Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Mendapat Informasi Dari Dan Jiansen


__ADS_3

“Hehe,, mari kita cari tahu siapa yang mengirimmu kesini serta ada apa saja rahasia Sekte Harimau Hitam,” kekeh Zang Wei dengan tawa mengerikan.


Glek..!!


Dan Jiansen seketika menelan ludah saat ia melihat wajah Zang Wei berubah drastis, saat ini ia seperti melihat sosok Iblis mengerikan di depan matanya.


“Ka..Kau, apa yang akan kau lakukan kepadaku?” Tanya Dan Jiansen terdengar dengan nada gemetar ketakutan.


“To..Tolong a-”


Emm emmm..!!


Sttt,,


Sebelum Dan Jiansen berteriak, Zang Wei lebih dulu menyumpal mulutnya menggunakan sobekan kain.


“Diamlah, jika kau berteriak, maka ini tidak akan menarik lagi,” ucap Zang Wei tersenyum tipis.


Blush..!!


Terlihat Zang Wei menggerakkan tangannya ke udara untuk membuat sebuah pola.


Tak lama, terlihat cahaya muncul tepat setelah Zang Wei selesai menggerakkan tangannya.


Bersamaan dengan itu, cahaya tersebut menyebar ke seluruh ruangan tersebut.


“Selesai, kini kau sudah bisa berteriak sepuasmu,” ucap Zang Wei membalik badannya dan melirik ke arah Dan Jiansen.


Emm eemm..!!

__ADS_1


Dan Jiansen yang ingin berteriak, hanya bisa menggeram lantaran mulutnya di sumpal.


“Ooh,, aku lupa jika mulutmu masih di sumpal,” ucap Zang Wei dengan nada polos.


Jlep..!!


Emmm..!!


Seketika air mata Dan Jiansen menetes di saat Zang Wei dengan santainya menancapkan batu runcing ke pinggang Dan Jiansen.


“Ooh,, apakah sakit? Padahal aku belum bertanya loh,” ucap Zang Wei menyeringai lebar.


“Tunggu aku puas membaluti tanganku dengan darah dulu, baru setelah itu aku lepaskan sumpalannya,” sambung Zang Wei terlihat kembali menarik batu runcing tersebut dan menancapkannya di beberapa anggota tubuh Dan Jiansen.


Setelah 2 menit berlalu, kini Zang Wei melepaskan sumpalan di mulut Zang Wei.


Zang Wei dengan santai menarus jari telunjukknya di bibirnya tanda menyuruh Dan Jiansen diam.


“Baiklah, jika aku bertanya, maka kau harus menjawab dengan jujur, selain dari luar pertanyaan, kau tidak boleh mengatakan apapun. Mengerti,” ucap Zang Wei yang langsung di angguki Dan Jiansen.


“Bagus, jika begitu apa kau kenal siapa nama orang yang ada di gambar ini? Dan beritahu sedikit tentangnya.” Tanya Zang Wei menunjuk ke arah poto Penetua ke 3.


Dan Jiansen langsung mengangguk. “Nama aslinya adalah Ha Jin, dia adalah seorang Penetua ke 3 di sekte dan memiliki banyak pengaruh di dalam sekte, penetua Ha Jin juga cukup licik dan selalu berhati-hati dalam mengambil langkah.” Jawab Dan Jiansen.


“Apa kau tahu asal usulnya dari mana?” Tanya Zang Wei kembali.


“Ti..Tidak, tidak ada yang mengetahui dari klan mana dan dari mana ia berasal di antara para murid, hanya beberapa penetua dan Master Sekte saja yang tahu,” jawab Dan Jiansen.


Zang Wei yang mendengar itu, langsung tersenyum lebar, dan sudah dapat menebak tujuan dari Penetua Ke 3 Ha Jin mengorbankan banyak penduduk desa. Yaitu tumbal untuk persembahan.

__ADS_1


“Sesuai dugaan, ia pasti adalah pengikut Iblis atau Iblis itu sendiri, karena asal usulnya yang cukup menjadi misteri,” gumam Zang Wei dalam hati.


Zang Wei pun kembali bertanya tentang struktur Sekte Harimau Hitam dan kekuatan internal mereka.


Setelah mendapat semua yang ia inginkan, Zang Wei pun langsung membunuhnya dengan menancapkan batu runcing ke jantung Dan Jiansen.


Tap tap..!!


Cklek..!!


Melihat Zang Wei membuka pintu, Han Liu Sheng dan Zhao Hu pun langsung melirik ke arah Zang Wei yang kini di penuhi darah.


“I..Ini, apa anda baik-baik saja Tuan Zang?” Tanya Zhao Hu dan Han Liu Sheng serempak di saat melihat wajah Zang Wei terlihat sedikit shok.


“I..Itu, aku tidak sengaja membunuhnya, karena ia tadi ingin membunuhku lebih dulu, jadi secara reflek aku melindungi diri dengan menancapkan batu runcing ke jantungnya,” ucap Zang Wei menjelaskan dengan nada masih shok dan tidak menyangka akan terjadi kejadian seperti ini.


Han Liu Sheng pun langsung cepat-cepat masuk dan melihat kursi tempat Dan Jiansen terjatuh, dan ia juga melihat Dan Jiansen saat ini mati di tusuk batu runcing seperti yang Zang Wei katakan.


Karena penasaran dan sedikit ragu akan cerita Zang Wei, Han Liu Sheng langsung mengecek seluruh tubuh Dan Jiansen dan melihat area sekitar.


Tap tap..!!


“Hemm..!! Sepertinya dia berusaha untuk melukai Tuan Zang, terlihat dari luka-luka di tubuhnya, dan karena ingin melindungi diri, mungkin Tuan Zang secara reflek mengeluarkan batu runcing dan mencoba membela diri dengan melukai pinggang Dan Jiansen.”


“Namun karena Dan Jiansen belum mati, Dan Jiansen kembali mencoba melawan, sehingga secara terpaksa Tuan Zang menghujam batu runcingnya berkali-kali agar Dan Jiansen melepaskan cekikannya di leher Tuan Zang. Itu terbukti baru saja terjadi, karena aku merasakan jika Dan Jiansen baru saja menghembuskan nafas terahirnya dengan senyuman lebar.” Ucap Han Liu Sheng.


Mendengar itu, Zhao Hu pun mengangguk dan membantu Zang Wei membersihkan darah yang menempel di sebagian anggota jubah dan tubuhnya.


Tap tap..!!

__ADS_1


Saat melangkah ke lantai atas, terlihat Zang Wei tersenyum lebar, namun tidak di sadari oleh Zhao Hu yang tepat di sampingnya.


__ADS_2