Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Menemukan Desa Hancur Yang Kejadiannya Mirip Seperti Desa Hujan


__ADS_3

Terlihat di depan gerbang, Patriak Wen, Patriak Xu, Patriak Yan, Patriak Fang, Tetua Yu Zian, Zhao Yu dan Han Liu Sheng sudah menunggu kedatangan Zang Wei dari tadi.


“Kenapa kalian ada di sini?” Tanya Zang Wei sambil mengerutkan keningnya ke arah para bawahnya.


Tap tap..!!


“Salam Tuan muda,” sapa Patriak Wen.


“Kami sengaja menunggu kedatangan anda, karena kami merasa jalur yang akan kami lalui menuju perbatasan Benua Barat dan Tengah sama dengan jalur yang Tuan muda lalui menuju Ibukota. Jadi, lebih baik berangkat bersama,” sambung Patriak Wen.


Zang Wei pun langsung mengangguk mengerti, ia kini ingat jika jarak tercepat menuju perbatasan Benua Tengah adalah Ibukota Kerajaan Bintang.


Letak Kerajaan Bintang berada di bagian Timur dan jaraknya dengan perbatasan Benua Tengah hanya 100km saja dari Ibukota.


“Hemm..!! Jika begitu ayo kita berangkat, jika menunda sampai siang, maka kita akan sampai tengah malam di kota Zuan.” Ajak Zang Wei yang berniat untuk harus sampai ke Kota Zuan.


...


Perjalanan menuju Ibukota, akan melewati sekitar 20 kota kecil, 7 Kota sedang dan 3 Kota Besar. Dari 3 kota besar ini, Kota Zuan lah yang terahir serta jaraknya dengan Ibukota hanya 25km saja.


Zang Wei tentu saja memiliki tujuan tertentu agar cepat sampai ke Kota Zuan sebelum tengah malam.


...


Mendengar itu, para bawahan Zang Wei pun mengangguk paham.


Tap tap..!!


Terlihat Zhao Yu dan Han Liu Sheng langsung menghampiri Zang Wei dan memberikannya sebuah surat gulungan.


“Ini dia yang Tuan muda minta, ada beberapa yang sudah saya tandai di dalamnya, jadi Tuan muda akan tahu harus mengecek area mana terlebih dahulu yang paling di curigai.” Ucap Zhao Yu.


Bruk..!!


Zang Wei pun langsung menepuk pundak Zhao Yu. “Terimakasih pemimpin Bayangan Malam, jika aku ada waktu luang, akan ku ajak kau minum berdua saja.” Ucap Zang Wei dengan nada hangat.


Zhao Yu pun langsung tersenyum cerah dan mengangguk tanda setuju.


...

__ADS_1


Sore hari..!!


Wuss wuss..!! Tap tap..!!


Terlihat langkah Zang Wei terhenti di depan sebuah Desa kecil yang hancur.


“Hemm..!! Beberapa dari kalian periksa area sekitar desa ini, jika ada yang mencurigakan, hubungi aku, lalu sisanya ikuti aku untuk melihat apakah ada warga desa yang selamat,” ajak Zang Wei yang terlihat nostalgia dengan apa yang ia lihat di depannya saat ini.


Dret..!! Wuss..!!


Dengan cepat Zang Wei, Pangeran Ming dan Patriak Xu.


Tap tap..!!


Setelah melewati gerbang desa, kini langkah Zang Wei terhenti, ia pun langsung mengedarkan kesadarannya bersama Pangeran Ming dan Patriak Xu.


Blush..!!


Krak krak..!!


Setelah menyadari ada yang selamat, tanpa terasa kepalan tangan Zang Wei mengeluarkan bunyi yang nyaring.


“Cepat selamatkan semua yang masih bernafas,” ucap Zang Wei yang kini langsung melesat.


Dret..!!


Tap tap..!!


...


10 menit telah berlalu.


Kini Zang Wei, Pangeran Ming dan Patriak Xu terlihat mengumpulkan warga desa yang baru saja mereka selamatkan.


“Apa kalian yakin jika yang menghancurkan desa kalian adalah para Bandit?” Tanya Zang Wei melirik ke arah salah satu penduduk Desa yang di tinggikan.


“Benar Tuan, mereka biasa datang kesini setiap bulan dengan alasan pajak, tapi sebenarnya mereka kesini untuk menjarah harta kami, mereka juga selalu membawa anak gadis kami.” Ucap penduduk desa yang terlihat sudah tua.


“Tapi karena kali ini kami sudah tidak punya apa-apa, mereka langsung menghancurkan Desa dan membunuh beberapa dari kami.” Sambung pria tua tersebut dengan air mata tak terbendung lagi.

__ADS_1


Bruk..!!


“Sa..Saya mohon, selamatkanlah para anak gadis dan anak laki-laki kami Tuanku, saya akan membayar berapapun yang anda minta.” Teriak pria tua tersebut sambil bersujud di depan Zang Wei.


Bruk bruk..!!


“Kami mohon, selamatkanlah anak gadis saya Tuanku, saya akan membayar dengan hasil panen kami setiap bulan.” Sambung seorang wanita paruh baya yang ikut bersujud.


Bukan hanya dia saja, melainkan semua warga Desa terlihat bersujud di depan Zang Wei.


Blush..!!


Dengan cepat Zang Wei mengayunkan tangannya untuk membangkitkan para penduduk.


“Bangunlah, yang harus bertanggung jawab di sini adalah saudaraku.” Ucap Zang Wei sambil melirik ke arah Pangeran Ming yang terlihat menahan amarahnya.


Pangeran Ming yang di berikan kesempatan pun langsung maju.


Tap tap..!!


“Aku yakin jika kalian pasti akan membenciku jika siapa diriku, dan aku pun sadar jika wajar kalian membenciku, lantaran para Penguasa yang selalu menindas kaum yang lemah serta condong mengabaikannya.” Ucap Pangeran Ming yang kini terlihat membungkukkan kepalanya dengan tulus.


”Perkenalkan, aku adalah Ming Yu Xin, Pangeran dari Kekaisaran Ming.” Sambung Pangeran Ming.


Benar saja, setelah mendengar nama Pangeran Ming, wajah para penduduk desa langsung berubah menjadi beringas.


Wuss..!!


Bruk..!!


Terlihat sebongkah batu sebesar genggaman tangan langsung mengenai kepala Pangeran Ming.


“Dasar pengkhianat, selama kami melapor, kemana kalian semua hah, padahal kami selalu membayar pajak tepat waktu, tapi saat terjadi masalah dengan Desa kami, kalian malah menghilang.” Teriak pria tua yang baru saja melempar batu.


Bruk bruk bruk..!!


“Kalian selalu beralasan ini, itu, dan bahkan mengusir kami saat melapor ke Kota, bahkan sebelum kami sampai gerbang kota pun, dengan kejamnya kau menendang serta menyiksa penduduk Desa kami, kalian juga menuduh kami seorang penjahat yang harus di penjarakan.” Teriak seorang wanita paruh baya.


“Padahal niat kami hanya ingin melapor dan mengeluarkan keluh kesah kami, tapi kalian malah menuduh kami sebagai penjahat.” Sambung wanita paruh baya yang kini terlihat menangis, lantaran suaminya lah yang di tangkap saat ingin melapor kejadian di desanya.

__ADS_1


Blush..!!


__ADS_2