Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Memberikan Tugas Pangeran Ming Yu Xin Pertama


__ADS_3

“Karena kau kini telah menjadi bawahanku, maka aku ingin kau bersumpah setia kepadaku, dengan begitu aku akan memberikanmu sedikit hadiah yang bisa menghilangkan racun energi Yang yang sudah menggerogoti Meridian besarmu.” Ucap Zang Wei terlihat mengeluarkan cairan kehidupan yang mampu menghapus racun dan terbuat dari Daun Gingseng Hitam serta Daun Gingseng Darah.


Blush..!!


Melihat pancaran energi yang Zang Wei keluarkan, membuat Pangeran Ming terpana.


“Jika boleh saya tahu, cairan apa yang ada di dalam bolot itu saudara Zang?” Tanya Pangeran Ming terlihat penasaran.


“Oh cairan ini aku namakan Ciaran kehidupan, ini terbuat dari Daun Gingseng Hitam dan Daun Gingseng Darah yang berusia ratusan tahun,” jawab Zang Wei dan langsung menjelaskan terbuat dari bahan apa.


Mendengar itu, Pangeran Ming pun hanya bisa melongo, itu karena ia tak tahu jika kedua Daun Gingseng tersebut bisa di jadikan obat dan akan menjadi sangat bermanfaat seperti ini.


Dan dari sini juga Pangeran Ming mendapat banyak Ilmu bermanfaat, serta masukan jika segala sesuatu yang ada di Benua ini masih banyak misteri yang belum ia ketahui dan belum di jamah manusia.


...


Cukup lama Zang Wei dan Pangeran Ming berbincang tentang beberapa pengetahuan, kini terlihat Pangeran Ming mulai melakukan sumpah setia, karena ia merasa Zang Wei memang pantas ia jadikan Tuannya.

__ADS_1


Bruk..!!


“Saya bersumpah setia kepada anda selamanya, jika saya berkhianat, maka saya akan langsung di Sambar Petir Surgawi. Saya juga akan mengikuti semua perintah asal itu perintah yang tidak menghancurkan Benua Barat ini.” Teriak Pangeran Ming Yu Xin terlihat berlutut di depan Zang Wei sambil mengangkat tangan kanannya dan menaruhnya di dada kirinya.


Blush..!!


Tak lama, sebuah sinar muncul di dada kiri Pangeran Ming, itu adalah segel tanda sumpah yang Zang Wei buat untuk membuktikan Pangeran Ming adalah salah satu bawahannya.


“Terimakasih, kini ada dua orang yang memiliki segel seperti itu, dengan segel itu, kau bisa berkomunikasi denganku tanpa di deteksi oleh orang lain melalui telepati.” Ucap Zang Wei terlihat membangunkan Pangeran Ming.


“Oh,, jadi saya yang kedua mendapat segel ini. Jadi, siapa yang pertama, dan apakah segel ini tanda kepercayaan dari anda saudara Zang?” Tanya Pangeran Ming penasaran.


Eehh..!!


Mata Pangeran Ming seketika melotot saat mendengar itu. “Jadi itu bukan anda yang memancing para Bangsawan dan Patriak Klan Cabang ke hutan ya?” Tanya Pangeran Ming penasaran.


“Itu aku, tapi kami bertukar tempat saat mencapai titik yang sudah di rencanakan.” Jawab Zang Wei sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


“Oh satu juga, aku berencana untuk berpura-pura membuat Wen Zi sebagai pengkhianat dan memilih Organisasi Kabut malam, itu ku lakukan agar ia bisa menyusup. Jadi aku memberitahumu rencana ini, agar kau bisa memprovokasi bawahanku yang lain, agar mereka membenci Wen Zi nantinya, dengan begitu rencanaku akan terlihat jauh lebih meyakinkan.” Sambung Zang Wei.


Tidak sampai di sana, Zang Wei juga terdengar memberitahu nama para bawahannya, termasuk nama ayah Wen Zi dan Mu Lan Jia. Zang Wei juga menyuruh Pangeran Ming nantinya untuk lebih fokus memancing amarah Ayah Wen Zi dan Mu Lan Jia, karena Zang Wei merasa mereka pasti akan paling cepat marah dari yang lainnya.


...


“Jadi, apa kau paham tugasmu sekarang?” Tanya Zang Wei setelah beberapa saat menjelaskan nama semua bawahannya dan struktur organisasinya yaitu Bunga Malam.


“Hem..!! Saya akan mendekati ayahnya Wen Zi lebih dulu, yaitu Wen Ju Guang, setelah saya berteman dengannya, maka itu akan lebih mudah bagi saya meyakinkannya jika nanti Wen Zi muncul sebagai pengkhianat, sama halnya dengan nona Mu Lan Jia, saya juga akan mendekatinya dengan status saya sebagai pengeran.” Ucap Pangeran Ming mengangguk paham.


“Jika begitu pergilah, karena aku ada beberapa tugas lain yang belum aku selesaikan saat ini,” ucap Zang Wei melambaikan tangannya.


Tap tap..!!


Pangeran Ming pun langsung melangkah pergi, bersamaan dengan itu, Zang Wei juga melangkah keluar dari ruangan Pangeran Ming dan berhenti di depan pintu kamar milik Raja Ming dengan Long Ji.


“Huuf,, mungkin menghadapi Raja Ming cukup mudah, tapi untuk menghadapi kakek tua itu cukup sulit,” gumam Zang Wei menghela nafas panjang di sertai tangan menjulur ke arah pintu.

__ADS_1


Tok tok tok..!!


__ADS_2