Reinkarnasi Naga Iblis

Reinkarnasi Naga Iblis
Kekhawatiran Seorang Ibu Tiada Batas dan Perdebatan orang terdekat Zang Wei


__ADS_3

Mu Lan Jia yang sedang bahagia karena kini bisa bertarung tanpa terlalu di ganggu oleh kedua Assasint yang selalu menghalanginya, seketika memasang wajah cemberut di saat melihat target utamanya mati tepat di depan matanya.


“Sialan, siapa yang berani menganggu pertarunganku hah, keluar kau,” teriak Mu Lan Jia sambil melihat ke segala arah di sertai mata melotot layaknya emak-emak kehilangan uang belanja hariannya


Bom bom..!!


Bom bom..!!


Bukan jawaban yang Mu Lan Jia terima, melainkan meledaknya kepala kedua Assasint yang menjadi musuhnya.


Hal tersebut semakin membuat Mu Lan Jia meledak-ledak di penuhi amarah dan terlihat jelas sifat asli Mu Lan Jia yang sesungguhnya. Yaitu sangat cepat marah dan mudah tersinggung oleh hal-hal kecil.


“Sialan, cepat keluar jika kau masih menyayangi nyawamu,” teriak Mu Lan Jia.


Namun sekuat apapun Mu Lan Jia berteriak, tetap saja tidak ada tanggapan dari sosok misterius yang membunuh mangsanya dengan keji.


...


Sementara di tempat Lu Bei, setelah ia menggunakan teknik Naga Besi, Tinju Naga Penghancurnya dari kejauhan, ia langsung melesat ke arah dimana Zhao Yu berada.


Wuss wuss..!!


Tap tap..!!


Setelah sampai, pandangan Lu Bei mengarah ke sekumpulan Assasint yang kini mengepung Zhao Yu.


“Berani sekali kalian semua datang ke Kota tempat tinggal ku dan melukai keponakanku, akan ku hancurkan kalian semua,” teriak Lu Bei yang kini melayang di udara.


“Teknik Naga Besi, gerakan kedua, Pusaran Nafas Naga.”


Goar..!!


Blush..!! Dret dret..!!


Argh..!! Argh..!!


Tepat setelah Lu Bei meraung, muncul sebuah pusaran dari dalam pusat bumi dan langsung mencabik-cabik tubuh para Assasint hingga membuat para Assasint berteriak kesakitan.

__ADS_1


Terlihat jelas saat ini tubuh para Assasint secara perlahan terkelupas hingga menghancurkan tulangnya tanpa sisa.


Zhao Yu yang sama sekali tidak terkena dampak dari pusaran yang muncul secara tiba-tiba di tengahnya, hanya bisa melongo tak percaya yang apa yang ia lihat saat ini.


Bruk..!!


Setelah bertahan cukup lama, terlihat Zhao Yu langsung terjatuh pingsan, karena kehabisan energi.


...


Lu Bei yang melihat semua targetnya mati dan hanya menyisakan Zhao Hu pun, kini mengarahkan pandangannya ke arah kota.


Dret..!!


Tanpa basa basi Lu Bei melesat ke arah kota untuk membereskan sisa-sisa para Assasint tersebut.


***


Tap tap..!!


Setelah 10 menit berlalu, kini Lu Bei kembali ke tempat Zang Wei pingsan.


“Siapa kau? Lepaskan pelukanmu dari keponakanku nenek tua,” dengus Lu Bei yang menyadari jika usia Mu Lan Jia cukup tua, terlihat dari tingkat kultivasinya.


Sementara Mu Lan Jia yang tadinya ingin marah dan menantang Lu Bei, karena telah membunuh targetnya, seketika memicingkan matanya.


“Apa kau Lu Bei, paman dari Zang Wei?” Tanya Mu Lan Jia terdengar menahan rasa kesalnya.


Sontak Lu Bei pun mengangguk ringan. “Benar, aku Lu Bei pamannya Wei'er, jadi lepaskan keponakanku dari pelukanmu itu,” dengus Lu Bei.


