Mata Patriak Cang saat ini melotot tak percaya di saat ia melihat di ujung sepatu Wen Zi ada sebilah pisau kecil dan sebilah pisau tersebut kini menancap tepat di tangan kanan Patriak Cang hingga membuat dua jarinya hancur, hal tersebutlah yang membuat Patriak Cang berteriak kesakitan.
Tidak sampai di sana saja, Wen Zi yang sudah mengisyaratkan Jin Xuan menyerang beberapa waktu lalu jika ada kesempatan, kini terdengar Wen Zi berteriak.
“Sekarang,” teriak Wen Zi yang kini terlihat ingin mundur, agar Jin Xuan bisa bangkit.
Wuss..!!
Jin Xuan yang tadinya membungkuk dan sudah menekan kakinya untuk bersiap melesat ke arah Patriak Cang yang berjarak 2 meter darinya. Kini langsung bangkit dan melesat dengan pedang menjulur ke arah Patriak Cang.
Wuss..!! Jlep..!!
Patriak Cang yang baru saja mundur, seketika melototkan matanya sambil melirik ke arah Jin Xuan, setelah itu ia melirik ke arah dadanya yang kini di tanjapkan pedang.
“Si..Sialan, akan ku-”
Crash...!!
Bruk..!!
Sebelum Patriak Cang sempat menyerang Jin Xuan, terlihat Jin Xuan lebih dahulu mengangkat pedangnya yang sudah tertancap ke arah atas, hal tersebut membuat dada hingga kepala Patriak Cang terbelah dan langsung mati dengan tatapan tidak percaya.
...
Trank trank..!!
Sret..!!
Sementara di tempat Wen Zi, tepat setelah ia mundur, ia langsung menghadapi Wang Si dan selalu di buat mundur setiap mereka bentrokan.
__ADS_1
Kini Wen Zi yang di dorong mundur sejauh 5 meter, terlihat menatap Wang Si dengan tatapan tenang, ia sama sekali tidak panik maupun takut.
Hal tersebut membuat Wang Si yang melihat tatapan mata di balik topeng Wen Zi, kini semakin di penuhi amarah.
“Apa yang kalian tunggu, kenapa kalian seperti orang idiot, cepat bantu aku membunuh bocah licik ini, sebelum ia membuat salah satu dari kita meregang nyawa lagi,” teriak Wang Si yang terdengar memprovokasi para Bangsawan dan Patriak Klan Besar.
Mereka yang saat ini sedang terkejut karena Wen Zi dan Jin Xuan mampu membunuh Patriak Cang, langsung tersadar dari lamunan mereka.
Mereka pun serempak melesat ke arah Wen Zi dan Jin Xuan.
Wuss..!!
“Jangan biarkan mereka bersama, buat mereka berpisah, karena bocah ini sangat licik dalam memanfaatkan situasi denga membuat rekannya menjadi umpan,” teriak Wang Si yang sudah memahami situasi setelah ia melihat cara Wen Zi bertarung dari.
Mendengar itu, Jin Xuan yang hendak kembali ke tempat Wen Zi berada, seketika di hadang oleh 2 Bangsawan dan 1 Patriak Klan.
Wuss..!! Tap tap..!!
“Mau kemana kau bocah, musuhmu ada di sini,” ejek salah satu dari kedua Bangsawan tersebut.
Jin Xuan pun langsung panik, tubuhnya seketika bergetar ketakutan.
“Si..Sialan, berani sekali kalian main keroyokan, jika kau laki-laki, maju satu-satu caranya,” teriak Jin Xuan menatang mereka satu lawan satu.
Pfftt..!!
“Hahaha,, jika begitu biarkan aku yang maju,” ucap Patriak Xiao yang kini tertawa terbahak-bahak saat melihat kebodohan Jin Xuan.
Glek..!!
Jin Xuan yang merasakan kekuatan Patriak Xiao ada di Ranah Prajurit Tingkat 6, seketika menelan ludah.
“Bu..Bukan kau, tapi dia,” teriak Jin Xuan menunjuk salah satu dari kedua Bangsawan yang menghadangnya.
“Huh, banyak bacot, mati saja kau,” teriak Patriak Xiao yang terlihat muncul di depan Jin Xuan dan langsung mengayunkan pedangnya ke arah lengan kiri Jin Xuan.
Slash..!!
__ADS_1