Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Tamu Tak di Undang dan Mengkonfirmasi Musuh


__ADS_3

“Kita akan mulai dari Pasar Gelap ini, jadi setelah sampai cabang, kirim beberapa Assasint nantinya kesana.” Ucap Zang Wei sambil melangkah ke penjaga dan menunjukkan identitas yang Wen Zi buat.


Tap tap..!!


***


Masih di pagi hari menjelang siang.


Saat ini Zang Wei terlihat duduk di sebuah aula kecil bersama Mu Lan Jia dan Wen Zi.


Bukan hanya mereka bertiga saja, ada juga Manager Cabang Bunga Malam yang duduk tepat di depan Zang Wei.


“Jadi apa saja kendala yang paling sering terjadi selama kalian bekerja?” Tanya Zang Wei melirik ke arah Manager Cabang.


“I..Itu, kendala kami hanya di Pajak saja Tuan muda, kami merasa tidak terlalu tenang karena bawahan pemimpin kota setiap hari datang kesini untuk meminta pembayaran pajak, padahal pembayarannya belum jatuh tempo,” jawab Manager Cabang yang terlihat sedikit tidak nyaman.


“Bukan hanya itu saja, mereka kadang membuat keributan di kantor cabang ini setelah tidak mendapat apa yang mereka inginkan.” Sambung Manager Cabang.


Bam..!!


Tepat setelah Manager cabang yang seorang wanita mantan budak selesai memberitahu keluhannya kepada Zang Wei, seketika terdengar suara ledakan dari pintu masuk kantor Cabang.


Sontak Zang Wei dan yang lainnya pun mengarah ke sana, walau saat ini ruangan mereka jauh dari pintu masuk, mereka semua bisa merasakan ada 10 orang berdiri di depan pintu masuk.


“Hoo,, jadi mereka yang kau maksud prajurit kota, mereka malah terlihat seperti para bandit,” dengus Mu Lan Jia terlihat bangkit dan sangat ingin menghajar para bandit ini.


Tapi langkah Mu Lan Jia di hentikan oleh Zang Wei. “Kau tidak perlu mengotori tanganmu yang lembut itu dengan darah,” ucap Zang Wei menyuruh Mu Lan Jia kembali duduk, sambil mengarahkan pandangannya ke Wen Zi dan Manager cabang.

__ADS_1


“Wen Zi, kau layani tamu kita dan kau Hua Xe, campurkan bubuk ini di arak sebagai jamuan,” sambung Zang Wei sambil mengulurkan tangannya.


Hua Xe pun mengangguk patuh, setelah ia mengambil bubuk tersebut, ia pun langsung pergi untuk menyiapkan arak dan beberapa makanan ringan.


Sementara Wen Zi, ia langsung melangkah keluar menemui para pembuat onar.


Tap tap..!!


...


“Bubuk apa yang kau berikan kepada Manager Hua?” Tanya Mu Lan Jia yang kini terlihat penasaran.


“Itu racun pelumpuh, efeknya lambat dan mereka tidak akan menyadarinya, aku juga mencampurinya dengan Bunga Mawar Hitam 100 tahun, agar saat mereka kembali nanti, tubuh mereka secara perlahan melepuh lalu meledak.” Jawab Zang Wei dengan nada santai.


Glek..!!


Mu Lan Jia yang mendengar itu seketika merinding akan kekejaman Zang Wei.


Tap tap..!!


***


Di tempat Wen Zi.


“Haha,, jadi kau pemilik Bangunan Bunga Malam ini ya,” terdengar suara salah satu dari para pembuat onar tertawa ke arah Wen Zi.


Wen Zi yang memasang wajah polos dan mengenakan pakaian rapi, terlihat menanggapi dengan seutas senyum ramah.

__ADS_1


“Benar Tuan, mari-mari silahkan nikmati jamuan yang saya siapkan untuk anda, jangan sungkan, karena ini pertama kalinya saya ke Kota ini untuk mengunjungi Cabang saya yang ada di sini,” ucap Wen Zi mempersilahkan para pembuat onar untuk menikmati arak dan beberapa makanan ringan yang sudah ada di meja.


“Secara kebetulan juga, tujuan saya kemari ingin menemui Pemimpin kota, tapi saya tak menduga keberuntungan memihak saya dengan kedatangan kalian,” sambung Wen Zi dengan kata-kata manis.


Mendengar itu, ketua para berandalan pun semakin tersenyum lebar.


“Haha,, kau sangat baik sekali Tuan muda, jika boleh tahu siapa nama mu dan dari mana kau berasal? Jika perlakuanmu baik seperti ini, nanti saat kembali, aku akan mengabari Pemimpin kami agar mau bertemu denganmu,” ucap ketua para berandalan sambil menepuk pundak Wen Zi.


Buk buk..!!


Uhuk uhuk..!!


Terdengar Wen Zi langsung terbatuk-batuk saat pundaknya di tepuk.


“Maaf tuan, saya ini hanya seorang sarjana, bukan seorang Ahli Bela Diri, jadi jangan terlalu keras menepuk pundak saya, saya bisa mati nantinya,” celetuk Wen Zi.


“Oh ya, nama saya adalah Naozi, dan marga saya Lu, jadi anda bisa memanggil saya Lu Naozi saja.” Sambung Wen Zi yang sebenarnya ingin memberitahu namanya Naozi saja, tapi setelah menerima pesan suara dari Zang Wei yang menyuruhnya menambahkan marga Lu, ia pun dengan lihai memainkan lidahnya.


Ketua para berandalan yang mendengar itu pun mengangguk ringan, karena ia tidak terlalu tahu seseorang yang bemarga Lu di Kerajaan Bintang ini.


Ia juga terlihat sangat senang saat ini, karena ini pertama kalinya ia di jamu sebanyak ini. Jadi karena terlena akan jamuan, ia pun melupakan semua tugas yang di berikan Pemimpin kota dan langsung menikmati semua hidangan yang Wen Zi siapkan.


***


Di tempat Zang Wei dan Mu Lan Jia.


“Mereka berdua terlihat sedikit terkejut saat mendengar nama marga Wen Zi tadi, apakah mereka ini dari klan yang sama dengan paman mu?” Tanya Mu Lan Jia dengan wajah serius.

__ADS_1


Zang Wei yang di tanya, terlihat menggelengkan kepalanya. “Orang bodoh seperti mereka tidak mungkin berasal dari Klan Lu, karena aku cukup mengenal klan Ayah dan pamanku dari semua cerita Ibu dan paman.” Jawab Zang Wei.


“Tapi, sepertinya mereka berdua mengenal Klan Lu, artinya kedua Assasint ini memang berasal dari Benua Tengah dan satu Organisasi dengan Penetua ke 3. Maka dengan begitu kita juga sudah tahu mereka ini musuh yang harus di bunuh sampai ke akar-akarnya.” Sambung Zang Wei sambil melirik ke arah atap, dimana ada seseorang yang sedang mengawasi mereka juga saat ini.


__ADS_2