
“Jika saja aku tidak menghormati perjanjian kita, aku mungkin tidak akan pernah mau berusaha sampai seperti ini.” Sambung Zang Wei sembari memegangi kepalanya sambil memasang ekspresi wajah sedih.
...
Melihat Zang Wei yang sedih dan seolah-olah dirinya benar-benar menderita.
Topeng Rubah dengan cepat bangkit dan langsung membungkukkan badannya.
“Saya benar-benar minta maaf karena telah salah sangka terhadap anda Tuan, sekali lagi maafkan saya,” ucap Topeng Rubah dengan nada tulus.
Zang Wei pun menganggukkan kepalanya.
“Tidak apa-apa,, saya tahu bagaimana perasaan seseorang yang kehilangan,” ucap Zang Wei dengan nada hangat.
“Saya pernah mendengar jika semua anggota Menara Informasi menganggap diri mereka keluarga, walau tidak ada hubungan darah sekalipun. Dan jika ada yang menghilang dari anggota mereka, mereka pasti akan melakukan segala cara untuk menemukannya. Maka dari itu saya mencoba membantu sebisa saya selama 5 hari ini,” sambung Zang Wei.
Topeng Rubah pun mengangguk dan merasa beruntung bisa bekerjasama dengan Zang Wei, ia tak menyangka jika Zang Wei akan sebaik ini.
Dalam hatinya, Topeng Rubah akan berjanji membalas semua kebaikan Zang Wei suatu hari nanti.
Sementara Zang Wei yang melihat ekspresi di balik Topeng Rubah, kini semakin tersenyum tipis.
“Sudah 2 orang yang bisa di katakan ada dalam genggaman tanganku,” gumam Zang Wei dalam hati.
“Jika begini, ini akan memudahkanku untuk balas dendam kepada Sekte Harimau Hitam yang menjadi dalang di balik penyerangan Desa Hujan,” sambung Zang Wei sembari mencengkram erat kepalan tangannya.
Dengan adanya Menara Informasi yang mempunyai hutang budi, Zang Wei merasa bisa memanfaatkan mereka untuk berbagai informasi.
Sementara dengan jatuh cintanya Xing Ji, ia bisa memanfaatkan kekuatan Long Ji, jika terjadi sesuatu yang tidak bisa ia hadapi.
Entah sejak kapan Zang Wei memikirkan rencana tersebut, yang pasti, Zang Wei sudah memikirkannya dengan matang, yang mana ia di bantu pengalaman masa lalunya dalam memanfaatkan apa saja yang ada.
Begitulah sifat Zang Wei, ia akan melakukan segala cara hanya demi untuk membalas dendam. Ia juga tidak peduli di sebut apa oleh orang lain jika dirinya di ketahui sangat kejam dan licik.
__ADS_1
***
15 menit kemudian.
Kini Zang Wei yang memegangi sebuah tongkat mirip bisbol dengan ujung mirip palu.
“Bagus, inilah yang aku inginkan, walau bahannya hanya terbuat dari Baja dan beberapa material Baja Hitam, ini sudah cukup bisa bertahan selama 2 tahun,” ucap Zang Wei mengangguk dan langsung mengangkat Senjata tersebut ke pundaknya.
Melihat dengan santainya Zang Wei mengangkat senjata seberat lebih dari 200kg, membuat Topeng Rubah hanya bisa melongo tak percaya.
“Seberapa kuat pisik orang ini?” gumam Topeng Rubah bertanya-tanya dalam hati.
Tapi dengan cepat ia menggelengkan kepalanya dan langsung menatap Zang Wei.
“Jadi kapan rencananya kita akan berangkat?” Tanya Topeng Rubah.
“Hemm..!! Apa hanya kau saja yang ikut? Jika kau saja, sebaiknya urungkan saja niatmu menyelematkan Topeng Emas.” Ucap Zang Wei terdengar serius.
Topeng Rubah paham akan ucapan Zang Wei, walau Zang Wei terdengar kasar, tapi ini memang demi kebaikan mereka, karena mustahil untuk membebaskan Topeng Emas dengan dua orang saja.
Zang Wei yang mendengar itu terdiam sesaat. “Itu masih belum cukup, karena rencanaku ini sedikit berbahaya, jadi yang aku butuhkan adalah banyak orang.” Ucap Zang Wei menjelaskan rencananya.
