
“Dan juga, kau terlihat sangat ingin mati lebih cepat, padahal aku berniat membunuhmu belakangan,” sambung Assasint bertopeng terlihat menyeringai lebar.
Tap tap..!! Sret..!! Argh...!!
Yan Chao seketika menjerit kesakitan di saat dada bagian kanan yang terluka sedang di injak.
Saking kuatnya Assasint bertopeng menginjak dada Yan Chao, terlihat darah mengalir memenuhi lantai di sekitar tempat Yan Chao terbaring.
“Apakah kau menikmatinya?” Tanya Assasint bertopeng yang kini menyeringai lebar sambil menarik rambut Yan Chao.
Cuih..!!
Tepat di saat kepala Yan Chao di tarik, Yan Chao pun meludah ke wajah Assasint bertopeng.
“Tentu saja aku sangat menikmatinya, tapi aku merasa ini masih kurang sakit. Jadi, apakah ada yang lebih dari ini,” ejek Yan Chao sambil mengeluarkan senyuman lebar.
Assasint bertopeng yang wajahnya di ludahi, terlihat memasang wajah dingin.
“Topeng berhargaku kau ludahi dengan air liur menjijikanmu itu, rupanya kau benar-benar ingin mengalami apa itu Neraka.” Ucap Assasint bertopeng dengan nada mengerikan.
Blush..!!
Tap..!!
Bersamaan dengan meledaknya aura Assasint bertopeng, tangan kiri Assasint tersebut langsung mengarah ke belakang.
“I..Ini,” ucap Sing Zhao melihat kedua batu runcing yang ia ayunkan, hanya di tahan oleh tangan kosong.
“Kau tunggu saja gantianmu nanti. Jadi, menjauhlah,” dengus Assasint bertopeng yang terlihat menyelimuti tangannya dengan Qi energi.
Blush..!! Bam..!!
__ADS_1
Tanpa mampu di hindari, Sing Zhao langsung terhempas hingga menabrak dinding lorong.
Saking kuatnya Sing Zhao terhempas, terlihat jelas sebuah lubang sedalam 10 meter tercipta dari benturan tubuh Sing Zhao dengan dinding tambang.
Bruk..!!
Uhuk uhuk..!!
“Sialan, sudah ku duga melawannya akan sia-sia, bahkan saat aku dalam kondisi pulih sepenuhnya akan percuma.” Ucap Sing Zhao sambil memuntahkan cukup banyak darah.
Urgh..!!
“Dari serangan sederhananya itu, aku dapat menebak jika kami ber 10 pun tidak mampu menggores jubahnya. Itu artinya ia memang hampir setara dengan para monster itu.” Ucap Sing Zhao dan kini ia langsung membayangkan wajah Tuan mudanya yang sedang tersenyum hangat.
“Semoga saja kau tidak datang Tuan muda, karena jika kau datang bersama bala bantuan sekalipun, itu akan percuma. Akan lebih baik kau bersama yang lainnya langsung bersembunyi setelah keluar dari tambang ini dan membalaskan dendam kami.” Sambung Sing Zhao yang kini terlihat berusaha untuk bangkit. Tapi karena luka yang ia terima sangat parah, sekuat apapun ia berusaha, kakinya tidak mau di gerakkan.
***
Wuss..!!
“Woah, akhirnya aku melihat sinar matahari setelah sekian lama,” teriak Yan Zhao dengan nada bahagia di saat ia melihat cahaya tepat di depannya.
Tap tap..!!
Tidak sampai 2 detik, Yan Zhao dan Zang Wei langsung muncul di sebuah hutan.
“Jadi kenapa kau memanggilku saudara Wei? Apakah ada sesuatu yang tidak mampu kau hadapi?” Tanya Bai Xin.
Pandangan Yan Zhao pun langsung mengarah ke atas dan langsung waspada.
Karena tempat Yan Zhao dan Zang Wei muncul adalah sebuah gua kecil di sisi tebing dan tempat Bai Xin saat ini ada di atas tebing sedang duduk santui sambil menikmati arak.
__ADS_1
Zang Wei yang melihat saudaranya sudah lebih dulu datang, seketika menghela nafas lega.
“Hemm..!! Aku butuh bantuanmu saudara Bai, saat ini ada 2 bawahanku sedang dalam bahaya, karena musuh yang ia hadapi, aku merasakan kekuatannya berada di Ranah Prajurit Tingkat 8 Awal.” Ucap Zang Wei terdengar serius.
Tap tap..!!
“Tidak perlu waspada, ayo naik,” ajak Zang Wei melirik ke arah Yan Zhao yang masih memasang kuda-kuda pertahanan.
Melihat Tuan mudanya sudah berdiri di dekat sosok yang tidak mampu ia rasakan keberadaan maupun auranya sampai detik ini, seketika membuat Yan Zhao merasa tenang.
”Siapa dia Tuan muda? Aku merasa ia sangat-sangat kuat, bahkan mungkin ia setara dengan para monster itu?” Tanya Yan Zhao sambil melesat ke arah Tuan mudanya.
Tap tap..!!
Burr..!!
Tepat di saat Yan Zhao sampai, Bai Xin pun langsung memuntahkan arak yang ia minum lantaran tersendak saat mendengar ucapan Yan Zhao.
“Baru kali ini ada yang membandingkan diriku. Apa dia bawahanmu saudaraku?” Tanya Bai Xin melirik ke arah Yan Zhao.
Glek..!!
Entah kenapa Yan Zhao merasakan tubuhnya tidak mampu ia gerakkan saat di tatap, ia seolah melihat sosok Iblis yang siap melahapnya kapan saja.
“Sudah-sudah, jangan menakutinya saudara Bai,” ucap Zang Wei sambil menggelengkan kepalanya.
“Dia ini saudaraku, jadi jaga sikapmu, jika tidak, aku tidak akan mampu melindungimu, karena dia jauh lebih kuat dari yang kau bayangkan.” Ucap Zang Wei melirik Yan Zhao.
“Dan juga, tolong bawa kedua bawahanku, jika terlambat, mereka pasti akan mati.” Sambung Zang Wei sambil mengeluarkan sebuah kendi berisi arak racikannya sendiri.
“Jika kau mampu kembali dalam 3 menit, aku akan memberikanmu semua arak ini, tapi jika melebihi itu, maka kita akan bagi dua isinya.” Ucap Zang Wei tersenyum kecil sambil melirik ke arah Bai Xin yang meneteskan air liurnya.
__ADS_1
Blush..!! Jlep..!!