“Sadar sedikit akan usiamu nenek tua, keponakanku ini masih di bawah umur. Masih mending aku yang melihat, jika itu orang lain, kau pasti akan malu karena karena tidak tahu malu memeluk Remaja di baqah umur.” Sambung Lu Bei yang terlihat tidak suka keponakannya di peluk oleh wanita yang tidak ia kenal, terlebih lagi usianya itu melebihi 50 tahun.


Krak krak..!!


“Paman, kau itu jauh lebih tua dariku, jadi kau itu yang cocok di panggil kakek-kakek tua renta dan bau tanah.” Dengus Mu Lan Jia berusaha menahan amarah saat di ejek dengan menggertakkan giginya. Ia juga menahan rasa kesal karena merasakan aura Lu Bei sama dengan jejak energi yang membunuh ketiga targetnya.


“Apa kau bilang hah, apa kau tidak lihat aku ini awet muda dan juga tampan, tidak seperti dirimu yang terlihat keriput di sertai tak tahu malu,” dengus Lu Bei tidak terima di sebut kakek-kakek bau tanah.

__ADS_1


Bahkan Lu Bei tanpa sadar mencium pakaian yang ia kenakan, dan benar apa yang Mu Lan Jia katakan, saat ini ia memang bau tanah. Tapi karena harga dirinya yang cukup tinggi sama seperti Mu Lan Jia, tentu saja Lu Bei tidak mau mengakui.


Di saat Lu Bei dan Mu Lan Jia malah berdebat tidak jelas satu sama lain.


...


Terlihat di luar kota Zang Nian kini melesat bersama Wen Zi.


Wuss..!! Wuss..!!


Wajah Zang Nian terlihat panik saat mendengar pengakuan Wen Zi jika selama ini putranya berjuang seorang diri untuk menyembuhkannya dan juga berjuang untuk lebih kuat agar bisa membalas dendam atas tragedi Desa Hujan.


Wen Zi juga mengatakan jika para Assasint ini datang mencari Zang Wei karena membebas Mu Lan Jia dan Topeng Emas.


“Di sana Nyonya, aku merasakan ikatan kontrak ku dengan Tuan ada di Timur,” ucap Wen Zi menunjuk dimana Zang Wei berada.


Zang Nian pun langsung mengangguk dan terus melesat ke arah dimana putranya.


Zang Nian mencari putranya karena khawatir, terlihat wajahnya menjadi keriput karena kelebihan khawatir, ia juga saat ini menggendong putra terkecilnya Zang Tian.


Wuss wuss..!!


Pletak..!! Pletak..!!


Di saat Zang Nian sampai dan melihat adik iparnya berdebat dengan Mu Lan Jia, ia langsung mengambil ranting pohon dan langsung memukul kepala Lu Bei dan memukul bokong Mu Lan Jia.


“Kalian ini bukannya membawa Wei'er, malah kalian asik berdebat, apa begini cara mu menyayangi keponakanmu hah,” dengus Zang Nian melotot ke arah Lu Bei.


Glek..!!


Lu Bei hanya bisa menelan ludah sambil menundukkan kepalanya ke bawah, ia juga terlihat meneteskan air matanya karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini di depan matanya, jika Zang Nian telah sembuh dari luka yang selama ini tidak bisa di sembuhkan.


“Kenapa diam hah,” dengus Zang Nian ke arah adik iparnya dan mengarahkan pandangannya ke arah Mu Lan Jia. “Kau juga nona Lan, kenapa kau tidak membawa Wei'er kembali setelah melihat keadaannya?” Sambung Zang Nian terlihat kecewa dengan Mu Lan Jia.


Tap tap..!!


Dengan wajah kecewa kepada Lu Bei dan Mu Lan Jia, Zang Nian langsung menyuruh Wen Zi untuk membawa Zang Wei kembali ke kota untuk di obati.

__ADS_1


Wuss wuss..!!


__ADS_2