
“Jadi kota kumuh ini tempat pemuda bernama Zang Wei ini tinggal.” Ucap Dan Jiansen dengan nada mencemoh dan jijik di saat melihat Kota Dan.
“Cuih, aku tak menyangka jika Selera Klan Ji akan serendah ini, bagaimana bisa ia menjodohkan seorang Bangsawan Tercantik dengan pemuda dari tempat miskin dan kumuh seperti ini.” Dengus Dan Jiansen.
“Tapi apa boleh buat, karena ini demi memperebutkan wanita pujaanku, aku harus menemukan Zang Wei itu lalu mencincang tubuhnya,” sambung Dan Jiansen yang terlihat merasa percaya diri.
Tap tap..!!
Dengan angkuh Dan Jiansen kembali melangkah menuju Rumah Pemimpin Kota bersama bawahannya yang tak lain Murid Dalam Sekte Harimau Hitam.
...
Di satu sisi, terlihat ada sosok yang mengenakan topeng Hitam sedang mengawasi kedatangan Dan Jiansen.
“Hem...!! Ini informasi yang cukup penting, aku harus mengabari Nona dan Tuan,” gumam sosok tersebut langsung menghilang tanpa di sadari oleh siapapun.
***
Sementara di cabang Menara Informasi, Topeng Harimau dan Topeng Rubah yang kini duduk sambil membahas permintaan serta rencana Zang Wei, sedang berdebat dengan dua sosok yang mengenakan Topeng Singa dan Topeng Naga.
Brak..!!
“Aku tidak setuju, bagaimana bisa kita mengumpulkan para bandit untuk di jadikan tumbal, itu terlalu keji.” Teriak Topeng Naga.
“Benar, walau para bandit adalah seorang penjahat, menumbalkan mereka terlalu kejam hanya untuk mengalihkan perhatian agar kita bisa masuk untuk membebaskan pemimpin.” Sambung Topeng Singa dengan nada santai.
Wajah Topeng Rubah terlihat di penuhi amarah di saat ia mendengar kedua pemimpin cabang yang tidak setuju.
Lantaran ia sadar jika keduanya bekerjasama untuk menekan pamannya Topeng Harimau, agar Topeng Naga bisa menjadi pemimpin.
Jadi, mereka pasti akan berusaha menolak serta menjegah kebebasan pemimpin mereka, yaitu Topeng Emas.
__ADS_1
Dapat di katakan jika Menara Informasi saat ini sedang terjadi pertarungan senyap, untuk memperebutkan siapa pemimpin Menara Informasi.
Padahal pemimpin mereka masih hidup, tapi beberapa ketua Cabang sudah menganggap pemimpin sebelumnya telah mati. Di karenakan tidak ada kabar.
...
Brak..!!
“Sialan, aku tahu kalian pasti akan menolak, kalian ini sungguh keterlaluan dan serakah akan kekuasaan.” Teriak Topeng Rubah menggebrak meja.
“Apa maksudmu Nona, kau tidak tahu apa-apa, jadi jangan ikut campur, walau kau putri dari pemimpin selanjutnya. Kau tidak berhak membentak kami,” dengus Topeng Singa di sertai seutas senyum di balik Topengnya.
“Benar, kau juga masih kecil dan tidak layak menjadi pemimpin selanjutnya. Terlebih lagi para pemimpin cabang semuanya memihak kami kecuali paman mu. Jadi menyerah saja mencari ayahmu,” sambung Topeng Naga dengan nada tenang, tapi sangat menyakitkan saat di dengar.
Topeng Harimau yang hanya diam, kini mulai angkat bicara.
“Aku sudah tahu kalian pasti akan mencoba menekan kami sebisa mungkin, tapi aku tetap mengikuti aturan dengan mengundang kalian datang kesini. Jadi pada akhirnya tetap saja menjadi seperti, padahal aku berharap kalian sedikit berubah.” Ucap Topeng Harimau terlihat mulai bangkit.
