Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Zang Wei Memulai Pergerakan Awalnya Di Benua Barat dan Zang Su Terkepung


__ADS_3

“Jika memang memang saat ini sudah di takdirkan, maka semoga aku bisa di pertemukan oleh kalian di Surga sana.” Sambung Zang Su yang menganggap Jie-Jie'nya telah mati.


Wung...!! Bomm..!!


...


Tubuh Zang Su seketika terhempas di saat ia sedang melesat sambil melamun.


Uhuk uhuk..!!


Zang Su yang menabrak sebuah pohon, kini mulai bangkit dan kembali melesat sambil melirik ke arah belakang.


Pandangan Zang Su pun langsung melihat ada puluhan bola energi yang melesat di udara dan mengarah ke dirinya.


“Sialan, mereka benar-benar berniat untuk membunuh semua penghuni Benua Tengah tanpa adanya negosiasi,” umpat Zang Su dalam hati.


Wuss wuss..!!


Bom bom bom..!!


Dengan sigap Zang Su menghindari semua puluhan bola energi tersebut.


Walau begitu, kembali terlihat lebih banyak bola energi melesat ke arah Zang Su secara beruntun.


Dan beruntungnya, saat ini para bawahan Assasint Topeng merah terlihat cukup jauh dari jarak Zang Su saat ini.


Wuss wuss..!!


“Tetap berikan serangan tanpa jeda, lambat laun ia pasti akan terkena serangan kalian dan itu bisa memperlambat pergerakan target,” teriak salah satu Topeng merah.


Para bawahan topeng merah pun mengangguk serempak dan semakin bersemangat membuat bola energi, lalu di tembakkan ke arah dimana Zang Su berada.


Setiap bola energi yang tercipta, di ciptakan oleh 2 Assasint topeng hitam.

__ADS_1


***


Tap tap..!!


Sementara di dalam benteng yang ada di perbatasan Benua Barat dan Benua Tengah, Zang Wei yang saat ini sedang berada di penginapan, langsung bangkit di saat merasakan keberadaan Wen Zi yang sudah tidak jauh dari tempatnya saat ini.


“Hemm,, aku tak menyangka jika ia cepat dalam bergerak,” gumam Zang Wei.


“Jika begitu, akan ku sambut saja dia sembari melihat kekuatan para Assasint Topeng merah yang ada di bawah kendalinya,” sambung Zang Wei yang langsung menghilang dari tempatnya berada.


Dret..!!


Wuss..!!


Dalam sekejap Zang Wei muncul di atas Benteng, pandangannya pun mengarah ke utara.


“Hemm..!! Secara samar-samar aku merasakan ada 2 pergerakan, 1 di pimpin oleh Wen Zi dan arah yang berbeda di pimpin oleh beberapa orang yang setara dengan Pangeran Ming,” gumam Zang Wei.


Zang Wei tidak langsung menyimpulkan jika beberapa orang yang bergerak dari arah berbeda dengan Wen Zi adalah bawahan Wen Zi.


Karena penasaran, Zang Wei pun melirik ke arah kiri.


Tap tap..!!


Secara bersamaan Shang Liu muncul dan masih menggunakan wujud Zang Wei.


“Temui Wen Zi dan berikan bawahannya beberapa sapaan hangat,” ucap Zang Wei yang langsung di angguki oleh Shang Liu.


“Hehe,, dengan senang hati Tuan muda,” kekeh Shang Liu.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Tepat setelah Shang Liu menerima perintah Zang Wei, keduanya pun langsung menghilang dari tempat mereka berdiri.

__ADS_1


...


Wung..!!


Bom bom bom..!!


Zang Su yang kini sudah terkejar dan di kepung oleh 5 Assasint bertopeng merah, hanya bisa memasang wajah benci.


Huh huh huh..!!


Tubuh Zang Su terlihat di penuhi luka, pakaian yang ia kenakan pun hampir seutuhnya hancur, dan hanya menutupi beberapa bagian tertentu saja.


Tap tap..!!


“Hoho,, si ****** ini cukup kuat juga, aku tak menyangka jika ia mampu menahan serangan kita berlima dalam 30 detik,” ucap salah satu Assasint topeng merah.


“Hem...!! Kau benar, dan sayang sekali kita harus membunuhnya. Jika saja perintah Tuan ada yang di haruskan hidup, maka mungkin aku ingin bersenang-senang dengannya,” sambung salah satu Assasint topeng merah yang memiliki nomer 15 tertera di pundaknya.


Zang Su yang mendengar pembicaraan kelima Assasint terkuat, terlihat tidak peduli, ia malah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencoba membuat jalur pelarian.


Dan di saat Zang Su melihat adanya celah, yaitu di arah Timur, tempat para Assasint topeng putih berkumpul, yang tak lain para Assasint terlemah.


Dret..!!


Wuss..!!


Sret..!!


“Hoho,, mau kemana kau ******,” kekeh salah satu Assasint topeng merah bernomer 11 muncul di samping Zang Su.


Tidak hanya muncul saja, Assasint no 11 juga terlihat mengayunkan tangan kanan yang kini memegangi belati ke leher Zang Su.


“Kau kira aku tidak melihat gerak gerik mu,” ejek Assasint no 11 yang kini memasang ekspresi selamat tinggal.

__ADS_1


Slash..!! Crash..!!


Bruk..!!


__ADS_2