
Tap tap..!!
Bukan hanya patriak Klan Jin saja yang muncul, terlihat satu persatu para tetua klan Jin mulai muncul di pintu yang sama tempat Patriak Klan Jin keluar. Terlihat wajah para tetua klan Jin langsung menyeringai lebar, lantaran sudah tidak sabar untuk membunuh Tetua Wang bersama kelompoknya.
...
“Setelah sekian lama mengurung diri, akhirnya Tuan telah memberikan kita kesempatan untuk membuktikan sejauh mana perkembangan kekuatan kita saat uni.” Ucap Patriak Jin sambil melirik ke arah para tetua.
“Jadi, jangan sampai membuat Tuan kecewa, kalian juga harus memberikan tonton yang menarik bagi Tuan saat musuh datang nanti. Karena aku yakin Tuan pasti sedang mengawasi apakah kita ini memang pantas di jadikan bawahan atau tidak.” Sambung Patriak Klan Jin.
Mendengar itu, para tetua langsung memasang wajah penuh percaya diri.
“Khehe,, anda tenang saja Patriak, kita semua pasti akan membuat Tetua Wang bersama anggota kelompoknya bertekuk lutut di bawah kaki kita.” Ucap salah satu tetua Klan Jin yang biasa di panggil tetua pertama.
“Benar, anda tidak perlu terlalu khawatir, anda cukup duduk menonton saja dan biarkan kami membereskan mereka semua.” Sambung tetua kedua yang mencoba meyakinkan patriaknya.
Patriak Klan Jin pun langsung mengangguk puas saat melihat keangkuhan dan kepercayaan diri para tetuanya.
“Bagus, inilah wajah para tetuaku yang sebenarnya, kalian harus memperlihatkan diri kalian yang di atas Tikus-Tikus itu.” Ucap Patriak Klan Jin sambil membalik badannya dan melangkah menuju pintu utama kediaman pemimpin kota.
Tap tap..!!
***
Di saat Patriak Klan Jin dan para tetuanya sudah menunggu kedatangan Tetua Wang dan anggota kelompoknya.
Wuss wuss..!!
__ADS_1
Sementara di tempat Tetua Wang, terlihat 2 anggota kelompok tetua Wang sedikit kelelahan lantaran terus menerus membunuh para prajurit kota.
Tap tap..!!
“Kalian berdua istirahat saja terlebih dahulu di sini,” ucap tetua Wang melirik ke arah 2 Ahli bela diri bayaran.
“Nanti jika energi kalian pulih, maka kalian bisa mengejar kami. Tapi ingat, jangan sampai terlalu lama istirahat, karena energi kalian sangat kami butuhkan untuk membantu kami membunuh para bawahan pemimpin kota.” Sambung Tetua Wang terdengar serius.
Kedua Ahli bela diri bayaran tersebut pun langsung mengangguk paham.
Mereka tentu sudah sadar jika tugas mereka dari awal adalah membunuh bawahan pemimpin kota, sementara yang lain sudah memiliki tugas mereka masing-masing, seperti Tetua Wang akan membunuh Pemimpin kota, Tuan muda Wang akan di bantu oleh 3 Ahli bela diri bayaran lainnya untuk membunuh para Assasin yang melindungi pemimpin kota dan sisanya akan membunuh komandan pemimpin kota.
...
Melihat keduanya mengangguk, sontak tetua Wang langsung membalik badan dan kembali bergerak.
Wuss wuss..!!
“Semuanya, ambil posisi kalian masing-masing dan ingatlah, kita harus menyerang dalam sekali serang, jika kita gagal, maka waktu yang telah kita rencanakan akan terbuang sia-sia, kita juga akan terlambat memantau pertarungan yang ada di Tambang.” Teriak tetua Wang yang terdengar menekan anggotanya untuk harus berhasil dalam sekali serang.
Woah..!!
Tuan muda Wang bersama anggota lainnya pun langsung berteriak penuh percaya diri dan terlihat mereka menyebar sambil mempercepat pergerakan mereka.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Wung..!!
__ADS_1
Bomm..!!
Terlihat dengan angkuh tetua Wang menerjang gerbang kediaman pemimpin kota.
“Jin Zuwuan, keluar kau, aku datang kesini memggantikan Kerajaan untuk memenggal kepalamu, karena kau telah melakukan kejahatan besar,” teriak Tetua Wang yang kini berdiri di depan Gerbang.
Melihat teriakannya tidak di tanggapi, bahkan para pasukan kota atau bawahan Jin Zuwuan yang ia kira akan bermunculan, malah sebaliknya. Kini terlihat di tempat kediaman pemimpin kota sangatlah sepi, hal tersebut langsung membuat Tetua Wang semakin tersenyum lebar, lantaran merasa Jin Zuwuan kabur duluan bersama bawahannya.
“Hahaha,, jika begini akan jauh memudahkanku,” ucap Tetua Wang tertawa bahagia dan sama sekali tidak menyadari adanya kejanggalan akan sepinya kediaman pemimpin kota.
Tap tap..!!
Dengan angkuh tetua Wang melangkah menuju Mansion yang sangat besar dan berjarak 200 meter di depannya.
...
Sementara di balik pintu utama, terlihat Patriak Klan Jin berdiri sambil melihat tetua Wang melangkah ke tempatnya.
“Hemm..!! Dia jauh lebih idiot dari yang aku bayangkan, lihatlah, ia malah datang kesini seorang diri, tanpa bersama anggota kelompoknya.” Ucap Patriak klan Jin melirik ke arah para tetuanya.
“Hehe,, jadi sudah saatnya ya, jika begitu aku akan ke utara bersama tetua kelima dan keenam.” Kekeh tetua kedua sambil melirik tetua kelima dan keenam yang mengangguk setuju.
“Karena di sana ada Tuan muda klan Wang bersama para Ahli bela diri bayaran, maka aku akan ke Selatan untuk menangkap Tuan muda klan Wang,” sambung tetua pertama sambil melirik tetua keempat dan tetua ketujuh.
“Baiklah, kalian boleh bergerak, sisanya akan mempermainkan Tetua Wang, apa kalian mengerti,” ucap Patriak klan Jin yang terlihat langsung di tanggapi anggukan oleh para tetua, lalu setelah itu mereka langsung bergerak ke Selatan dan Utara.
Hemm..!! Dret..!! Wuss wuss..!!
__ADS_1