Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Tipu Daya Dari Yi Lang dan Wang Si Yang Meyakinkan Para Tetua


__ADS_3

“I..Itu, saat itu kami semua sedang mengejar sosok pria bertopeng yang telah memprovokasi kami saat di pelelangan. Tapi kami tak menyangka jika sosok bertopeng itu ternyata sudah merencanakan ini semua dari awal, yaitu ia mengincar kematian kami semua.” Ucap Wang Si terdiam sesaat dan kembali menjelaskan semuanya tanpa di tutup-tutupi.


“Saya merasa sosok bertopeng itu hanya umpan, setelah dia membawa kami ke hutan, secara tiba-tiba ratusan Assasint muncul dan langsung menyerang kami tanpa basa basi.”


“Tentu saja saya dan yang lain seketika panik, karena panik, kami pun mencoba untuk berpencar. Tapi apa yang kami lakukan salah besar, karena pada saat kami mencoba berpencar, dengan mudah para assasint membunuh kami satu persatu.”


“Saya yang juga di incar oleh salah satu assasint langsung pasrah akan kematian, tapi pada saat saya menutup mata. Saya tidak merasakan apa-apa. Awalnya saya heran dan berpikir saya sudah berada di Surga. Tapi pada saat saya membuka mata, ternyata saya di selamatkan oleh Serigala Bayangan yang telah kami sewa sebelumnya.”


“Bukan hanya saya saja, melainkan beberapa Patriak Klan Cabang dan Bangsawan yang ikut di selamatkan oleh Serigala Bayangan. Tapi sekuat apapun Serigala Bayangan, pada akhirnya ia yang seorang diri melawan ratusan Assasint kalah dan menyebabkan dia terluka parah,” ucap Wang Si yang kini telah menyelesaikan apa yang terjadi.


Terlihat Wang Si saat ini melirik ke arah Serigala Bayangan.


Sontak semua tetua pun ikut melirik ke arah Serigala Bayangan, mereka yang penasaran apa cerita selanjutnya hanya bisa terdiam sambil menatap Serigala Bayangan tanpa bersuara.


Sementara Serigala Bayangan atau Yi Lang, kini mulai menarik nafas.


“Aku tidak bisa menjelaskan rinciannya, lebih baik kalian melihatnya secara langsung,” ucap Yi Lang.


Sret..!!


Yi Lang yang membuka pakaian atasnya, kini memperlihatkan luka yang masih belum kering di seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Bukan hanya itu saja, Yi Lang juga memperlihatkan tangan kanan serta kaki kirinya yang baru saja di sambung.


Melihat luka Yi Lang, mereka seketika merasa ngeri dan berpikir jika para Assasint yang menyerang Yi Lang serta anggota klan mereka sangatlah kejam.


Kini, para Tetua klan hanya bisa terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata.


Yi Lang yang melihat itu pun mengeluarkan seutas senyum tipis.


“Pada saat itu, aku yang terluka parah tidak bisa berpikir jernih, jadi satu-satunya yang ada di pikiranku adalah melarikan diri dari kepungan para Assasint. Singkatnya, saat aku ingin melarikan diri, aku tak sadar jika Wang Si sudah bergelantungan di kaki kananku.” Ucap Yi Lang melirik ke arah Wang Si.


“Pada saat aku tersadar, awalnya aku ingin membunuhnya, tapi aku teringat jika kalian semua pasti akan menyalahkanku, maka dari itu aku langsung membawanya menuju Klan Wang Pusat untuk membantuku menjelaskan semua ini kepada kalian semua.” Sambung Yi Lang yang kini menatap para tetua.


...


Cukup lama semua tetua dan para ahli bela diri bayaran terdiam. Terlihat tetua Xiao mendekati tetua Wang.


“Aku berharap kali ini kita bisa bekerjasama, melihat luka yang di terima Serigala Bayangan, itu artinya para Assasint milik Klan Jin ini tidak biasa. Mereka pasti sedang menyembunyikan sesuatu.” Ucap Tetua Xiao yang yakin jika klan Menengah tidak akan sekuat itu jika tidak menyembunyikan sesuatu.


...


Pada saat mendengar apa yang Tetua Xiao katakan. Zang Wei yang mengintai dari salah satu dahan pohon, kini mulai menyeringai lebar.

__ADS_1


“I..Ini dia yang ingin aku dengar,” gumam Zang Wei dalam hati.


“Ehem..!! Yi Lang, pancing mereka ke tambang dengan menyuruh salah satu Tuan muda mengecek daerah area tambang. Sementara sisa dari para Tuan muda, suruh kembali ke tempat ini saja.” Ucap Zang Wei menghubungi Yi Lang melalui telepati.


...


Yi Lang yang mendengar itu, langsung tersadar jika Zang Wei sedang mengawasinya. Ia pun langsung membusungkan dadanya, agar terlihat bekerja keras, sehingga berharap di beri hadiah akan kerja kerasnya.


“Ehem..!! Jika begitu, suruh saja salah satu Tuan muda mengecek area yang ada di balik Klan Jin, di sana ada sebuah gunung dan di balik gunung itu ada sesuatu yang mencurigakan. Aku tak sempat mengeceknya pada saat aku kabur kesana pada waktu itu.” Ucap Yi Lang yang terlihat sangat meyakinkan dalam kata-katanya.


Mendengar itu, Tetua Xiao, Tetua Cang, tetua Jang bersama tetua yang lain langsung saling melirik.


“Apa kau yakin di tempat itu ada sesuatu yang mencurigakan?” Tanya tetua Jang melirik ke arah Yi Lang.


“Hemm..!! Tanya saja kepada Wang Si, pada saat itu kami mendengar suara samar-samar seseorang sedang menambang. Mungkin saja itu para pekerja yang di perbudak klan Jin. Dan kita tidak tahu apa yang mereka tambang.” Jawab Yi Lang dengan nada serius.


“Hemm..!! Jika begitu biarkan Tuan muda Wang saja yang mengecek tempat itu, jika benar ada yang mencurigakan, aku akan menyuruhnya untuk kembali melapor kesini.” Ucap tetua Wang sambil melirik para tetua.


“Apa ada yang keberatan dengan usulanku ini? Jika ada, maka katakanlah.” Ucap tetua Wang.


“Baiklah, kami semua setuju, jika begitu, kami akan menyuruh para Tuan muda kami kembali juga kesini untuk bersiap-siap, karena di dalam kota akan jauh lebih berbahaya.” Ucap Tetua Cang mengangguk setuju dan di sambut anggukan para tetua serta ahli bela diri bayaran.

__ADS_1


__ADS_2