Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Menemukan Cara Menggunakan Mata Semesta dan Sosok Mata-Mata


__ADS_3

Dengan segera Topeng Harimau dan Topeng Rubah melesat pergi menuju Kediaman Pemimpin Kota.


Dret..!! Wuss wuss..!!


***


Sementara di gerbang kota Timur, saat ini Zang Wei terlihat sangat bahagia.


“Haha,, jadi begini cara menggunakan Mata Semesta sekarang,” gumam Zang Wei di sertai mata bersinar cerah.


Wen Zi yang melihat Tuan mudanya tersenyum-senyum sendiri, terlihat bingung.


“Apa yang terjadi kepada Tuan muda ya?” Gumam Wen Zi sembari menggaruk kepalanya terheran-heran.


Ingin sekali ia menegur Tuan mudanya, karena saat ini para Penjaga gerbang Kota Han sedang menatap Zang Wei dengan tatapan aneh.


Tapi Wen Zi tidak berani menegur Tuan mudanya, karena ia takut hal tersebut membuat Tuan mudanya marah.


...


Zang Wei yang terlihat bahagia saat ini karena beberapa menit yang lalu.


Flashback..!!


Tap tap..!!


“Oh ya Wen Zi, setelah masuk kota, kau bantu aku mencari Bangunan bertingkat yang ingin di jual di daerah yang berdekatan dengan daerah kumuh, apa kau bisa?” Tanya Zang Wei melirik Wen Zi.


Wen Zi pun langsung mengangguk patuh dan terlihat sangat bersemangat. Karena ini tugas pertamanya semenjak menjadi bawahan Zang Wei.


“Tentu saja bisa Tuan muda, kebetulan saya mengenal daerah di dekat kami tinggal. Karena dulu saya sering mencuri di sana.” Jawab Wen Zi.


Zang Wei pun mengangguk puas sembari terus melangkah.


Tap tap..!!


Langkah Zang Wei dan Wen Zi pun terhenti di saat melihat adanya Prajurit kota yang bertugas menjadi penjaga gerbang. Karena biasanya tidak pernah ada yang menjaga gerbang selama ia keluar masuk.


“Berhenti Tuan, maaf jika boleh kami bertanya, apakah anda penduduk kota di sini?” Tanya seorang pria paruh baya berusia 40 tahun.


“Benar, apa ada masalah Tuan prajurit?” Tanya Zang Wei mengerutkan keningnya.


Prajurit tersebut langsung tersenyum hangat.


“Maafkan kami jika ini kurang nyaman bagi anda, karena saat ini Kota Han sedang dalam pergantian aturan, dimana para prajurit Kota, akan di tugaskan untuk menjaga setiap gerbang masuk.” Ucap penjaga tersebut dan menjelaskan kepada para prajurit di suruh menjaga Gerbang, lantaran kasus penyerangan para Binatang Buas.


Untuk mengantisifasi hal tersebut, di buatlah peraturan baru, salah satunya adalah menjaga setiap gerbang kota dan mengecek identitas penduduknya.


...

__ADS_1


Zang Wei yang mendengar itu pun langsung mengeluarkan identitasnya.


“Ini, aku adalah salah satu korban yang selamat dari Desa Hujan, jadi identitasku masih berasal dari Desa Hujan,” ucap Zang Wei menunjukkan identitasnya.


Mendengar itu, penjaga tersebut pun terkejut. “Ah, anda pasti Tuan Lu Bei yang cukup terkenal dalam usaha menjual panen sayur serta bibitnya.” Ucap sang penjaga tersenyum hangat.


“Jika begitu, dia pasti anak anda, dan apakah status anda saat ini masih mempunyai istri atau menduda?” Tanya penjaga yang kini memiliki niat untuk menikahkan adiknya dengan Lu Bei.


Karena setahunya Lu Bei berumur sekitaran 35 tahunan lebih dan adiknya berumur 35 tahun.


Zang Wei yang mendengar itu hanya bisa bengong sesaat. Tapi tak lama, wajahnya berkedut-kedut lantaran mencoba menahan rasa kesal.


“Kakek, apakah aku setua itu di matamu hah. Statusku juga masih-” Zang Wei seketika terdiam.


Mata Zang Wei saat ini sedang melotot karena melihat sebuah layar di depan matanya.


Kini terpampang data milik Zang Wei.


Nama : Zang Wei ( Seorang Reinkarnasi )


Umur : 15 Tahun ( Jiwa 725 Tahun )


Level : Prajurit Tingkat 3 Ahir


Daya Tempur : 100% ( 210% )


Tapi dengan cepat ia menglihkan pandangan ke arah Wen Zi.


“Status,” gumam Zang Wei dalam hati.


