
Topeng Emas yang melihat Zang Wei begitu mudahnya melepas rantai formasi yang mengikatnya, hanya bisa melongo tak percaya.
Sret sret..!! Crash..!!
Dret..!!
Buk buk..!!
Tepat di saat Topeng Emas terlepas dari rantai terahir, dengan cepat Zang Wei menotok saraf-saraf Topeng Emas agar ia tidak bisa bergerak.
“I..Ini, apa-apaan ini?” Tanya Topeng emas terkejut luar biasa.
“Hoho,, tunggu dulu di sini Tuan, dan tenang saja, aku tidak akan melukai anda, karena sesuai tugasku kesini, yaitu membebaskan 1 orang saja,” ucap Zang Wei tersenyum hangat sembari membungkukkan sedikit badannya.
Zang Wei tahu jika ia tidak menotok saraf Topeng Emas tadi, maka Topeng Emas pasti akan membebaskan wanita di sampingnya ini.
Tentu saja Zang Wei tidak menginginkan hal tersebut terjadi, karena itu bisa membuat ia rugi.
Tap tap..!!
Setelah membungkukkan badannya, Zang Wei langsung melangkah menuju wanita di samping Topeng Emas yang terus memanggil dirinya.
“Baiklah, mari kita berbisnis,” ucap Zang Wei menatap Mu Lan Jia di sertai senyuman hangat.
“Heng,, langsung saja ke intinya, sebut berapa yang kau inginkan bocah licik,” dengus Mu Lan Jia.
Zang Wei seketika mengerutkan keningnya. “Hei hei,, ini namanya bisnis, aku bukanlah licik,” dengus Zang Wei membalas.
“Heh,, dasar bocah serakah, sekali licik tetap saja licik,” balas Mu Lan Jia yang terlihat menahan kesal.
“Ya sudah, karena kau menganggapku begitu, maka sampai jumpa,” ucap Zang Wei terlihat ingin meninggalkan Mu Lan Jia.
__ADS_1
Krakk..!!
Terlihat Mu Lan Jia langsung menggertakkan giginya sambil menatap Zang Wei dengan penuh kebencian.
“Sialan, baiklah Tuan penolong yang baik hati, berapa biaya yang kau inginkan agar kau bisa membebaskanku,” ucap Mu Lan Jia terdengar menahan diri dari rasa amarah.
Zang Wei yang pura-pura pergi, kini kembali lagi.
“Nah seperti itu dong, kau tahu, butuh konsestrasi, serta tenaga dan energi yang besar untuk menghancurkan rantai-rantai formasi yang mengikatmu loh. Salah sedikit, tubuhmu bisa hancur loh.” Ucap Zang Wei tersenyum lebar.
Urghh..!!
Mu Lan Jia hanya bisa menatap Zang Wei dengan senyuman paksa. Namun dalam hatinya ia ingin sekali menghajar Zang Wei ini hingga babak belur.
Apalagi Mu Lan Jia saat ini semakin kesal melihat senyuman licik Zang Wei.
“Ya ya, sebut berapa yang kau inginkan, dan cepat lepaskan aku,” ucap Mu Lan Jia.
Zang Wei langsung memegangi dagunya sambil melihat wajah Mu Lan Jia dengan seksama, setelah itu Zang Wei memperhatikan pakaian yang Mu Lan Jia kenakan.
Tapi Zang Wei yang di bentak, tidak menanggapi dan kini mulai berpikir.
“Hemm..!! Untuk biaya satu rantainya segini,” ucap Zang Wei mencoba untuk mengetes kekayaan Mu Lan Jia ini. Lantaran Zang Wei merasa Mu Lan Jia ini adalah anak orang kaya.
Zang Wei juga belum terpikirkan untuk melihat data milik Mu Lan Jia, jika ia melihat data Mu Lan Jia, maka akan sedikit berbeda ceritanya.
“500 kion emas per rantainya?” Tanya Mu Lan Jia memastikan. “Jika begitu, ayo lepaskan aku,” sambung Mu Lan Jia.
“Salah, 5000 ribu koin emas per rantai,” ucap Zang Wei langsung menanggapi setelah melihat reaksi Mu Lan Jia yang begitu santai menyebut 500 koin emas.
“I..Ini,” ucap Mu Lan Jia melototkan matanya ke arah Zang Wei.
__ADS_1
“Apa, jika kau tidak mau ya sudah,” ucap Zang Wei dengan santai.
“Baiklah, akan ku berikan, tapi saat ini di dalam kantong penyimpananku hanya ada 25.000 koin emas saja, setelah kau membebaskanku, maka aku akan memberikan sisanya kalau sudah sampai kediamanku.” Ucap Mu Lan Jia dengan nada terburu-buru dan takut Zang Wei menambah biaya lagi.
Zang Wei pun berpura-pura berpikir.
“Hemm..!! Kalau begitu kita harus membuat kontrak terlebih dahulu, aku tidak ingin gegabah membebaskanmu begitu saja.” Ucap Zang Wei.
“Siapa tahu kau ini akan melarikan diri setelah memberikanku 25.000 koin emasnya, atau kau langsung menyerangku karena dendam.” Sambung Zang Wei tersenyum kecil.
Wuss..!!
Tanpa melihat reaksi Mu Lan Jia, Zang Wei langsung mengeluarkan selembaran kertas kosong dan menulis beberapa perjanjian yang menguntungkan dirinya saja.
Di dalam tulisan tersebut, ada juga keuntungan tersembunyi yang Zang Wei buat, yaitu segel kontrak.
Segel kontrak ini biasanya Zang Wei gunakan untuk menundukkan Monster liar di masa lalunya, agar monster tersebut menurut dan tidak menyerang dirinya.
Tapi kini Zang Wei menggunakannya kepada manusia.
“Selesai,” ucap Zang Wei terlihat baru saja meneteskan darahnya ke dalam kontrak yang ia buat.
“Kini gantian kau yang harus meneteskan darahmu Nona,” ucap Zang Wei langsung melukai ujung jari Mu Lan Jia dan menempel paksa ujung darinya ke dalam kontrak.
“I..Ini, dasar sialan, aku mau melakukan perjanjian seperti ini, kenapa kau begitu memaksa hah.” Teriak Mu Lan Jia mencoba meronta-ronta.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, kini kontrak sudah di buat.
Zang Wei yang melihat kontrak telah aktip, langsung melepaskan rantai yang mengikat Mu Lan Jia.
Sementara Mu Lan Jia hanya menatap Zang Wei dengan tatapan ganas, ia tidak pernah semarah ini selama hidupnya, apalagi di permainkan oleh seorang bocah.
__ADS_1
Mu Lan Jia juga berencana untuk langsung menyerang Zang Wei saat ia terlepas dari rantai yang mengekangnya, tanpa memberikan Zang Wei kesempatan untuk menotok dirinya.
“Hehe,, terus saja bermimpi untuk menyerangku, aku sudah tahu isi pikiranmu yang terlihat jelas dari tatapanmu,” kekeh Zang Wei dalam hati.