
“Selain menguatkan dugaan mereka jika Klan Jin dalang di balik pembunuhan para Patriak Cabang dan Bangsawan. Aku juga sengaja menyamarkan jejak yang aku tinggalkan sedikit lebih sulit untuk di temukan, itu agar Wen Zi bisa memulihkan kondisinya hingga ke puncak lagi, dengan begitu, saat para Bangsawan dan Klan Besar menyerang Klan Jin, maka Wen Zi bisa keluar dari situasi yang sulit.” Sambung Zang Wei dan ia telah memikirkan ini tepat setelah ia bertemu para Bangsawan dan patriak Cabang di pelelangan.
...
Mendengar itu, Mu Lan Jia dan Bai Xin langsung mengangguk paham.
Sementara Ratu Jing Ling dan Yi Lang, hanya bisa diam saja, karena mereka tidak tahu tujuan yang sebenarnya dari Zang Wei. Yaitu, mengapa ia ingin mengadu domba kedua belah pihak.
Tapi, mereka berdua tidak bertanya lebih jauh lagi, lantaran mereka sadar, jika lambat laun, mereka akan tahu tujuan dari Zang Wei mengadu domba para Bangsawan dan Klan Besar untuk melawan klan Jin.
***
3 Hari telah berlalu begitu cepat.
Kediaman pemimpin kota.
Wen Zi yang telah sembuh dan pulih seutuhnya, kini terlihat duduk di depan Jin Zuwuan sambil mendengar tujuan Jin Zuwuan yang memanggilnya.
“Jadi begitu, aku telah di undang oleh Patriak Klan Jin dan juga penasehatnya untuk ikut minum teh bersama,” ucap Wen Zi yang terlihat mengangguk-angguk santai, tepat setelah ia selesai mendengar tujuan Jin Zuwuan memanggilnya kesini.
“Benar, jadi bersiap-siaplah, karena ini bisa di bilang pertemuan penting dan jarang terjadi, kau harusnya sangat beruntung saat ini, lantaran bisa bertemu seorang Penasehat terbaik di seluruh Benua Barat.” Balas Jin Zuwuan yang kini terlihat sangat bersemangat.
Wen Zi pun mengangguk ringan.
Tap tap..!!
__ADS_1
“Baiklah, jika begitu aku akan kembali ke Cabang Bunga Malam terlebih dahulu, karena tidak mungkin aku akan mengenakan pakaian lusuh seperti ini, dan juga tidak mungkin aku datang tanpa membawa hadiah untuk mereka.” Ucap Wen Zi yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan melangkah pergi tepat setelah mendapat persetujuan dari Jin Zuwuan.
“Oh ya, titipkan salamku kepada Tuan muda Xuan, nanti aku akan menemuinya setelah aku pulang dari pertemuan dengan Patriak Klan Jin dan Penasehatnya.” Sambung Wen Zi yang kini menghentikan langkahnya sambil melirik ke arah Jin Zuwuan.
Setelah menyampaikan apa yang ingin Wen Zi katakan, ia pun kembali melangkahkan kakinya keluar dari kediaman Pemimpin kota.
***
Hutan yang berada di luar gerbang Utara.
Saat ini para Tuan muda yang berasal dari Klan Besar dan Bangsawan Berstatus tinggi, terlihat sedang berkumpul membentuk lingkaran.
Pandangan mereka mengarah ke semua bukti yang telah mereka kumpulkan selama 3 hari belakangan.
Wuss..!! Tap tap..!!
“Sesuai dugaan, jejak dari Serigala Bayangan dan para Assasint yang membantai anggota klan kita, mengarah ke dua tempat.” Ucap seorang pria tua yang tak lain Xiao Heng.
Mendengar itu, beberapa Tuan muda langsung tersenyum, lantaran spesifikasi mereka benar, sementara beberapa lagi, hanya bisa mendengus dingin.
“Lalu dimana saja tempatnya? Apakah kedua tempat tersebut, salah satunya hanya pengalihan?” Tanya Cang Lin sambil melirik pak tua Xiao Heng.
Mendengar pertanyaan Cang Lin, semua Tuan muda pun langsung mengarahkan pandangan mereka menuju tempat pak tua Xiao Heng berdiri.
Sementara pak tua Xiao Heng terlihat tidak langsung menjawab, ia terlebih lagi melirik ke arah Tuan mudanya, dan setelah Tuan mudanya mengangguk santai, pak tua Xiao Heng pun langsung menarik nafas.
__ADS_1
Huuuff..!!
“Kedua tempat ini dapat di yakini tidak ada yang sebagai pengalihan, karena tempat pertama adalah Kediaman Pemimpin kota Janghu yang bernama Jin Zuwuan, lalu tempat kedua adalah Klan Jin.” Ucap pak tua Xiao Heng.
“Dari namanya saja, kita sudah tahu jika pemimpin kota Janghu ini adalah anggota klan Jin, terlebih lagi di kediaman pemimpin kota, memiliki sangat banyak penjaga, jadi saya tidak bisa masuk lebih jauh lagi untuk menyelidikinya lebih dalam.” Sambung pak tua Xiao Heng.
“Tapi bukti kuatnya adalah, jejak aura para Assasint tersebut sangat terasa jelas berada di kediaman pemimpin kota dan di wilayah Klan Jin.” Ucap pak tua Xiao Heng meyakinkan Tuan mudanya dan para Tuan muda lainnya.
Tap tap..!!
“Haha,, tunggu apa lagi, jika sudah banyak bukti nyata, maka kita langsung serang saja Klan menengah sialan itu. Kita juga tidak perlu memanggil bantuan dari pusat, cukup dengan kita yang ada di sini, maka semuanya dapat di selesaikan.” Teriak Tuan muda Cang Lin yang terdengar bersemangat.
“Benar, aku setuju, jika kita bisa menghancurkan klan Jin yang telah menyerang anggota klan kita, maka nama kita pasti akan semakin melambung tinggi. Jadi aku akan ikut menyerang tanpa memanggil bantuan dari pusat,” sambung salah satu Tuan muda dari Klan Besar.
“Hem hem..!! Langsung kita serang saja saat ini, jangan pakai menunda-nunda, apalagi sampai ragu.”
Berbagai teriakan semangat terdengar satu persatu dari beberapa Tuan muda Klan Besar dan Bangsawan.
Sementara Tuan muda Xiao Yuan, hanya diam saja, ia saat ini merasakan adanya pirasat buruk jika menyerang secara gegabah.
Tapi, walau saat ini ia merasakan pirasat buruk, ia terlihat ikut setuju untuk menyerang tanpa memanggil bantuan dari pusat.
Namun di balik setujunya Xiao Yuan, ia diam-diam menyuruh pak tua Xiao Heng untuk memanggil Tetua pertama dan kedua sebagai bala bantuannya, Xiao Yuan yakin mereka berdua akan langsung datang, lantaran mereka berdua adalah pendukung untuk bisa menduduki posisi patriak selanjutnya di masa depan.
Bukan hanya Xiao Yuan saja, ada beberapa Tuan muda juga memiliki rencana yang sama dengan Xiao Yuan. Dan tujuan mereka setuju adalah agar para Tuan muda atau saingan mereka ini bisa mati nantinya jika lawan yang mereka hadapi sangat kuat. Sementara mereka akan aman, karena bantuan mereka akan langsung menyelamatkan mereka.
__ADS_1
...
Dret..!! Wuss wuss..!!