Dan apa yang Zang Wei duga, ternyata benar, kini muncul layar tentang data milik Wen Zi.


Nama : Wen Naozi ( Putra Pertama Klan Wen di Benua Tengah )


Umur : 23 Tahun


Level : Prajurit Tingkat 3 Awal


Daya Tempur : 90% ( 130% )


Flashback End..!!


“Haha,, terimakasih Pak tua, ini untuk membelikan anak mu beberapa makanan ringan,” ucap Zang Wei memberikan 1 Koin Perak kepada penjaga gerbang yang bingung dengan tingkah Zang Wei.


Pada awalnya penjaga tersebut ingin marah lantaran di panggil kakek, ia juga mengurungkan niatnya untuk menjodohkan adiknya.


Tapi melihat Zang Wei memberikannya 1 Koin Perak yang setara 10 Koin Bronze, ia pun terlihat bahagia.


Tap tap..!!

__ADS_1


Zang Wei pun kembali melangkah di ikuti oleh Wen Zi.


Beberapa menit berlalu, kini Zang Wei sudah berdiri di depan Rumah Obat tempat Ibunya di rawat.


“Oh ya Wen Zi, jika bisa, suruh kelima bawahanmu itu untuk sedikit berlatih, karena rencananya aku ingin memperkerjakan mereka nanti setelah Bisnis pamanku berdiri.” Ucap Zang Wei melirik ke arah Wen Zi.


“Jangan lupa tentang yang aku suruh juga tadi, carikan yang murah, tapi kualitas terbaik, bila perlu gunakan sedikit kekerasan saat ingin membeli bangunannya.” Sambung Zang Wei.


Wen Zi seketika menjadi bersemangat, ia mengartikan ucapan Tuan mudanya itu tanda menyuruhnya mengetes kemampuannya saat ini.


“Tenanglah Tuan muda, aku yakin anda akan puas dengan Bangunan yang saya pilih nanti,” teriak Wen Zi.


Tanpa basa basi, Wen Zi pun memberikan hormat kepada Zang Wei dan langsung melesat pergi.


Wuss wuss..!!


***


Tepat di saat kepergian Wen Zi, dan terlihat Zang Tian kini terlelap di pelukannya, tatapan Zang Wei mengarah ke sebuah lorong gelap di sela-sela bangunan yang tidak jauh dari tempat Zang Wei berdiri.


Sementara di lorong tersebut, terlihat ada sosok berjubah hitam dengan Topeng Hitam mengawasi Rumah Obat. Ia di tugaskan untuk mengawasi pergerakan Zang Wei oleh Topeng Harimau dan sebisa mungkin untuk menjauhkan Zang Wei dari pusat kota, agar tidak bertemu Dan Jiansen.


Tapi tubuh sosok Topeng Hitam seketika bergetar hebat di saat ia mendengar sebuah suara tepat di belakangnya.


“Siapa yang menyuruhmu mengawasi tempat ini?” Tanya Zang Wei dengan nada dingin.


Glek..!!


“Tu..Tuan muda saya tidak punya niat jahat, saya hanya di tugaskan untuk menjauhi anda dari Pusat kota.” Jawab Topeng Hitam ingin membalik badan.


“Sedikit kau bergerak, kepalamu akan hancur,” ancam Zang Wei dengan nada dingin.


“Jelaskan kenapa aku harus menjauhi Pusat kota? Pasti ada sesuatu yang Menara Informasi sembunyikan bukan?” Tanya Zang Wei.


Glek..!!


Topeng Hitam hanya bisa diam.


Melihat itu, Zang Wei pun ingin menancapkan batu runcing ke kaki Topeng Hitam.


Tapi niatnya langsung ia urungkan.


“Apa kau mempunyai seorang anak di rumah?” Tanya Zang Wei.


Topeng Hitam pun langsung mengangguk. “Be..Benar Tuan muda, saya mempunyai anak perempuan berusia 4 tahun di rumah,” jawab Topeng Hitam dengan nada jujur.


“Hais,, jika kau menyayangi keluargamu, maka jawablah dengan jujur, apa yang Menara Informasi sembunyikan dan jika Menara Informasi ingin membunuhmu karena berkhianat, maka aku berjanji akan melindungi putrimu dan membesarkannya menjadi gadis baik-baik.” Ucap Zang Wei mencoba meyakinkan Topeng Hitam.


Topeng Hitam seketika terdiam, dalam hatinya ia sedikit ragu-ragu, tapi pada akhirnya ia menjelaskan semuanya kepada Zang Wei. Lantaran merasa Zang Wei adalah sosok pemuda baik yang selalu menepati janjinya.

__ADS_1


__ADS_2