Rencana Zang Wei adalah membutuhkan setidaknya lebih dari 50 orang, tidak peduli mau kuat atau tidak, karena mereka semua akan menjadi umpan.
Di saat orang yang menjaga tempat Topeng Emas di kurung menyadari adanya puluhan orang datang ke gunung tersebut, ia pasti akan keluar untuk mengecek siapa mereka.
Pada saat penjaga tersebut keluarlah Zang Wei berencana akan bergerak bersama Topeng Rubah menuju gua tersebut.
Bukan hanya itu saja, Zang Wei merincikan rencananya yang membuat Topeng Rubah hanya bisa melongo tak percaya.
...
“Jadi, apa kau bisa menyiapkannya?” Tanya Zang Wei melirik Topeng Rubah.
__ADS_1
Topeng Rubah pun terdiam sesaat. “Aku harus mendiskusikan ini kepada atasanku terlebih dahulu, jika ia setuju, maka akan membutuhkan sedikit waktu untuk mengumpulkan puluhan orang.” Ucap Topeng Rubah.
“Jika begitu hubungi aku jika kau setuju maupun telah mengumpulkan jumlah orang yang aku minta serta mengumpulkan pakaiannya.” Ucap Zang Wei langsung bangkit dari tempat duduknya.
“Jika kau ingin menghubungiku, datangi saja tempat kumuh dimana ada 5 pria berandalan berkumpul, beri saja mereka suratnya, maka surat tersebut akan sampai kepadaku.” Sambung Zang Wei melangkah menuju pintu keluar.
Tap tap..!!
“Tunggu, jika boleh tahu, siapa namamu?” Tanya Topeng Rubah.
“Zang, panggil saja aku Zang,” ucap Zang Wei yang suaranya saja menggema di telinga Topeng Rubah, tapi orangnya tidak terlihat.
“I..Ini, apakah ini gelombang suara telepati?” Gumam Topeng Rubah terkejut.
“Jika ia bisa menggunakan telepati, artinya tingkatannya sudah berada di Prajurit Tingkat 5, karena hanya Prajurit Tingkat 5 saja yang bisa menggunakan Telepati.” Sambung Topeng Rubah yang masih terlihat tidak percaya.
***
Tap tap..!!
“Wei'er, kemana saja kau selama ini, paman sangat mengkhawatirkanmu,” teriak Lu Bei di saat ia melihat kedatangan Zang Wei.
Dengan segera Lu Bei bangkit dan mendekati keponakannya.
Bruk..!!
“Kau ini, walau kau sudah menjadi Ahli Bela Diri, setidaknya kirimkan paman mu ini surat, sudah hampir 1 minggu kau menghilang tanpa kabar. Paman bahkan menyuruh ke 3 kakak mu mengelilingi kota ini untuk mencarimu,” ucap Lu Bei di sertai nada khawatir, sedih, dan takut akan kehilangan lagi.
“Maafkan Wei'er paman, Wei'er tadinya ingin mencari obat ke sebuah puncak Gunung, saat Wei'er menemukan apa yang Wei'er cari, di sana Wei'er menemukan banyak tumpukan harta serta beberapa Batu Energi untuk meningkatkan kekuatan. Alhasil, karena saking bahagianya, Wei'er langsung menyerapnya dan tanpa sadar sudah 5 hari berlalu.” Zang Wei dengan jujur memberitahu pamannya, walau ada yang sedikit ia tutupi, karena takut pamannya semakin khawatir dan bisa membahayakannya jika tahu.
“Hais,, keponakan paman ternyata sudah benar-benar besar, tapi setidaknya kau jangan terlalu membebani dirimu sendiri, ada paman dan ketiga kakak mu yang bisa ikut membantu. Walau kami lemah, kami tetap memiliki lebih banyak pengetahuan dari pada kau, misal dimana tempat bahaya.” Ucap Lu Bei langsung mengusap rambut Zang Wei dengan lembut.
Zang Wei hanya bisa tersenyum hangat di saat pamannya benar-benar mengkhawatirkan dan peduli terhadapnya. Inilah yang selama ini Zang Wei mimpikan sejak di kehidupan masa lalunya.
__ADS_1
“Hemm..!! Wei'er janji, jika Wei'er butuh bantuan, maka Wei'er akan memberitahu paman.” Ucap Zang Wei sembari melihat ke segala arah.
“Tapi dimana Tian'er, kenapa Wei'er tidak melihatnya dari tadi?” Tanya Zang Wei penasaran.