Topeng Naga dan Topeng Singa seketika menjadi waspada, karena takut Topeng Harimau menyerang mereka.
Sementara kedua pemimpin Cabang yang mendengar itu, seketika menyeringai lebar. Karena ia tidak pernah membayangkan jika keberuntungan mereka akan sebesar ini.
“Haha,, yakinlah jika kami tidak akan menyentuh Kota Han.” Teriak Topeng Naga dengan nada bahagia.
“Benar sekali, pilihan yang bijak dengan ingin keluar dari Menara Informasi, walau sangat di sayangkan, pemimpin yang mendirikan Menara Informasi ini hilang.” Sambung Topeng Singa dengan nada sedikit ejekan.
Tap tap..!!
Dengan angkuh keduanya langsung keluar dari sana.
Dan di dalam hatinya, Topeng Singa tentu saja berniat menghancurkan markas Topeng Harimau, karena sudah dari awal ia bertujuan untuk menghancurkannya, lantaran takut Basis mereka akan berkembang jika mendirikan sebuah kelompok penjualan informasi baru.
__ADS_1
...
Tak lama setelah kepergian Topeng Naga dan Topeng Singa, kini Topeng Rubah yang sedari awal mencoba menahan diri, kini melirik pamannya.
“Kenapa paman tidak membunuh mereka berdua? Padahal aku yakin paman bisa?” Tanya Topeng Rubah dengan nada menahan amarah.
“Hemm..!! Jika paman membunuh mereka, maka semua bawahan mereka bersama para pemimpin cabang lain akan menyerang kita dengan alasan kita berkhianat. Jadi lebih baik kita keluar saja.” Jawab Topeng Harimau dengan nada campur aduk.
“Tapi,,, tapi He'er merasa jika mereka berdua tidak akan berhenti sampai di sana saja, He'er merasakan firasat buruk jika mereka ingin membunuh kita bersama bawahan setia ayah.” Ucap Topeng Rubah dengan nada berkaca-kaca.
Entah apa yang Topeng Rubah pikirkan, ia terlihat seolah tidak bisa memenuhi tanggung jawab, yang membuatnya meneteskan air mata.
...
Tap tap..!!
Tidak lama kemudian, di saat Topeng Rubah dan Topeng Harimau masih berdiri, muncul sosok yang mengawasi Dan Jiansen sebelumnya.
Terlihat ia langsung berbisik kepada Topeng Harimau.
“Apaa.! Apa kau yakin?” Tanya Topeng Harimau terkejut.
“Benar Tuan, saya sendiri mendengar jika ia datang ingin membunuh seorang pemuda bernama Zang Wei, dan setahu saya, pemuda bernama Zang Wei itu adalah pelanggan yang bekerjasama dengan kita.” Jawab Topeng Hitam dengan nada jujur.
“Sialan, kita harus ke rumah Pemimpin Kota, kita harus menyembunyikan pemuda itu dari Murid Master Sekte Harimau Hitam, jika mereka bertemu akan berbahaya,” ucap Topeng Harimau dengan nada panik.
“Eeh paman, kenapa panik, dan juga pemuda Zang itu tidak selemah yang kita kira. Jadi-”
“Bukan pemuda Zang itu yang paman takutkan He'er, tapi Murid kedua dari Master Sekte Harimau Hitam, jika dia mati di kota ini, maka Kota ini akan hancur karena kemarahan Master Sekte Harimau Hitam.” Ucap Harimau Hitam memotong ucapan keponakannya dan ia tentu tahu betul jika Zang Wei sangat kuat, karena ia bisa menyembunyikan kekuatannya yang asli dari dirinya.
Topeng Rubah yang mendengar alasan pamannya pun ikut panik, karena jika Kota Han hancur, maka mereka akan sulit membuat sebuah markas di kota lain, lantaran kota-kota tersebut telah memiliki Cabang informasi dari pengelola besar.
__ADS_1
Dengan segera Topeng Harimau dan Topeng Rubah melesat pergi menuju Kediaman Pemimpin Kota.
Dret..!! Wuss wuss..!!